Peraturan Kejam Pemerintah China Terhadap Muslim Uighur

themuslimvibe.com

Gulalives.co – Perhatian dunia terhadap Muslim Uighur mulai mengalir deras, begitupun masyarakat Indonesia yang berjuang atasnya. Maka, Gulalives merasa perlu menyampaikan berita tentang pemerintah China yang diteror dengan berbagai kritik dari masyarakat dunia, terkait perlakuan tidak adil dan semena-mena mereka, terhadap Muslim Uighur. Seperti 13 peraturan kejam yang mereka terapkan berikut ini:

Related image
aljazeera.com

Dipaksa Kerja Tanpa Upah

Di Xinjiang, Muslim Uighur dipaksa untuk bekerja tanpa upah. Sistem yang dikenal dengan sebutan Hashar ini Pemerintah China terapkan. Mereka tidak memberikan kompensasi apa pun atas kerja Muslim Uighur.

Bahkan, ongkos makan dan transportasi pun harus dibayar sendiri. Pekerja yang terluka juga harus membayar biaya pengobatan sendiri.

Keluarga Uighur yang tidak memiliki pemuda yang mampu bekerja, tidak lantas bebas dari sistem ini. Sebab, pria dan wanita tua, serta anak-anak berumur 12 tahun juga dilaporkan masuk ke dalam daftar orang yang dipaksa bekerja.

Diskriminasi

Jika di atas kertas, para migran China seolah diberikan hak yang sama dengan Muslim Uighur. Pada kenyataannya? Mereka menikmati lebih banyak hak dari petani Uighur.

Para migran China tidak hanya menikmati kebebasan untuk memanen tanaman apa pun, tapi mereka juga dapat dengan bebas menggunakan sumber daya alam yang ada. Sementara Muslim Uighur? Terpenjara diskriminasi!

Dilarang Menumbuhkan Jenggot

Muslim Uighur di Xinjiang juga tidak diperbolehkan memelihara jenggot. Bahkan, mereka yang menolak untuk mencukur jenggotnya sering diganggu serta menerima intimidasi. Seperti satu orang yang ditembak polisi, karena hal ini. Menurut Pemerintah China, memanjangkan jenggot adalah ciri ekstremis.

Asal Tangkap

Muslim Uighur akan langsung ditangkap, jika memposting komentar di media sosial atau menonton video Islam secara online. Selain itu, koneksi internet pun akan diputus. Mereka juga akan mendapatkan perlakuan sama jika didapati membuka konten-konten yang dianggap ekstrem oleh pemerintah.

Kekangan untuk Petani Muslim

Peraturan pemerintah yang kejam ini juga mengharuskan para petani Uighur untuk menjual produk mereka kepada pemerintah daerah, di bawah harga pasar. Hal ini tentu menyebabkan angka kemiskinan bertambah, karena mereka tidak dapat menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Lahan pertanian mereka pun diklaim sepihak oleh pemerintah, dengan semena-mena pemerintah menyita lahan pertanian dan properti milik Muslim Uighur. Aset ini kemudian akan diberikan ke migran China.

Tak Ada Aturan Jelas Tentang Hak

Sebagian besar Muslim Uighur, terutama dari generasi tua, tidak memiliki pengetahuan dasar tentang hak asasi manusia. Bahkan, mereka juga tidak tahu hak-hak mereka sebagai warga negara sesuai dengan konstitusi.

Dilarang Menggelar Acara Pernikahan

Pada bulan April 2014 lalu, pemerintah Cina membuat pengumuman bagi mereka yang mendapati kegiatan keagamaan ilegal, maka akan diberi imbalan sebesar 50.000 Yuan (USD 7500). Dan di antara praktek keagamaan yang dilarang adalah menumbuhkan jenggot, serta melakukan prosesi pernikahan dengan syariat Islam.

Baca Juga: Sampai Kapan Muslim Uighur ‘Terpenjara’?

Dipaksa Menjual Alkohol

Pemerintah China di Hotan County, Hotan Prefecture, juga memerintahkan pemilik toko untuk menjual alkohol dan rokok. Hal ini dilakukan sebagai upaya melemahkan aturan agama. Jelas, tindakan ini merupakan kampanye pemerintah China, untuk terus melawan Muslim Uighur.

Dilarang Menggunakan Nama-nama Islami

Bahkan, pemerintah China turut campur dalam pemberian nama. Mereka melarang nama Muslim ada di wilayah tersebut. Dari rumah ke rumah, pejabat keamanan berpesan kepada para orangtua, agar tidak menggunakan nama-nama Islami yang dilarang pada anak-anak mereka.

Dibatasi untuk Mengajarkan Islam

Tak seorang pun di Xinjiang, diperbolehkan untuk mengajarkan Al-Qur’an di luar masjid. Anak-anak di bawah umur 18 tahun pun tidak boleh masuk masjid. Segala jenis ajaran yang berkaitan dengan Islam, dilarang secara terang-terangan di Xinjiang. Para ulama pun kerap dipenjara, karena dinilai mengajar praktek-praktek Islam.

Meniadakan Ramadhan

Selama bulan suci Ramadhan, restoran di Hotan dilarang untuk tutup. Bahkan, pekerja dipaksa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan ateisme.

Pegawai pemerintah, mahasiswa, dan siapa saja yang bekerja untuk pemerintah, tidak diperbolehkan untuk merayakan Ramadhan. Berbagai lomba yang berkaitan dengan makan dan minum kerap diselenggarakan di wilayah tersebut, untuk menghindarkan orang dari berpuasa. Keterlaluan!

Tidak Boleh Miliki Anak Lebih dari Satu

Wanita Uighur yang hamil, meskipun telah mencapai usia kandungan 9 bulan, akan tetap dipaksa untuk menggugurkan janinnya, atas dasar peraturan kejam, satu anak di Cina.

Dilarang Pergi dari China

Dan pada tahun 2014 lalu, pemerintah China di Hotan pun mulai membatasi Muslim Uighur untuk melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini dijalankan dengan pembatasan paspor.

Baca Juga: Penindasan Terhadap Muslim Uighur, Bencana Kemanusiaan yang Diabaikan Dunia

Dan semakin meningkat, seiring pengumpulan pasport Muslim Uighur yang dilakukan oleh otoritas polisi. Saat ini, tidak mungkin bagi mereka untuk bepergian ke luar negeri. Kalaupun dibiarkan, mereka akan menjalani interogasi berjam-jam, dan kerap berujung dengan penangkapan.

Kalau sudah se-keterlaluan ini, se-kejam ini, masihkah kamu akan diam?

LEAVE A REPLY