6 Penyebab Berat Lahir Rendah pada Bayi

acritica.com

Gulalives.co – Hasil perkembangan dalam kandungan dan kecukupan nutrisi saat dilahirkan akan tercermin pada berat lahir bayi. Maka, bayi akan dikatakan memiliki berat lahir rendah atau BBLR, jika memiliki berat badan kurang dari 2,500 gram (2,5 kg). Beberapa klasifikasi lain untuk berat lahir rendah adalah:

Related image
xnet.ynet.co.il
  • Berat lahir sangat rendah jika di bawah 1,5 kg, dan
  • Berat lahir rendah ekstrem jika di bawah 1 kg.

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kondisi bayi saat dilahirkan, tapi juga kesehatan bahkan kelangsungan hidup buah hatimu. Pada umumnya, bayi yang dilahirkan prematur atau kurang dari 37 minggu usia kandungan, akan memiliki berat lahir yang lebih rendah dari biasanya.

Di samping jangka waktu kehamilan, berat lahir bayi juga ditentukan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan. Apa saja? Berikut 6 di antaranya versi Gulalives:

Berat Badan Ibu saat Hamil

Peningkatan asupan untuk memenuhi kebutuhan bayi, akan berdampak pada kenaikan berat badan saat kehamilan. Kenaikan berat badan biasanya berkisar antara 5 kg hingga 18 kg, yang disesuaikan dengan status gizi ibu sebelum hamil, pada mereka yang memiliki berat badan normal, kenaikan berat badan yang disarankan sekitar 11 kg hingga 16 kg.

Sebab, kenaikan berat badan yang terlalu sedikit akan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Frederik dan koleganya, mereka menemukan kenaikan berat badan ibu hamil memiliki hubungan positif terhadap berat bayi saat dilahirkan, maka semakin besar peningkatan berat badan ibu hamil, akan semakin tinggi juga berat badan bayi saat dilahirkan. Asal, jangan berlebihan juga, ya.

Jarak Waktu Melahirkan Anak

Jika waktu kehamilan satu anak dan lainnya terlalu berdekatan, maka kemungkinannya pun tubuh ibu belum menyimpan nutrisi yang cukup untuk kehamilan berikutnya.

Kebutuhan nutrisi akan meningkat saat hamil, dan akan lebih tinggi lagi jika ibu mengalami kehamilan serta harus memberikan ASI secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko berat lahir rendah pada bayi.

Penelitian di India juga menemukan, bahwa Ibu yang melahirkan BBLR cenderung memiliki interval kelahiran yang lebih singkat. Rata-rata BBLR terjadi pada ibu yang melahirkan dengan jarak hanya 24 bulan, dari kelahiran sebelumnya.

Kondisi Kesehatan Ibu

Kesehatan ibu selama hamil, pun riwayat kesehatan sebelumnya, dapat menjadi penyebab BBLR. Selain masalah kesehatan fisik, kesehatan psikologis ibu pun berpengaruh. Dan, berikut beberapa masalah kesehatan ibu yang dapat menyebabkan berat lahir rendah pada bayi:

  • Anemia, kondisi ini biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) dalam darah saat kehamilan, tapi bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen tablet Fe saat hamil.
  • Riwayat keguguran dan melahirkan BBLR menjadi salah satu masalah yang menyebabkan keguguran, sebab saat tubuh tidak dapat mempertahankan kandungan, mereka dengan usia lebih dari 30 tahun pun biasanya memiliki risiko lebih tinggi, untuk memiliki kandungan yang cenderung lemah, sehingga berisiko melahirkan prematur dan BBLR.
  • Penyakit Infeksi, beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan BBLR adalah:
  1. HIV (dapat ditularkan melalui plasenta ibu yang terinfeksi HIV pada bayi hingga menyebabkan gangguan perkembangan dan imun bayi sejak dalam kandungan)
  2. Toxoplasmosis (menginfeksi lewat makanan yang tidak matang atau tidak higienis),
    Begitupun dengan listeria.
  • Komplikasi kehamilan, di antaranya adalah gangguan pada uterus dan letak plasenta yang lebih rendah, sehingga menyebabkan bayi harus dilahirkan dengan operasi caesar, saat kurang dari usia kandungan normal.
  • Pregnancy blues, hal ini disebabkan oleh gangguan hormonal yang menyebabkan kesedihan secara terus-menerus selama hamil. Dampaknya, dapat menghilangkan nafsu makan dan kelelahan yang konstan pada ibu hamil.
  • Paparan alkohol dan asap rokok saat hamil (pasif pun aktif), konsumsi keduanya menyebabkan racun masuk ke aliran darah ibu hamil dan dapat merusak plasenta, sehingga dapat merusak sumber nutrisi bagi bayi dalam kandungan. Keduanya juga bisa menyebabkan kerusakan sel, terutama protein dan lapisan lipid. Konsumsi alkohol sebanyak 20 gram saja dapat menyebabkan janin mengalami hambatan perkembangan serta pernapasan.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Melahirkan Bayi Kembar

Dengan adanya lebih dari satu bayi dalam kandungan, maka tubuh pun akan berusaha lebih keras untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Jika mengalami kekurangan nutrisi saat kehamilan, maka akan menyebabkan berat lahir rendah.

Bayi yang lahir kembar pun akan cenderung memiliki badan yang lebih kecil, karena keterbatasan ruang untuk berkembang saat di dalam kandungan, sehingga mereka memiliki berat lahir yang rendah.

Maka, sebaiknya Ibu yang sudah terdeteksi akan memiliki bayi kembar, meningkatkan kecukupan asupan dan meningkatkan berat badan, antara 14 kg hingga 23 kg, agar dapat mengurangi risiko melahirkan bayi kembar dengan berat lahir yang rendah.

Status Gizi Ibu Sebelum Hamil

Status gizi calon ibu pun memenentukan asupan yang akan diperoleh bayi dalam kandungan. Kecukupan status gizi sebelum kehamilan, akan dinilai menggunakan indeks masa tubuh (IMT).

Sebuah penelitian bahkan menunjukkan jika wanita berbadan kurus atau dengan IMT < 18,5, memiliki peluang dua kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat rendah, dibandingkan individu dengan IMT normal.

Maka, saat sebelum memasuki masa kehamilan, IMT akan menggambarkan perkembangan tubuh, dan kecukupan asupan untuk ibu dan buah hati.

Usia Ibu saat Hamil

Hal terakhir yang menjadi penyebab berat lahir rendah pada bayi adalah usia ibu yang masih tergolong remaja. Tubuh seorang perempuan di usia remaja, belum siap untuk mengalami kehamilan, hal ini juga dapat disebabkan oleh kecukupan nutrisi pada usia tersebut.

Related image
natagnihotri.wordpress.com

Kehamilan usia remaja yang paling sering terjadi ada pada usia 15 hingga 19 tahun. Akibatnya, risiko melahirkan bayi dengan berat lahir yang rendah pun meningkat hingga 50%, dibandingkan dengan mereka yang mengandung pada usia normal, yakni sekitar 20 hingga 29 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here