Kenapa Setelah Menikah Haid Menjadi Tidak Teratur?

Gambar Via: factsaboutfertility.org

Gulalives.co – Sebagai wanita, masing-masing kita memang memiliki siklus dan lama menstruasi yang berbeda-beda. Ada yang siklus menstruasinya teratur, tapi ada juga yang tidak teratur, entah lebih panjang atau justru lebih pendek. Bahkan, beberapa di antara kita mengatakan jika setelah menikah haid menjadi tidak teratur, padahal sebelumnya berjalan normal. Kamu salah satu yang mengalaminya? Lantas, sebenarnya apa penyebab hal ini bisa terjadi? Apakah wajar jika kita mengalaminya?

Related image
Gambar Via: verywellfamily.com

Healthline menjabarkan jika siklus menstruasi normal rata-rata terjadi setiap 28 hari. Tapi ada juga yang memiliki siklus haid sekitar 25 hingga 35 hari, dan masih dianggap normal. Seseorang dianggap memiliki haid tidak teratur, baru jika siklus menstruasinya kurang dari 24 hari, atau justru lebih dari 38 hari. Penyebabnya pun beragam:

  • Stres,
  • Asupan makanan, hingga
  • Kehidupan setelah menikah.

Beberapa wanita yang setelah menikah mengeluh siklus haid menjadi tidak teratur pun mengkhawatirkan hal ini, karena takut bisa memengaruhi kesuburan, dan membuat mereka sulit memiliki keturunan. Namun, bagaimana fakta yang sebenarnya?

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Health Education Research and Development tahun 2015, siklus haid menjadi tidak teratur setelah menikah adalah hal yang wajar. Karena, selain itu wanita yang baru saja menikah juga rentan mengalami gejala PMS cukup mengganggu, yakni:

  • Kram perut, hingga
  • Sakit kepala berat, atau bahkan
  • Tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

Lantas, apa penyebab siklus haid menjadi tidak teratur setelah menikah? Berikut di antaranya:

Kebiasaan Baru

Setelah menikah, kamu dan pasangan mungkin akan melakukan kebiasaan baru yang cukup berbeda dengan saat kamu masih sendiri dulu. Kalau biasanya kamu bisa bangun siang dengan bebas, setelah menikah kamu harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan, bersih-bersih rumah, dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Proses menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru inilah yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh kita. Karena, saat tubuh sering mengalami kelelahan, maka bisa menyebabkan siklus menstruasi pun menjadi tidak teratur, entah jadi lebih panjang atau justru lebih pendek dari biasanya.

Naiknya Berat Badan

Wanita pun pria, biasanya akan mengalami kenaikan berat badan setelah menikah. Bahkan, hal ini sering dijadikan patokan apakah seseorang bahagia dengan pernikahannya atau tidak.

Nah, saat kamu makan dengan bebas karena sudah tidak terlalu memikirkan bentuk tubuh (sebab sudah ada yang punya), berat badan kamu pun bertambah (padahal harusnya kamu dan pasangan jauh lebih semangat mengurus diri karena sudah memiliki satu sama lain, lho).

Dan pada akhirnya kenaikan berat badan inilah yang menjadi penyebab siklus haid kamu menjadi tidak teratur setelah menikah. Karena wanita yang tubuhnya gemuk, cenderung memiliki jumlah estrogen yang lebih banyak di dalam tubuhnya. Dan semakin banyak estrogen yang diproduksi, maka siklus menstruasi pun akan semakin tidak teratur.

Stres

Kebanyakan pasangan suami istri yang baru saja menikah, rentan mengalami stres. Karena harus menyesuaikan diri dengan kehidupan berpasangan, tanggung jawab masing-masing dalam rumah tangga. Maka, saat kamu mengalami stres, hormon dalam tubuh pun menjadi tidak seimbang.

Selain bad mood, perubahan hormon juga akan menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur. Tapi nantinya setelah kamu sukses menjalani hari-hari pasca menikah dengan lebih santai dan bahagia, maka siklus menstruasi pun biasanya akan kembali normal seperti sediakala.

Baca Juga: 5 Wanita ini Tidak Boleh Konsumsi Pil KB

KB

Siklus menstruasi yang tidak teratur setelah menikah juga bisa disebabkan oleh alat KB yang sedang kamu gunakan, salah satunya pil KB. Atau jika kamu menggunakan suntik KB, maka kamu akan berhenti mengalami menstruasi.

Jadi, kamu membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan untuk membuat siklus menstruasi kembali normal setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Kamu juga tidak perlu ragu untuk konsultasi dengan dokter kalau mau mengganti alat kontrasepsi yang lebih cocok, ya.

Karena, memiliki siklus haid tidak teratur juga bisa membuat kamu sulit menghitung masa subur. Kamu akan bingung menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim di masa subur, sebagai upaya memiliki anak.

Related image
mypvhc.com

Maka, untuk mengatasinya, kamu harus mulai selalu catat siklus menstruasi selama beberapa bulan. Kemudian, hitung rata-ratanya. Atau kamu juga bisa menggunakan kalkulator masa subur, dan lebih baik lagi jika konsultasi ke dokter kandungan untuk mengetahui masa suburmu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here