Ketahui Perbedaan Antara Amenorrhea Primer dan Sekunder

dissolve.com

Gulalives.co – Ketika seorang wanita mengalami kesulitan menstruasi, maka ada kemungkinan ia mengalami penyakit yang disebut amenorrhea. Meskipun menstruasi yang dialami setiap wanita berbeda-beda, karena perbedaan hormon dan sistem kerja organ vital, serta kondisi panggul. Namun, jika seorang wanita tidak mengalami siklus menstruasi, maka hal ini dapat disebut gangguan. Dalam istilah medis, terdapat dua jenis amenorrhea, yakni primer dan sekunder. Tapi apa perbedaannya? Simak pembahasan Gulalives kali ini:

Related image
gponline.com

Amenorrhea primer adalah kondisi saat seorang gadis berusia lebih dari 15 tahun dan belum pernah mengalami menstruasi, tapi sudah melalui perubahan lain pada pubertas.
Sementara Amenorrhea sekunder adalah kondisi saat seorang wanita tidak haid selama lebih dari tiga siklus, atau 6 bulan.

Amenorrhea merupakan kondisi umum yang terjadi pada wanita, yakni terdapat ketidakseimbangan dalam fungsi tubuh. Selain itu, kondisi tidak haid ini lebih sering mempengaruhi wanita yang sedang hamil, sebab selama kehamilan hormon diatur untuk menghentikan ovulasi dan menstruasi.

Baca Juga: 6 Penyebab Stres dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Jadi, amenorrhea primer terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 15 tahun, sementara amenorrhea sekunder terjadi pada wanita dengan usia yang lebih tua, atau setelah mengalami kehamilan.

Selain tidak bisa haid, beberapa gejala lain akan muncul pada amenorrhea primer dan sekunder. Biasanya, gejala tersebut bergantung pada penyebab amenorrhea itu sendiri. Dan berikut gejala amenorrhea yang bisa kamu cermati:

  • Sakit kepala,
  • Payudara tidak membesar,
  • Gangguan penglihatan,
  • Tumbuhnya rambut-rambut di wajah secara berlebihan,
  • Rambut rontok,
  • Suara berat seperti laki-laki,
  • Jerawat,
  • Keluarnya air susu meskipun tidak sedang menyusui (akibat meningkatnya kadar prolaktin), dan
  • Nyeri panggul.

Kondisi tidak bisa haid ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

Berat Badan Rendah

Berat badan yang sepuluh persen lebih rendah dari berat badan normal, dapat membuat hormon di dalam tubuh wanita tidak seimbang, sehingga menghentikan ovulasi. Jadi, mereka yang mengidap penyakit seperti bulimia dan anoreksia rentan mengalami amenorrhea primer pun sekunder.

Cacat Lahir

Sangat memungkinkan untuk seorang wanita memiliki organ reproduksi yang tidak berkembang sempurna, termasuk penyempitan atau penyumbatan bagian leher rahim (serviks), tidak adanya uterus atau Miss V, dan Miss V yang terbagi menjadi 2 bagian (sekat Miss V). Hal ini mengakibatkan ia tidak bisa mengalami menstruasi.

Gangguan Ketidakseimbangan Hormon

Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, tumor hipofisis atau menopause dini ini diduga menyebabkan seorang wanita bisa mengalami amenorrhea.

Konsumsi Obat

Konsumsi obat juga bisa menyebabkan amenorrhea, antara lain:

  • Obat kontrasepsi,
  • Antipsikotik,
  • Antidepresan,
  • Obat tekanan darah,
  • Obat kemoterapi kanker, dan
  • Beberapa obat untuk alergi.

Perubahan Hormon

Amenorrhea juga bisa terjadi selama kehamilan, menyusui, dan menopause.

Olahraga Berlebihan

Wanita yang memiliki aktivitas fisik berlebihan seperti atlet, penari balet, atau sejenisnya biasanya membutuhkan pelatihan intensif. Pada akhirnya, hal ini dapat mengganggu siklus menstruasi wanita tersebut.

Stres

Related image
nbcnews.com

Stres dapat mengakibatkan berubahnya fungsi hipotalamus yang merupakan daerah pengontrol siklus menstruasi. Hal ini biasanya bersifat sementara, dan siklus menstruasi akan kembali normal, jika stres berkurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here