4 Hal yang Menyebabkan Bibir Sumbing pada Bayi Baru Lahir

grid.id

Gulalives.co – Orangtua mana yang tidak mengharapkan agar bayinya lahir dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cacat fisik sedikit pun? Namun, tidak menutup kemungkinan bayi yang baru lahir pun memiliki sedikit kekurangan. Contoh, pada kasus yang banyak terjadi di Indonesia adalah cacat lahir karena mengidap cleft lip atau bibir sumbing.

Related image
rssetiamitra.co.id

Pada tahun 2016, tercatat lebih dari 9.500 bayi mengidap bibir sumbing. Maka, bukan tidak mungkin, jumlah pengidap kondisi tersebut akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Dan, akibat penyakit ini, senyuman manis pada wajah bayi pun menjadi tidak dapat tercipta, karena adanya celah di bagian bibir atas mereka.

Cleft lip atau bibir sumbing terjadi karena jaringan yang membentuk bibir, yang seharusnya terjadi pada trimester kehamilan, tidak mengalami penyatuan. Maka, saat lahir bayi akan memiliki celah di bagian bibir atas, yakni antara hidung dan mulut. Kondisi bibir sumbing dapat terjadi pada dua bagian sekaligus, yakni cleft lip atau bagian bibir, dan cleft palate atau langit-langit mulut.

Meskipun dapat diatasi dengan operasi bedah, tapi lebih baik jika ibu hamil mengantisipasi kecacatan seperti bibir sumbing sebelum bayi lahir ke dunia dengan mengetahui beberapa faktor penyebab bibir sumbing pada bayi, yakni:

Efek Samping Obat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat hamil ibu tidak boleh sembarang mengonsumsi obat tanpa persetujuan dokter. Karena, jika hal ini dilanggar, risiko kehamilan yang membahayakan janin pun dapat terjadi. Salah satunya adalah bibir sumbing tadi. Maka, kamu perlu tahu jika di bawah ini adalah daftar obat yang dilarang untuk dikonsumsi ibu selama hamil:

  • Isotretinoin.
  • Asetosal.
  • Aspirin (SCHARDEIN-1985).
  • Rifampisin.
  • Fenasetin.
  • Sulfonamid.
  • Aminoglikosida.
  • Indometasin.
  • Asam Flufetamat.
  • Ibuprofen.
  • Penisilamin.
  • Antihistamin.
  • Antineoplastik.
  • Kortikosteroid.

Genetik

Penyebab utama bibir sumbing pada bayi adalah faktor keturunan atau genetik yang didapat dari orangtuanya. Selain itu, gen dari nenek dan kakek juga bisa memicu kondisi serupa.

Baca Juga: Mengenal 5 Tanda Leukemia pada Anak

Hingga kini tidak dapat dipastikan bahwa orangtua yang menderita bibir sumbing, kelak pasti mempunyai keturunan dengan kondisi yang sama atau tidak. Jadi, pencegahan dengan meningkatkan asupan asam folat menjadi salah satu cara untuk dapat menekan risiko bayi mengalami bibir sumbing.

Kekurangan Asam Folat

Jika ibu atau pasangan memiliki riwayat bibir sumbing, cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan asam folat yang tinggi. Karena, jika kebutuhan asam folat tercukupi dengan baik, maka sama saja kamu sedang mengantisipasi terjadinya kelainan pada bayi.

Pada fase awal kehamilan, asam folat berperan penting dalam proses pembentukan jaringan wajah dan sistem saraf otak. Proses ini terjadi pada trimester awal kehamilan, saat janin mengalami perkembangan secara signifikan.

Sumber asam folat yang dapat ibu konsumsi rutin saat hamil adalah brokoli, kacang almond, hati sapi, jagung, bayam, alpukat, jeruk, stroberi, dan pisang.

Obesitas

Obesitas adalah hal yang dapat mengganggu kehamilan. Namun, ternyata obesitas juga bisa menjadi penyebab sulit hamil, hingga menimbulkan risiko lebih tinggi dalam melahirkan bayi dengan bibir sumbing.

Image result for bibir sumbing pada bayi baru lahir
blogspot.com

Meski wajar untuk menambah berat badan saat hamil, sebaiknya tetap jangan membiarkan berat tubuhmu bertambah secara berlebihan, ya. Agar ibu tidak perlu mengalami obesitas, dan membahayakan tumbuh kembang janin. Jadi, atur pola makan yang sehat, sertai juga dengan olahraga agar tubuh selalu fit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here