Perjuangan Marshanda Menghadapi Gangguan Bipolar

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Liputan6

Gulalives.com, JAKARTA – Nama Marshanda melejit sejak usia belia. Pesinetron cantik yang memiliki nama lengkap Andriani Marhanda ini dengan gagah berani mengakui dirinya mengidap gangguan bipolar, sejenis gangguan kejiwaan, pada Agustus 2014 dalam sebuah acara di televisi.

Ketika itu, Chaca, sapaan Marshanda, menuturkan menurut dokter yang merawatnya, dia mengidap gangguan bipolar tipe 2.

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Bintang
Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Bintang

Kondisi emosi Chaca kerap dianggap tak stabil. Ia pernah mengunggah video penuh luapan kemarahan ke teman-temannya pada 2009. Video ini menuai kecaman dari netizen.

Dan 21 Juli lalu kembali beredar video Marshanda di YouTube berjudul ‘Letter to God’. Memang hanya berisi puisi curahan hati dalam Bahasa Inggris. Tapi, yang bikin heboh, dalam di video berdurasi 3 menit 21 detik itu, ia mengurai rambutnya yang dicat berwarna kekuningan. Chaca memutuskan melepas hijabnya.

Hidup pesinetron yang melejit sejak usia belia ini memang berliku sekaligus berwarna, persis seperti kisah sinetron yang dilakoninya.

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram
Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram

Perceraiannya dengan presenter Ben Kasyafani, perebutan hak asuh anak semata wayangnya, hingga perselisihan dengan sang ibu, Riyanti Sofyan, adalah serangkaian peristiwa yang mengisi hidup Marshanda.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Gangguan bipolar yang diderita Marshanda merujuk pada diagnosis gangguan kejiwaan pada perasaan (suasana hati) seseorang. Istilah bipolar sendiri mengacu pada adanya dua kutub yang melanda mood atau suasana hati pasien secara bergantian, yaitu kutub manik dan kutub depresi.

Menurut dokter spesialis kejiwaan dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM Dr dr Nurmiati Amir SpKJ(K), manik adalah suasana hati yang meningkat atau  merasa gembira luar biasa.

Saat penderita gangguan bipolar mengalami manik, ia akan punya tenaga luar biasa, nggak capek-capek. Penderita dalam kondisi manik mampu berbicara banyak sehingga lawan bicara tidak bisa menyela perbincangannya. Saat fase ini, ide yang muncul juga sangat banyak.

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: kapanlagi
Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: kapanlagi

Ditambahkan Nurniati, saat fase manik, penderita gangguan bipolar punya rasa percaya diri luar biasa. Orang dengan gangguan bipolar bisa tidak tidur tanpa ada rasa lelah. Bahkan pada fase manik, hasrat seksual pendeita gangguan bipolar bisa meledak-ledak.

Menurut Nurmiati, penderita gangguan bipolar bisa melakukan tindakan menyerempet bahaya. Misalnya mengebut di jalan raya karena percaya diri luar biasa. Bisa juga pergi ke diskotek untuk mencari ekstasi dan menambah euforianya.

Seseorang dikatakan dalam episode manik, kata Nurmiati, ketika gejala-gejala seperti yang disebut sudah berlangsung satu minggu. Namun suatu saat ia akan merasakan perasaan depresi. Ia akan merasakan suasana hatinya sedih luar biasa sepanjang hari selama berhari-hari.

Berkebalikan dengan manik, ia akan merasa murung, menangis terus-menerus, merasa tidak ada tenaga.

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram
Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram

Pada saat episode depresi, pasien gangguan bipolar tidak memiliki minat terhadap apa-apa, termasuk terhadap sesuatu yang pada saat kondisi normal ia sukai. Lalu, ia pun merasa bersalah, padahal tidak ada kesalahan yang ia buat. Pada fase ini pendeita gangguan bipolar bisa merasa memiliki kesalahan itu sangat luar biasa hingga berpikir untuk bunuh diri. Karena merasa hidup tidak ada guna lagi.

Dua hal inilah yang terjadi pada pasien dengan gangguan bipolar. Namun suatu ketika ia kembali pada keadaan normal seperti sebelum sakit sehingga ia bisa beraktivitas seperti biasa.

Dengan melihat gejala-gejala di mana seseorang bisa depresi lalu beberapa pekan kemudian manik, orang lain bisa mengetahui adanya gangguan bipolar pada diri orang tersebut.

Gangguan bipolar dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tipe 1, tipe 2, dan unipolar.

Pada unipolar, gejala yang diperlihatkan hanya satu gejala depresi saja. Sedangkan pada bipolar 1 dan 2 sama-sama memiliki episode manik dan depresi. Namun perbedaan terletak pada maniknya.

Marshanda menderita bipolar disorder tipe 2. Dia menderita manik dengan tingkatan yang tidak seekstrem pada bipolar tipe 1, atau disebut dengan hipomanik atau setengah manik.

Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram
Marshanda berjuang mengatasi gangguan bipolar. Foto: Instagram

Jika dianalogikan dengan angka, pada pasien bipolar 1 maniknya 10, bipolar 2 maniknya 5, sedangkan pada unipolar nol.

Memberikan obat adalah cara untuk mencegah episode manik atau depresi datang. Obat ini diminum secara terus-menerus. Namun nanti kan ada kalanya dosis obat yang diberikan lebih rendah.

Obat yang dikonsumsi oleh pasien bipolar berguna untuk mengontrol suasana hati, menstabilkan mood baik pada saat manik maupun depresi.

Namun obat gangguan bipolar ini tidak lantas dikonsumsi terus menerus. Jika dokter menyarankan untuk berhenti minum obat, si pasien bisa berhenti meminumnya.

Selain dengan mengonsumsi obat, pasien gangguan bipolar perlu berkonsultasi dengan psikiater.

Dalam program televisi “Just Alvin” di Metro TV, Marshanda menyatakan bahwa hanya dengan mengobrol bersama dokter tanpa ada brain scan atau tes laboratorium lainnya, ia sudah didiagnosis menderita gangguan bipolar tipe 2 dan diberikan resep obat.

Gangguan bipolar merupakan gangguan pada fungsi otak, bukan fisik organ otak. Itulah alasan mengapa wawancara psikiater hal yang terpenting dibanding pemeriksaan penunjang.

Babak Baru Kehidupan Marshanda

Marshanda dan Egi John, pesinetron yang kini menjadi kekasihnya. Foto: Instagram
Marshanda dan Egi John, pesinetron yang kini menjadi kekasihnya. Foto: Instagram

Marshanda, sulung dari 3 bersaudara ini memiliki dua adik,Adrian Hafsi dan Alyssa Ramadhani, berpisah dari Ben Kasyafani setelah menikah selama 2011-2014. Dari pernikahan itu mereka memiliki seorang putri, Sienna Ameerah Kasyafani yang lahir pada 22 Januari 2013.

Saat ini Chaca menjalin hubungan dengan pesinetron Egi John Foreisythe. Egi adalah pesinetron yang pernah beradu akting dengannya di sinetron Kisah Sedih di Hari Minggu.

Egi berstatus duda cerai. Dia berpisah dari Citta Permata. Dari pernikahan ini membuahkan satu anak.

Egi terlihat mendampingi Chaca saat aktris sinetron ini menjumpai papanya, Irwan Yusuf di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur, Senin pagi (28/3).

Irwan Yusuf diamankan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, dalam razia yang dilakukan Jumat (24/3) sore. Pria yang mengaku ayah Marshanda ini dirazia saat sedang mengemis.

Marshanda dipuji netizen karena tidak malu mengakui ayahnya yang menjadi pengemis. Bahkan ia ingin membawa pulang sang ayah untuk tinggal bersamanya setelah berpisah hampir 15 tahun. (VW)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY