Gondok dan Gondongan adalah Penyakit yang Berbeda, Jangan Sampai Tertukar!

bodyandhealth.canada.com

Gulalives.co – Kamu pasti pernah mendengar istilah gondok dan gondongan, kan? Kondisi di mana leher atau di bawah rahang membengkak. Namun, sampai hari ini masih banyak yang keliru, menganggap bahwa segala macam pembengkakan atau benjolan di daerah leher dengan istilah yang sama. Padahal, kedua penyakit yang terdengar serupa ini, sebenarnya berbeda jauh.

Related image
fccmg.com

Secara sederhana, baik gondok dan gondongan merupakan dua penyakit yang menyerang jaringan dan kelenjar berbeda. Gondok atau struma disebabkan oleh kelainan pada kelenjar tiroid. Di dalam tubuh, kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur sistem metabolisme dan keseimbangan hormon.

Baca Juga: 5 Cara Mengurangi Rasa Sakit saat Melahirkan

Kelainan yang dimaksud bisa berupa hipotiroid (aktivitas kelenjar tiroid menurun), atau hipertiroid (aktivitas kelenjar tiroid meningkat atau terlalu aktif). Sedangkan, gondongan adalah pembengkakan pada kelenjar liur, yakni kelenjar parotis, akibat infeksi virus. Gondongan juga dikenal dengan sebutan mumps.

Lantas, bagaimana cara mudah membedakan antara gondok dan gondongan?

Gondok dan gondongan sama-sama menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada daerah leher. Namun, ada beberapa perbedaan gejala yang bisa kamu perhatikan. Pada gondok, pembengkakan pada leher biasanya tidak nyeri. Gejala lainnya pun tergantung dari penyakit tiroid apa yang menjadi penyebabnya, yakni hipotiroid atau hipertiroid.

Pada kondisi hipotiroid, gejala dapat berupa:

  • Lemas
  • Kenaikan berat badan dengan nafsu makan yang menurun
  • Tidak tahan dingin
  • Kulit kering dan rambut rontok
  • Perasaan mengantuk terus-menerus
  • Sembelit (susah buang air besar)
  • Emosi tidak stabil dan sering lupa
  • Menurunnya fungsi penglihatan dan pendengaran

Sedangkan, pada kondisi hipertiroid, gejala berbanding terbalik dengan hipotirod, yakni:

  • Penurunan berat badan
  • Tidak tahan panas
  • Perasaan cemas
  • Sering merasa deg-degan
  • Tremor (getaran anggota tubuh tanpa disadari, biasanya paling jelas terlihat pada tangan)
  • Hiperaktif

Pada gondok, untuk mengetahui apakah ditemukan kondisi hipotiroid atau hipertiroid, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid.

Gondok membutuhkan penanganan medis, mulai dari minum obat, hingga dengan tindakan operasi. Sebab, gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya. Sedangkan, pada gondongan, pembengkakan pada leher biasanya terasa nyeri, dan teraba panas akibat proses peradangan. Gejala lainnya, yakni:

  • Demam
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada telinga semakin parah saat mengunyah atau bicara
  • Bengkak pada daerah sudut rahang

Pada gondongan, gejala biasanya akan menghilang sepenuhnya, dan kembali pulih dalam waktu satu minggu. Penanganan medis tetap diperlukan, tapi hanya untuk membantu meredakan gejala. Karena infeksi akibat virus biasanya sembuh dengan sendirinya, dalam waktu lima hingga tujuh hari.

Namun, apakah semua pembengkakan atau benjolan yang terjadi pada area leher bisa dipastikan sebagai gondok atau gondongan?

Tentu saja tidak. Karena, gondok dan gondongan hanya dua di antara sekian banyak penyakit yang sering ditemukan, dan dikenal masyarakat. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan pembengkakan atau benjolan di area leher, antara lain:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening,
  • Kista,
  • Tumor, hingga
  • Abses (penumpukan nanah).
Related image
scientificanimations.com

Maka, untuk mendapatkan diagnosis pasti, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan membantu untuk menangani kondisi kesehatanmu dengan pengobatan dan anjuran perawatan diri tertentu. Semakin cepat penyakit dideteksi, kemungkinan pulih pun akan semakin baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here