Waspada, 7 Hal ini bisa Menyebabkan Kebotakan

athenalife.com

Gulalives.co – Bukan hanya mahkota bagi wanita, rambut juga merupakan bagian tubuh yang dirawat oleh pria. Rambut yang tebal, halus, dan berkilau tentunya akan menambah rasa percaya diri bagi siapa saja pemilikinya. Maka, kamu perlu mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan kebotakan, agar kamu dapat mencegah terjadinya kondisi yang disebut dengan Alopecia.

Related image
hairlossforwomen.com

Kondisi di mana kulit kepala atau seluruh bagian tubuh mengalami kerontokan rambut. Karena kenyataannya memang hampir seluruh kulit kita memiliki rambut, kecuali bagian telapak tangan dan telapak kaki, ya.

Hal ini karena kulit kita memiliki folikel rambut yang dapat menghasilkan protein keratin yang menumbuhkannya secara alami, dan rambut kita akan mengalami 4 fase siklus pertumbuhan seperti berikut:

  • Fase tumbuh aktif (anagen) yang berlangsung selama 2 hingga 6 tahun.
  • Fase transisi (catagen) yang berlangsung selama 2 hingga 3 minggu.
  • Fase istirahat (telogen) yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan.
  • Fase eksogen, yakni masa ketika rambut terlepas dari folikel rambut atau rambut rontok.

Baca Juga: Manfaat Minyak Kemiri dan Cara Mudah Membuatnya Sendiri di Rumah

Dan jika jumlah rambut yang rontok masih dalam kisaran 50 hingga 100 helai per hari, maka kondisi tersebut masih terbilang normal. Namun, bila jumlah rambut yang rontok terbilang sangat banyak dan tidak dibarengi dengan tumbuhnya rambut baru, maka lama-kelamaan bisa menyebabkan kebotakan.

Jadi, kebotakan sebenarnya terjadi ketika siklus pertumbuhan rambut terganggu. Dan kondisi ini bisa dialami oleh pria pun wanita dari segala usia. Intip 5 hal yang bisa menyebabkan kebotakan dan rambut rontok berikut ini:

Faktor Keturunan

Faktor keturunan ditambah dengan pengaruh dari hormon androgen, sering menyebabkan kebotakan pada pria pun wanita. Faktor penyebab ini disebut juga dengan androgenetik alopecia. Jadi, kalau kebanyakan pria di keluarga besar kamu memiliki rambut botak, jangan heran kalau kamu juga akan lebih mudah mengalami kebotakan.

Karena kelebihan hormon pria dan folikel rambut yang terlalu sensitif yang diduga bisa diturunkan melalui keluarga, menjadi salah satu penyebab kebotakan pada pria.

Sedangkan pada wanita, kebotakan seringkali tidak diketahui penyebabnya. Namun, kondisi tersebut diduga karena hormon wanita yang terlalu sedikit. Androgenetik alopecia pada wanita biasanya terjadi setelah menopause.

Kebiasaan Mencabuti Rambut

Tentu, hal ini juga bisa menyebabkan kebotakan. Namun, kebotakan yang terjadi akibat kebiasaan mencabuti rambut, biasanya hanya terjadi di satu tempat tertentu, yakni pada area di mana kamu sering mencabuti rambut tadi.

Kondisi Autoimun

Kelainan pada sistem imun yang justru berbalik menyerang tubuhnya sendiri juga bisa menyebabkan kebotakan. Kondisi ini dinamakan alopecia areata. Namun, kebanyakan dari kasus alopecia areata, rambut dapat tumbuh kembali beberapa bulan kemudian.

Penyakit Kulit

Penyakit kulit, seperti skleroderma, lupus, dan lichen planus juga bisa menyebabkan tumbuhnya jaringan parut. Kulit yang terkena jaringan parut akan mengalami perubahan dan menyebabkan folikel rambut rusak, sehingga rambut tidak bisa kembali tumbuh. Penyebab kebotakan karena jaringan parut disebut juga dengan scaring alopecia.

Perubahan Hormon

Ternyata, kehamilan juga bisa membuat perubahan hormon yang drastis pada tubuh seorang wanita. Hal ini akan mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut, di mana jumlah rambut yang berada dalam fase telogen (istirahat menjadi 10 hingga 15 persen lebih banyak.

Sehingga menyebabkan kebotakan karena rambut rontok dalam jumlah banyak). Namun, jangan khawatir, karena pada kondisi ini rambut bisa tumbuh kembali dalam waktu 6 bulan setelah kerontokan berhenti.

Sering Menata Rambut

Wanita kerap menata rambutnya dengan menguncir atau lain sebagainya. Namun, tahukah kamu jika kebiasaan ini bisa menyebabkan kebotakan? Menarik rambut saat mengikatnya dengan gaya kuncir kuda atau mengepang, bisa menyebabkan banyak rambut menjadi rontok, sehingga lama-kelamaan kepalamu pun menjadi botak.

Tindakan Medis dan Obat-obatan

Terakhir adalah tindakan medis, seperti kemoterapi dan radioterapi yang memiliki beberapa efek samping, salah satunya adalah kebotakan. Selain dua tindakan medis tersebut, obat-obatan tertentu, seperti bismuth, levodopa, colchicine, dan cyclosporine juga bisa menyebabkan kebotakan.

Pengobatan dan tindakan medis tersebut mengakibatkan gangguan pertumbuhan sel rambut, bahkan sudah menjadi rusak dan rontok pada masa awal pertumbuhan yakni fase anagen. Itulah sebabnya mengapa kondisi ini disebut juga dengan anagen effluvium.

Maka, kamu juga perlu tahu berbagai perubahan gaya hidup dan pilihan pengobatan rumahan yang bisa membantu mengatasi kebotakan, antara lain:

Related image
dhipanama.com
  • Cucilah rambut dengan lembut, begitu pula saat menyisir rambut.
  • Gunakan sampo yang sesuai dengan jenis rambut.
  • Hindari pewarnaan, pengkritingan, dan pelurusan rambut. Biarkan rambut tumbuh secara alami sesuai dengan warna dan bentuk aslinya.
  • Hindari menguncir, menyanggul, serta mengepang rambut terlalu kencang.
  • Hindari memuntir, menarik, atau menggosok rambut.
  • Gunakan sisir lebar untuk menyisir rambut.
  • Setelah keramas, keringkan rambut hanya dengan handuk. Cukup tepuk-tepuk rambut yang basah dan hindari memuntir rambut menggunakan handuk.
  • Memerhatikan asupan makanan yang bernutirisi tinggi untuk rambut.
  • Jangan menyisir rambut saat rambut masih basah.
  • Gunakan conditioner untuk melembutkan rambut sehingga mudah disisir.
SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY