Tidak Pernah Pakai Narkoba, tapi Hasil Tes Positif? Ini Penyebabnya!

0
27 views
koranbekasi.id

Gulalives.co – Tahukah kamu jika tes narkoba menunjukkan hasil positif, belum bisa dijadikan kepastian orang tersebut mengonsumsi narkoba? Karena, tidak ada alat yang 100 persen akurat. Statistik menunjukkan adanya peluang false positive dalam tes urine, yakni seolah hasilnya positif, padahal bukan.

Related image
patas.id

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa false positive ditemukan pada 5 hingga 10 persen kasus. Seseorang yang mengonsumsi makanan atau obat-obatan tertentu, yang diresepkan oleh dokter, justru memiliki kemungkinan hasil tes narkobanya positif, meski ia bukan seorang pemakai pun pecandu. Lantas, apa penyebabnya?

Meminum Air Tonik

Air tonik memang menyegarkan, tapi jika dikonsumsi menjelang tes narkoba, bisa mempengaruhi hasilnya menjadi positif. Karena kandungan quinine, obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan malaria inilah penyebabnya. Quinine biasanya dicampur dengan obat-obatan terlarang, sehingga menjadi salah satu obat-obatan ilegal yang dilarang untuk diperjualbelikan di dunia.

Meminum Obat Flu

Beberapa obat flu juga memasukkan bahan brompheniramine yang merupakan anthihistamine ke dalam obatnya. Brompheniramine inilah yang seringkali mengakibatkan salah deteksi, sebagai methamphetamine.

Metamphetanmine merupakan salah satu bahan obat-obatan yang digolongkan sebagai narkoba. Dekongestan atau pelega tenggorokan dan obat batuk pseudoepfedrine bisa terdeteksi sebagai amphetamine dalam tes urine. Obat pilek lainnya, seperti promethazine juga bisa memberikan hasil positif pada tes urine untuk mendeteksi amphetamine.

Menggunakan Sabun Bayi

Penelitian yang dilakukan University of North Carolina tahun 2012 silam, menunjukkan bahwa beberapa produk sabun bayi bisa memicu hasil positif palsu untuk tetrahydrocannabinol (THC).

THC sendiri merupakan senyawa aktif yang ada pada ganja. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Belum diketahui pasti penyebabnya, tapi peneliti menduga bahwa adanya senyawa di dalam sabun yang secara struktur mirip dengan THC.

Selain itu, bisa juga karena komposisi kimia sabun memengaruhi tes bekerja. Salah satu peneliti Profesor Catherine Hammett-Stabler mengatakan bahwa, sabun tetap aman digunakan bayi, dan tidak menimbulkan efek seperti ganja.

Mengonsumsi Antibiotik

Pada sebuah artikel dalam jurnal Current Psychiatry pada Agustus 2006 silam, menyebut bahwa amoxicillin dan sebagian besar antibiotik bisa memberikan hasil false positive dalam tes penyalahgunaan kokain.

Begitu pula antibiotika golongan quinolone, bisa memberikan hasil false positive untuk heroin dan morfin. Alasannya sama seperti pada air tonik tadi, yakni karena senyawa tersebut sering dicampurkan ke dalam narkoba.

Baca Juga: Sosialisasi Bahaya Narkoba Melalui Industri Film, Wagub Sandiaga Apresiasi #Partikelir

Mengonsumsi Biji Tanaman Poppy

Biji tanaman Poppy atau disebut Poppy seeds, sangat mudah ditemui sebagai taburan salad atau topping roti bagel, ya? Tapi tahukah kamu, jika biji tanaman poppy adalah biji bunga opium? Nah, dari tanaman inilah asal bubuk Morfin berasal. Jadi, tidak heran jika kamu mengonsumsinya, maka akan membuat hasil tes narkoba menjadi positif.

Mengonsumsi Ibuprofen

Sudah tidak asing dengan istilah ibuprofen? Obat yang biasa digunakan untuk melawan peradangan dalam tubuh ini mengejutkan dalam sebuah studi. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1990 silam, menemukan bahwa 60 orang yang mengonsumsi ibuprofen dalam berbagai dosis, terdeteksi positif narkoba.

Padahal, setelah diteliti, penyebabnya adalah ibuprofen yang salah dikenali sabagai mariyuana dan barbiturates, yang mana digunakan untuk obat penenang atau obat tidur.

Penghirup Pasif Asap Mariyuana

Bukan cuma pengisap mariyuana aktif yang terdeteksi positif menggunakan narkoba dalam tesnya, tapi juga penghirup pasif yang berada di sekitar pengisap mariyuana. Paparan ganja, disadari atau tidak, bisa menghasilkan tes urin menjadi positif narkoba.

Pada beberapa kasus ekstrem, seseorang yang berada pada satu ruangan dengan orang lain yang sedang mengonsumsi rokok ganja, dapat ikut teridentifikasi positif pada tes narkoba. Hal ini terbukti dari sebuah penelitian di Amerika Serikat tahun 2015 silam, di mana melibatkan enam perokok ganja dan enam orang non-perokok.

Setelah satu jam para perokok mengonsumsi ganja, beberapa non-perokok pun menjadi positif memiliki senyawa aktif ganja, tetrahydrocannabinol, di dalam darahnya, sebesar 20 hingga 50 nanogram per mililiter.

Related image
validnews.co

Kalau sudah menyeramkan seperti ini, lantas bagaimana kita bisa memastikan seseorang benar-benar mengonsumsi narkoba atau tidak? Dikutip dari drugs.com, hasil positif pada tes awal atau initial testing, akan dilanjutkan dengan confirmatory testing, yakni metode yang sering digunakan untuk mengonfirmasi hasil positif, tidak lain dan tidak bukan adalah gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS).

Intinya, mulai sekarang lebih hati-hati, waspada, dan teliti lagi dalam menjalani hari-hari kamu, ya.

LEAVE A REPLY