3 Faktor Penyebab Anak Terlahir Albino

0
42 views
lovewhatmatters.com

Gulalives.co – Ibu mana yang tidak berusaha untuk memenuhi asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan janin dalam kandungan saat hamil? Seorang ibu pasti melakukannya, agar anak bisa terhindar dari berbagai penyakit saat lahir nanti. Namun, nyatanya ada banyak hal yang menjadi penyebab seorang anak terlahir berbeda, karena memiliki kelainan genetik, salah satunya adalah kondisi albinisme atau anak terlahir albino.

Image result for baby with albinism
nohandsbutours.com

Kondisi ini adalah kelainan pada seseorang yang ditandai dengan kurang optimalnya produksi melanin atau pigmen yang berfungsi memberi warna pada kulit, mata, dan rambut. Lantas, apa saja yang menjadi faktor penyebab seorang anak terlahir albino? Berikut 3 di antaranya versi Gulalives:

Faktor Keturunan

Penyebab lainnya seorang anak terlahir albino adalah faktor keturunan. Jika salah satu orangtua, yakni kamu atau pasangan, memiliki masalah genetik, maka dapat menurun hal ini pada anak.

Maka, kalian perlu melakukan cek kesehatan sebagai orangtua, untuk memastikan tidak ada masalah pada genetik kalian. Karena, kebanyakan anak yang mengalami kondisi albinisme atau albino, lahir dari orang tua yang diketahui memiliki produksi melanin normal dan tidak menunjukkan tanda adanya masalah genetik pada mereka.

Masalah Genetik

Kondisi albinisme atau anak terlahir albino, bisa dialami seseorang yang memiliki masalah genetik, yakni mengenai produksi melanin dan pigmen dalam tubuhnya. Meskipun orangtua tidak memiliki masalah genetik, terkadang janin memiliki masalah tersebut, dan tidak terlihat, karena bersifat resesif.

Maka, sebaiknya upayakan untuk selalu memeriksakan kesehatan kandunganmu secara rutin, agar setiap hal yang bersangkutan dengan janin pun bisa segera kamu dan pasangan ketahui.

Sindrom Langka

Ada beberapa jenis sindrom langka yang bisa membuat seorang anak terlahir albino, yakni:

  • Hermansky Pudlak Syndrome,
  • Chediak Higashi Syndrome, dan
  • Griscelli Syndrome.

Sindrom langka ini muncul akibat kurangnya jumlah genetik pada tubuh. Gejala dan dampaknya pun berbeda-beda. Berdasarkan gejala yang dirasakan, kondisi albinisme memiliki dua jenis yang berbeda, yakni:

  • Albinisme okular, dan
  • Albinisme okulokutaneus.

Albinisme okular berdampak pada penglihatan seseorang yang mengalami albinisme, dan hanya sedikit perubahan pada warna kulit atau rambut. Sedangkan, albinisme okulokutaneus adalah kondisi albinisme yang paling umum terjadi, dan memengaruhi keseluruhan warna rambut, mata, dan kulit.

Kondisi albinisme tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dilakukan pencegahan dan pengobatan pada bagian-bagian tertentu, agar tidak berdampak lebih parah lagi untuk kesehatan. Hal yang paling sering dialami oleh seseorang dengan kondisi albino adalah masalah pada mata yang dikenal dengan istilah ocular albinism, atau albinisme okular tadi.

Baca Juga: 12 Tanda Anak Kurang Perhatian, Perbaiki Hubungan Sebelum Terlambat

Meskipun tidak terlalu memengaruhi penglihatan, dengan kurangnya pigmen, mata akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Seseorang yang mengalami kondisi albinisme juga dianjurkan untuk menghindari pencahayaan matahari secara langsung.

Mereka juga bisa menggunakan tabir surya, ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Lakukan juga pemeriksaan rutin untuk mengetahui seberapa besar risiko komplikasi penyakit lain, seperti kanker kulit. Hal ini dilakukan agar bisa mencegah sedini mungkin. Lantas, apa saja tanda-tanda albinisme pada bayi?

Gerakan Mata

Pada bayi yang sudah berusia tiga sampai empat bulan, kamu bisa mengamati beberapa gejala albinisme, terutama pada bagian matanya. Kalau mata buah hatimu sering bergerak-gerak sendiri, secara cukup intens, baik ke arah yang sama atau ke arah yang berlawanan. Maka, kondisi ini bisa dinamakan nistagmus.

Sensitif Terhadap Sinar Matahari

Tanda albinisme pada bayi yang juga perlu untuk kamu waspadai adalah sangat pekanya mereka terhadap sinar matahari. Maka, saat kamu menjemur bayi dengan albinisme di luar rumah, akan muncul bintik-bintik kecokelatan (freckles) pada kulit, terutama di wajahnya.

Warna Kulit, Rambut, dan Mata

Terakhir, mata bayi dengan albinisme biasanya akan berwarna biru atau cokelat, sangat pucat. Selain itu, kalau buah hatimu punya rambut di kepala pun rambut-rambut halus lainnya, maka akan berwarna kuning, cokelat, atau merah.

Kemungkinan besar, bayi kamu mengidap albinisme. Pada kasus yang serius, bayi mungkin akan memiliki rambut dan rambut-rambut halus berwarna putih. Biasanya, warna rambut dan kulit bayi yang pucat, akan berubah menjadi lebih gelap dengan sendirinya, seiring dengan pertumbuhan usia. Namun, bisa juga tidak.

Jadi, kalau kamu dan pasangan curiga bayi kalian mengidap albinisme, jangan tunda untuk segera bawa ke dokter, ya. Agar bisa didiagnosis dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sejak dini. Karena, ada banyak jenis serta penyebab albinisme, dan masing-masing kondisi akan berbeda.

Seperti menurut seorang pakar genetika dan biologi molekular dari Denmark, Karen Gronskov, dokter anak akan memeriksa fungsi mata bayi. Setelah itu, dokter akan melakukan tes DNA untuk memastikan penyebab albinisme, misalnya kekurangan enzim tertentu.

Dan, untuk memastikan bayi dengan albinisme tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, kamu akan dianjurkan untuk menjauhkan bayi dari sinar matahari langsung, serta mencegah kerusakan mata dengan kacamata khusus.

Related image
evropa2.cz

Karena, albinisme pada bayi bisa meningkatkan risiko kanker kulit dan kerusakan mata di kemudian hari. Anak dengan albinisme, biasanya juga akan menghadapi tekanan sosial yang cukup berat. Maka, selalu perhatikan tumbuh kembangnya, ya. Berapa pun usia anak kalian, mengalami stres atau depresi itu perlu pendampingan yang baik.

LEAVE A REPLY