Pelajari Penyebab Seseorang Terkena Vitiligo

wessexscene.co.uk

Gulalives.co – Saat sebagian kulitmu kehilangan warna alaminya, maka kondisi ini disebut dengan Vitiligo. Tentu, hal ini membuat kulit seperti mendapatkan tambalan dengan warna kulit yang lebih terang, daripada warna kulit aslimu. Dan selain kulit, nyatanya vitiligo juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti rambut yang bisa berubah menjadi putih. Beberapa orang lainnya kehilangan warna di bagian dalam mulut, bahkan ada juga yang berpengaruh pada bagian mata. Lantas, sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang terkena Vitiligo?

Related image
praiseindy.com

Tak jarang, orang dengan Vitiligo menjadi merasa kehilangan kepercayaan dirinya. Mereka pun menjadi tidak ingin bergaul dengan lingkungan sosial, bahkan sampai ada yang mengalami depresi serius. Penyebab seseorang terkena Vitiligo yakni karena sel-sel penghasil pigmen (melanosit) mati atau berhenti memproduksi melanin.

Pigmen yang memberi warna kulit, rambut, dan mata. Bagian-bagian kulit yang terkena pun akan menjadi lebih terang atau putih. Terkait mengapa sel-sel tersebut gagal atau mati, penyebabnya antara lain:

  • Gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan melanosit di kulit.
  • Riwayat keluarga (faktor keturunan).
  • Kejadian pemicu, seperti terbakar sinar matahari, stres, pun terkena paparan bahan kimia industri.

Orang yang terkena Vitiligo sangat tinggi, akan memiliki risiko mengalami stres, karena pergaulan sosial atau kondisi psikologis. Mereka pun menjadi lebih rentan mengalami sunburn dan kanker kulit, masalah mata, seperti radang iris (iritis), hingga kehilangan pendengaran.

Baca Juga: 6 Orang yang Berisiko Terkena HIV/AIDS

Tanda utama seseorang terkena Vitiligo adalah hilangnya warna kulit secara merata. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari, seperti tangan, kaki, lengan, wajah dan bibir. Tapi kamu juga perlu mengetahui tanda-tanda seseorang terkena Vitiligo lainnya, termasuk:

  • Kerontokan warna kulit.
  • Rambut memutih secara prematur pemutih mulai dari rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut.
  • Hilangnya warna di jaringan yang melapisi bagian dalam mulut dan hidung (selaput lendir).
  • Hilang atau berubahnya warna lapisan bagian dalam bola mata (retina).

Vitiligo dapat terjadi pada usia berapa pun, tapi paling sering muncul sebelum seseorang menginjak usia 20. Semua tergantung dari jenis vitiligo yang dialami. Misalnya:

  • Jika bercak yang berubah warna meliputi hampir keseluruhan kulit tubuh, maka disebut vitiligo umum.
  • Ketika bercak yang berubah warna sering berkembang sama pada bagian tubuh yang bersesuaian (secara simetris) atau hanya pada satu bagian dari tubuh, maka jenis ini disebut vitiligo segmental. Tipe ini cenderung terjadi pada usia yang lebih muda, dan biasanya berlangsung selama satu atau dua tahun, kemudian berhenti.
  • Sedangkan jika hanya terjadi pada satu atau beberapa area tubuh saja, maka tipe ini disebut vitiligo lokal (fokal).

Memang tidak mudah untuk memprediksi bagaimana penyakit vitiligo ini akan berkembang. Karena terkadang perubahan warna bisa saja tiba-tiba berhenti terbentuk tanpa perawatan. Dalam banyak kasus, kehilangan pigmen menyebar, hingga akhirnya melibatkan sebagian besar kulit, sehingga jarang kulit mendapatkan warnanya kembali.

Image result for vitiligo woman
inspiremore.com

Maka, penting untuk kamu konsultasi dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk menanganinya. Vitiligo tidak memiliki obat. Namun, perawatan dapat membantu menghentikan atau memperlambat proses perubahan warna, hingga mengembalikan warna kulitmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here