6 Penyebab Gangguan Fungsi Hati

blog.talwalkars.net

Gulalives.co – Menjadi salah satu organ vital yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, membuat kita harus menjaga kesehatan hati dengan baik. Karena, jika terjadi kerusakan pada organ ini, disinyalir mampu menimbulkan kerusakan pada organ lainnya, terlebih pada bagian sistem pencernaan. Lantas, apa saja penyebab gangguan fungsi hati dalam tubuh seseorang?

Related image
infocity.cf

Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh

Penyebab gangguan fungsi hati yang pertama adalah saat adanya penyakit, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh (autoimun), dan dapat mempengaruhi hati seseorang, yakni:

  • Autoimmune hepatitis,
  • Primary biliary cirrhosis, dan
  • Primary sclerosing cholangitis.

Merokok

Semua orang pasti sudah tahu jika kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab gangguan fungsi hati paling kuat, terlebih kanker hati, apalagi jika disertai dengan konsumsi alkohol. Mengapa?

Karena dalam asap rokok, terkandung jutaan zat racun yang berbahaya bagi tubuh, dan hati menjadi satu-satunya organ yang bertugas untuk menetralisir masuknya racun melalui aliran darah ini. Selain itu, nikotin akan menyebabkan meningkatnya kadar lemak di dalam darah, dan kondisi ini meningkatkan risiko munculnya gangguan fungsi hati dan empedu.

Obesitas

Berdasarkan survei yang dilakukan di Amerika Serikat, terbukti bahwa obesitas menjadi penyebab gangguan fungsi hati yang utama, meski orang tersebut tidak mengonsumsi alkohol.

Obesitas erat kaitannya dengan penumpukan kalori yang terlalu banyak di dalam tubuh, termasuk lemak hati yang menjadikan seseorang mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini juga memicu munculnya penyakit gangguan gagal hati dan sirosis.

Konsumsi Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang juga akan menjadi penyebab gangguan fungsi hati, terutama asetaminofen dan steroid anabolik. Asetaminofen terkandung dalam berbagai jenis produk obat, seperti misalnya obat pilek dan batuk.

Sementara itu, steroid anabolik sering digunakan oleh para atlet demi mendapatkan performa maksimal selama menjalani kompetisi. Belum lagi dengan obat-obatan terlarang, seperti kokain, heroin, dan masih banyak lagi.

Faktor Genetik

Yap, genetik memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kesehatan. Karena, berbagai penyakit berbahaya bisa menurun akibat faktor satu ini. Seperti diabetes yang lebih mudah menurun langsung dari orangtua pada anaknya.

Kaitannya dengan penyebab gangguan fungsi hati, penyakit seperti herediter hemochromatosis yang menyebabkan sirosis akibat penumpukan lemak tubuh juga menjadi penyakit yang biasanya langsung diturunkan melalui faktor genetik.

Minuman Bersoda

Minuman bersoda tinggi yang mengandung gula, tentu tidak baik untuk tubuh, karena selain menjadi pemicu utama munculnya penyakit diabetes dan obesitas, penelitian yang telah dipublikasikan oleh The Journal of Hepatologi juga mengemukakan.

Bahwa ada risiko penyebab gangguan fungsi hati akan lebih tinggi terjadi pada orang yang mengonsumsi soda, meski hanya satu gelas. Studi tersebut juga menyebutkan bahwa risiko ini lebih rentan menyerang mereka yang sudah mengalami obesitas.

Penyakit Autoimun

Jenis penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab gangguan fungsi hati, seperti hepatitis autoimun, karena saat kondisi ini, hati menjadi tidak bisa berfungsi dengan baik, akibat diserang oleh sistem imunitas tubuh. Penyebab penyakit ini memang belum dapat dipastikan, tapi beberapa pakar kesehatan menyebutkan bahwa terdapat peranan genetik di dalamnya.

Infeksi

Parasit dan virus dapat menjadi penyebab gangguan fungsi hati, karena peradangan dan mengurangi kemampuannya bekerja. Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau urin, makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi. Jenis yang paling umum terjadi dari infeksi hati adalah virus hepatitis, yakni:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C

Lantas, bagaimana jika seorang pasien sudah telanjur menderita penyakit hati yang berat?

Image result for Liver Function
quora.com
  • Makanlah karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam diet ini,
  • Makan asupan lemak dalam jumlah sedang, seperti yang ditentukan oleh dokter. Sebab, peningkatan karbohidrat dan lemak membantu mencegah pemecahan protein dalam hati,
  • Memiliki sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Contoh: orang dengan 154-pound (70 kilogram) harus makan 70 gram protein per hari. Ini tidak termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung, ya. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu makan protein dalam jumlah yang lebih, konsultasikan saja dengan doktermu untuk pastinya,
  • Konsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks, dan
  • Mengurangi jumlah garam yang dikonsumsi (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari) untuk mempertahankan cairan.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit-penyakit berat, ya. Namun, jika kamu atau keluarga terkasih salah satu yang sudah mengidapnya, jangan menyerah, sebab Tuhan tak pernah memberi beban lebih dari kemampuan umat-Nya. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here