Alami Perubahan Warna ASI? Cek Normal atau Tidaknya di Sini

0
11 views

Gulalives.co – Saat anak kita baru lahir, dan usianya masih di bawah 6 bulan, maka yang bisa kita berikan sebagai asupannya hanyalah ASI. Namun, nyatanya ASI yang keluar dari puting susu setiap ibu itu berbeda-beda, yakni tergantung pada makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu menyusui. Lantas, sebenarnya seperti apa warna ASI yang sehat? Dan, bagaimana jika warnanya berubah? Apa saja penyebabnya?

Related image
homecarebidan.blogspot.com

Ibu menyusui pasti menyadari bahwa warna pada ASI mengalami perubahan. Kadang berwarna putih kekuningan, putih, cokelat, hijau, dan juga merah muda. Kondisi ini bisa terjadi selama satu hari atau bahkan lebih, dan tidak sedikit ibu menyusui mengkhawatirkan kondisi ini. Maka, kamu harus memahami betul apa saja perubahan warna yang normal pada ASI, seperti pembahasan Gulalives kali ini.

Selama beberapa minggu pertama setelah kelahiran, komposisi, jumlah, dan warna pada ASI bisa berubah dengan cepat. Ada beberapa tahap perubahan warna ASI yang dialami oleh ibu menyusui, yakni meliputi:

Kolostrum

Kolostrum adalah ASI pertama yang dihasilkan setelah melahirkan, dan hanya terjadi di beberapa hari pertama. ASI ini awalnya berwarna jernih, seperti air putih yang kemudian akan berwarna putih kekuningan atau oranye.

Warna kolostrum yang kekuningan atau oranye ini menandakan jika ASI kaya akan beta-karoten. Meski jumlahnya sedikit, jenis ASI ini mengandung nilai gizi yang tinggi; kaya akan antibodi dan sel-sel darah putih yang membantu sistem kekebalan tubuh si kecil dalam melawan infeksi.

Baca Juga:

ASI Transisional

Nah, setelah beberapa hari kolostrum dikeluarkan, produksi dan jumlah ASI menjadi lebih meningkat. ASI yang awalnya berwarna kekuningan atau oranye akan berubah jadi putih. Jenis ASI ini disebut dengan ASI transisional, biasanya perubahan warna pada ASI akan terjadi dalam waktu sekitar 2 minggu.

ASI Matang

Setelah melewati masa transisi, ASI akan menjadi lebih matang dan sempurna. Namun, perubahan ASI matang ini memiliki beberapa warna, tergantung seberapa banyak lemak yang terkandung, seperti:

  • Foremilk, yakni jenis ASI berwarna sedikit jernih dan kebiru-biruan. Warna tersebut menandakan bahwa ASI memiliki kandungan lemak yang cukup rendah.
  • Hindmilk, yakni semakin banyak ASI diperah, kandungan lemak pada ASI akan terus meningkat. Tampilan susu akan tampak seperti susu pada umumnya; putih atau putih kekuningan.

Selain berwarna putih atau putih kekuningan, ASI bisa berubah warna karena faktor asupan makanan tertentu, seperti suplemen tambahan, obat-obatan, atau jamu. Zat yang terkandung pada makanan tambahan tersebut tidak hanya memengaruhi warna urine, tapi juga ASI.

Meski kadang membuat ibu menyusui kaget dan khawatir, nyatanya perubahan warna tidak normal pada ASI ini tidak membahayakan si kecil. Dan, beberapa perubahan warna ASI yang tidak normal serta biasanya sering terjadi pada ibu menyusui, antara lain:

ASI Kehijauan

ASI yang berubah warna menjadi kehijauan ini menandakan bahwa sang ibu mengonsumsi banyak makanan yang mengandung pewarna hijau, seperti banyak makan bayam atau rumput laut. Bisa juga dari minuman bersoda dan minuman energi yang mengandung vitamin larut lemak.

ASI Kuning Pekat atau Merah Muda

ASI yang kuning pekat, merah muda, atau merah menandakan bahwa sang ibu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna merah, kuning, atau oranye. Misalnya, saat ibu memakan buah bit yang berwarna merah keunguan atau bahkan mengonsumsi kari.

ASI Cokelat atau Berdarah

ASI bisa berubah menjadi cokelat karena tercampur dengan darah. Biasanya kondisi ini terjadi pada ibu yang mengalami luka pada putingnya. Untungnya, sedikit darah dalam ASI ini tidak membahayakan bayi, dan akan kembali normal dalam beberapa hari.

ASI Hitam

Meski jarang, ASI juga bisa berubah warna menjadi kehitaman. Kondisi ini terjadi akibat ibu menyusui menggunakan antibiotik minocyccline. Selain mengubah warna ASI, antibiotik ini juga bisa menyebabkan warna kulit pada area tertentu menjadi lebih gelap, lho. Jadi, penggunaan obat ini harus dihindari oleh ibu menyusui, ya.

ASI yang Disimpan di Kulkas

Untuk kamu, ibu menyusui yang bekerja, biasanya ASI akan diperah dan disimpan dalam botol, kan? Nah, ASI yang disimpan di dalam kulkas ini dapat berubah warna, jadi kuning pada bagian atas, dan kebiruan pada dasar botolnya.

Meskipun warnanya berubah, kualitas ASI tetap baik. Perubahan pada warna ASI tersebut terjadi karena botol yang diam membuat kandungan lemak pada ASI naik ke atas.

Jika perubahan ASI disebabkan oleh apa yang ibu makan, tidak akan jadi masalah. Namun, kalau kamu masih ragu, kamu bisa melakukan konsultasi pada dokter, ya.

Image result for breast milk
cafemom.com

Dan, jika ASI kecokelatan terjadi secara terus menerus, lebih dari satu minggu, sebaiknya segara lakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter. Tanyakan pada dokter mengenai obat-obatan tertentu selama menyusui, karena hal ini bisa mengurangi jumlah dan mengubah warnanya.

LEAVE A REPLY