Duka Mengawali Pekan, Lion Air JT-610 Jatuh di Perairan Karawang

0
93 views
google.co.id

Gulalives.co – Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, dipastikan jatuh di Karawang, Jawa Barat. Basarnas mengungkapkan detik-detik jatuhnya pesawat yang membawa 189 orang itu. Kronologi jatuhnya Lion Air disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas), Muhammad Syaugi, dalam jumpa pers bersama KNKT di kantor Basarnas, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018. Berdasarkan informasi yang didapatkan, begini kronologi jatuhnya Lion Air JT 610:

Related image
idntimes.com

Senin, 29 Oktober 2018

  • Pukul 06.21 WIB, Pesawat Lion Air JT 610 take off.
  • Pukul 06.33 WIB, Pesawat Lion Air JT 610 hilang kontak.
  • Pukul 06.50 WIB, Basarnas menerima laporan dari ATC, bahwa pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengalami hilang kontak.

“Kalau kami lihat di peta, lost contact ada di atas sini (Karawang, Jawa Barat). Ini jaraknya kalau dari kantor SAR Jakarta, 34 nautical mile. Kalau dari Tanjung Priok, 25 nautical mile. Kalau dari Tanjung Karawang, 11 nautical mile. Jadi, tidak terlalu jauh. Kami dapat informasi bahwa pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 saat itu,” kata Syaugi.

Setelah mendapat informasi itu, tim SAR Basarnas melakukan konfirmasi ke Lion Air dan ATC.

Baca Juga: Inilah 15 Maskapai Penerbangan Terburuk di Dunia

“Konfirmasinya bahwa pesawat itu terbang dan lost contact, sehingga kami berangkatkan armada, baik kapal laut, tim, dan helikopter,” ujar dia.

Menurut dia, tim SAR Basarnas antara lain menemukan puing-puing pesawat, pelampung, dan handphone. Hilangnya kontak pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 kru ini menambah panjang daftar insiden yang menimpa maskapai ini. Dikutip dari Wikipedia, berikut daftar insiden yang menimpa maskapai Lion Air sejak tahun 2002 silam:

  • 14 Januari 2002, Lion Air Penerbangan 386 PK-LID, Boeing 737-200 rute Jakarta-Pekanbaru-Batam, gagal lepas landas dan terjerembap, setelah lebih dari lima meter badan pesawat meninggalkan landasan pacu, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Tujuh orang penumpangnya mengalami luka-luka dan patah tulang.
  • 31 Oktober 2003, Lion Air Penerbangan 787, MD-82 rute Ambon-Makassar-Denpasar, keluar jalur saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
  • 3 Juli 2004, Lion Air Penerbangan 332, MD-82 rute Jakarta-Palembang, mendarat tidak sempurna di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
  • 30 November 2004, Lion Air Penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Adisumarmo, Solo. 25 orang penumpang tewas.
  • 10 Januari 2005, Lion Air Penerbangan 789, MD-82, gagal lepas landas di Bandara Wolter Monginsidi, Kendari, akibat salah satu bannya kempis.
  • 3 Februari 2005, Lion Air Penerbangan 791, MD-82 rute Ambon-Makassar, tergelincir saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar.
  • 12 Februari 2005, Lion Air Penerbangan 1641, MD-82, rute Mataram-Surabaya, ketika akan lepas landas di Bandara Selaparang, Mataram. Roda bagian depan tergelincir keluar landasan, sekitar setengah meter di sebelah utara dari pinggir landasan pacu.
  • 6 Mei 2005, Lion Air Penerbangan 778, MD-82 rute Jakarta-Makassar, pecah ban saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar. Akibatnya, pilot terpaksa menghentikan pesawat di landasan pacu sebelum mencapai lapangan parkir.
  • 24 Desember 2005, Lion Air Penerbangan 792, MD-82 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.
  • 18 Januari 2006, Lion Air Penerbangan 778, MD-82 rute Ambon-Makassar-Surabaya, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.
  • 4 Maret 2006, Lion Air penerbangan 8987, MD-82 rute Denpasar-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, karena cuaca yang buruk.
  • 7 April 2006, Lion Air Penerbangan 391, MD-82 rute Pekanbaru-Jakarta, batal lepas landas karena gangguan pada roda kiri di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Pesawat itu tidak jadi lepas landas, karena roda kirinya tiba-tiba tidak bergerak, walaupun sudah bergerak dari apron menuju ujung landasan dan siap terbang.
  • 24 Desember 2006, Lion Air Penerbangan 792, PK-LIJ Boeing 737-400 rute Jakarta-Makassar-Gorontalo, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin, Makassar.
  • 19 Maret 2007, Lion Air Penerbangan 311, MD-82 rute Banjarmasin-Surabaya, batal lepas landas, walaupun sempat meluncur di landasan pacu Bandar Udara Sjamsudin Noor, Banjarmasin.
  • 23 Februari 2009, Lion Air Penerbangan 972 PK-LIO, MD-90 rute Medan-Batam-Surabaya, mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, akibat macetnya roda depan. Semua penumpang selamat.
  • 9 Mei 2009, MD-90 Lion Air PK-LIL, tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta.
  • 3 November 2010, Lion Air Penerbangan 712 ,PK-LIQ Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak-Jakarta, tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak.
  • 14 Februari 2011, Lion Air Penerbangan 598, Boeing 737-900ER rute Jakarta-Pekanbaru, tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Semua penumpang selamat, tapi hal ini ditanggapi oleh Dirjen Perhubungan Darat dengan menyatakan bahwa semua pesawat jenis Boeing 737-900ER dilarang mendarat di Kota Pekanbaru, apabila landasan sedang basah. Lion Air memutuskan menggunakan pesawat Boeing 737-400 untuk melayani rute tersebut (hal ini kemungkinan akan menunda niat Lion Air untuk memensiunkan Boeing 737-400).
  • 15 Februari 2011, Lion Air tujuan Medan-Pekanbaru-Jakarta dengan nomor penerbangan JT 0295 berjenis Boeing 737-900 ER, tergelincir di Pekanbaru pukul 17.00 WIB. Seluruh roda pesawat keluar dari lintasan bandara. Syukurnya, penumpang tidak mengalami luka-luka.
  • 17 Februari 2011 sebuah Lion Air Boeing 737-900 ER (pesawat yang sama yang tergelincir di Pekanbaru 2 hari sebelumnya), sedang didorong oleh traktor di bandara Jakarta dan tanpa sengaja mengarah ke pesawat Lion lainnya. Pesawat mengalami kerusakan pada stabilizer bagian belakang. Tidak ada laporan korban luka.
  • 23 Oktober 2011, Lion Air JT 673 tergelincir di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur sekitar pukul 07.24 WITA.
  • 13 April 2013, Kecelakaan Lion Air Bali dengan rute Bandung menuju Denpasar, terperosok ke laut di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, tanpa sempat menyentuh landasan pacu.
  • 19 April 2013, Lion Air tujuan Denpasar-Jakarta, batal terbang karena mengalami masalah pada mesinnya.
  • 21 April 2013, Lion Air dengan nomor penerbangan 0689 dari Bandar Udara Supadio, Pontianak tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, setelah 20 menit terbang secara tiba-tiba masker oksigen keluar di kabin pesawat.
  • 6 Agustus 2013, Lion Air Penerbangan 892, Boeing 737-800 rute Makassar-Gorontalo, menabrak sapi saat mendarat di Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo sekitar pukul 21.11 WITA.
  • 2 Februari 2014, Lion Air penerbangan 461, Boeing 737-900ER, dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, dengan 222 penumpang dan kru pesawat, mengalami pendaratan keras di Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Akibatnya, 2 penumpang mengalami luka serius dan 3 penumpang lainnya mengalami luka ringan.
  • 18 Februari 2015, Lion Air mengalami delay yang berkepanjangan selama 3 hari. Akibatnya, sebanyak kurang lebih 2000 calon penumpang Lion Air menumpuk di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta telantar. Penyebabnya, karena pesawat menabrak burung saat take off dari Jakarta menuju Semarang, dan juga terdapat gangguan serta kerusakan teknis.
  • 24 April 2015, Lion Air penerbangan 303, Boeing 737-900ER, dengan rute penerbangan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menuju Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang-Banten, mengalami ledakan di bagian belakang pesawat ketika akan lepas landas menuju Jakarta. 207 penumpang dan 7 kru pesawat selamat. Namun, 3 penumpang lainnya harus dirawat di rumah sakit, Kabupaten Deli Serdang, karena mengalami luka serius.
  • 3 Agustus 2017, terjadi kecelakaan senggolan sayap di Bandar Udara Internasional Kuala Namu antara pesawat Lion Air Boeing 737-900ER nomor penerbangan JT 197 dengan kode registrasi PK-LJZ dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh dengan pesawat Wings Air ATR 72-500 dengan nomor penerbangan IW 1252 dengan kode registrasi PK-WFF, menuju Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Kabupaten Meulaboh, Aceh. Pesawat Lion Air berusaha menghindar ke arah kanan runway, tapi karena jarak terlalu dekat dan terbatasnya ruang di runway, akhirnya terjadilah tabrakan antarsayap tersebut. Akibatnya, bagian sayap kedua pesawat ini mengalami kerusakan.
  • 29 April 2018, Lion Air penerbangan 892, Boeing 737-800, dengan rute penerbangan Makassar ke Gorontalo, tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
  • 29 Oktober 2018, Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610, dikabarkan mengalami hilang kontak. Pesawat ini diketahui melakukan take off pada pukul 06.21 WIB dan pada pukul 06.33 WIB pesawat mengalami hilang kontak.

Semoga 189 orang yang ada di dalam pesawat Lion Air JT 610 bisa segera ditemukan. Aamiin.

LEAVE A REPLY