10 Hal Sepele yang Menyebabkan Perceraian, Hati-hati!

0
94 views
thefederalist.com

Gulalives.co – Siapa yang menikah untuk sengaja bercerai? Pastinya tidak ada, ya. Kita menikah untuk menyempurnakan ibadah. Ingin menyempurnakan kekurangan pasangan, dengan kelebihan yang kita punya, begitupun sebaliknya. Namun, bagaimana jika nyatanya kita dan pasangan terlibat dalam hal sepele yang justru menyebabkan perceraian? Apa saja penyebab yang bisa membuat kamu dan pasangan berpisah? Simak 10 di antaranya, versi Gulalives:

Related image
waterfordwhispersnews.com

Hanya Merasa seperti Teman Serumah

Sepasang suami istri yang sama-sama sibuk, biasanya akan membuat kamu dan pasangan menjadi jarang bertemu di rumah sendiri. Saat pasangan pulang, kamu justru sudah terlelap, atau sebaliknya saat kamu berangkat pagi, kalian tidak sempat saling menyapa.

Kamu dan dia jadi merasa seperti teman serumah saja, bukan lagi sebagai teman hidup. Maka, usahakan untuk selalu memiliki waktu bertemu, untuk membicarakan aktivitas kalian setiap hari, kalau kalian benar-benar tidak ingin terjadi perceraian dalam rumah tangga.

Hubungan Intim Hanya Sekadar Rutinitas

Seks atau hubungan intim antara kamu dan pasangan, seharusnya bisa menjadi bumbu perekat dalam rumah tangga. Namun, jika kamu dan pasangan merasa bahwa seks merupakan sebuah kewajiban setelah menikah, maka hal ini bisa menyebabkan perceraian. Upayakan untuk menciptakan momen intim bersama pasangan, agar kalian kembali merasa istimewa dan dicintai, oleh satu sama lain.

Baca Juga: Pernahkah Orangtua Berpikir, Seberapa Berat Luka Perceraian bagi Anak?

Istri Sakit Keras

Dilansir dari Journal of Health and Social Behavior, pernikahan akan cenderung goyah saat istri menderita sakit keras, yakni semacam stroke, jantung, hingga kanker.

Riset yang melibatkan 3,000 hubungan pernikahan pada responden berusia 50 tahun ini juga menunjukkan bahwa pernikahan akan cenderung lebih awet jika suami yang mengalami sakit.

Kemungkinan, hal ini terjadi karena kaum wanita lebih telaten dan sabar dalam merawat pasangannya yang sakit. Sedangkan, kaum pria yang dikenal tidak sabaran, biasanya kesulitan menghadapi istri yang sakit keras, sehingga cenderung memilih untuk menyudahi pernikahan. Tapi perlu dicatat, tidak semua pria seperti ini, ya.

Jarang Duduk Bersama

Saat kamu dan suami sudah saling sibuk mengurus anak, pekerjaan, dan urusan rumah tangga, tidak sadar membuat kalian jarang punya waktu berdua. Kamu dan pasangan jarang duduk bersama, bahkan untuk sekadar membicarakan tentang hubungan kalian sendiri. Padahal, hal sederhana ini wajib dijadikan rutinitas sebagai perekat hubungan, agar tidak menyebabkan perceraian, dan pernikahan tidak terasa hambar.

Lebih Mementingkan Karier daripada Keluarga

Karier memang penting, tapi kamu dan pasangan tetap harus ingat bahwa setelah kalian memutuskan untuk komitmen berkeluarga, maka wajib bagi kamu dan pasangan untuk mengutamakan keluarga di atas segalanya. Jangan biarkan kesibukan kalian menyita waktu berharga dengan keluarga. Karena, lama-kelamaan kebiasaan ini juga akan menyebabkan perceraian. Sedih, kan?

Baca Juga: Mengapa Pasangan sering Mengancam Perceraian? Apa yang Sebenarnya Ia Sembunyikan?

Menceritakan Masalah Rumah Tangga pada Lawan Jenis

Menceritakan masalah rumah tangga pada orang lain, apalagi pada lawan jenis, adalah kesalahan yang besar. Kalau kamu tidak ingin kehidupan rumah tangga kalian terancam.

Maka, jangan sekali-kali menceritakan masalah pernikahan kamu dan pasangan, apalagi pada teman lawan jenis. Karena, ini akan memicu perselingkuhan, saat kamu merasa mendapatkan simpati dan perhatian lebih dari temanmu, itulah bibit hubungan terlarang yang tanpa sengaja kamu tanam sendiri.

Teman Pasanganmu yang Membawa Pengaruh Buruk

Lingkungan pertemanan pasangan juga perlu untuk kamu waspadai. Karena, bukan tidak mungkin jika lingkungan pasanganmu memberikan pengaruh buruk untuk hubungan kalian.

Misalnya, teman-temannya mempengaruhi untuk melakukan hal yang tidak kamu suka. Hal ini tentu bisa menjadi penyebab utama perselisihan di antara kalian, hingga mengancam keharmonisan rumah tangga.

Tidak Membantu Pasangan Menyelesaikan Pekerjaan Rumah Tangga

Mungkin, kamu dan pasangan sudah membagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga masing-masing. Namun, tentunya kamu dan dia juga tetap harus peka dan selalu siap sedia membantu satu sama lain, ya?

Jangan biarkan pasanganmu merasa kewalahan dengan pekerjaan rumah tangga kalian. Contoh, suami bisa peka untuk mencuci piring dan membereskan dapur setelah istri selesai memasak, atau istri yang peka menyambut suaminya pulang setelah ia lelah bekerja.

Baca Juga: 8 Kunci Pernikahan Langgeng Agar Terhindar dari Perceraian!

Tidak Memiliki Hormon Oksitosin

Meski terdengar aneh, nyatanya hal ini benar adanya. Para peneliti dari Swedia menemukan adanya varian gen yang memiliki kontribusi dalam goyahnya pernikahan, hingga menyebabkan perceraian.

Laporan penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2013 dalam jurnal Biological Psychiatry itu, menyatakan bahwa beberapa wanita membawa permutasi yang mencegah proses oksitosin atau hormon cinta, secara benar dan sesuai.

Hormon oksitosin diproduksi secara alami oleh tubuh, dan menimbulkan perasaan cinta, keterkaitan dengan pasangan, serta kebahagiaan.

Maka, saat seorang wanita memiliki varian gen permutasi yang mencegah proses oksitosin, biasanya ia akan melajang, atau justru punya masalah dengan komitmen. Kalaupun ia menikah, 50 persen kemungkinannya, pernikahan mereka akan penuh rintangan.

Tidak Memiliki Kehidupan Sosial

Memiliki kehidupan sosial merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga, agar tetap bahagia dan terhindar dari rasa jenuh. Maka, tetaplah menjalin hubungan baik dengan teman-teman sepermainan, meskipun kamu sudah menikah. Karena, selain bisa menyehatkan, kamu juga tetap bisa memiliki kehidupan sosial di luar sana.

Related image
hurriyetdailynews.com

Semoga kamu dan pasangan tidak terlibat dalam 10 hal sepele yang bisa menyebabkan perceraian, ya. Dan, rumah tangga kalian senantiasa bahagia, selamanya. Aamiin.

LEAVE A REPLY