6 Penyakit yang sering Menyerang saat Musim Hujan

foxnews.com

Gulalives.co – Musim hujan tidak bisa dijadikan alasan untuk kita mengurung diri di rumah, berpangku tangan, dan tidak melakukan kegiatan apa-apa. Namun, jika kita lalai dengan kesehatan, maka saat musim hujan pun kita akan rawan dengan penyakit, karena berbagai jenis mikroba serta virus menjadi lebih mudah berkembang biak.

Related image
ravenna24ore.it

Terlebih jika daya tahan tubuh sedang menurun. Ada baiknya, kita mengenali berbagai penyakit yang biasa terjadi saat musim hujan tiba, untuk lebih waspada guna mencegah penularannya. Lantas, apa saja penyakit yang dimaksud? Berikut 6 di antaranya versi Gulalives:

Demam Berdarah Dengue

DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit menular yang semakin perlu diwaspadai saat musim hujan tiba. Karena, nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus menjadi penyebab penyakit break-bone, yakni terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot, di mana tulang terasa retak.

Bahkan, demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (shock), hingga menyebabkan kematian.

Demam Tifoid

Demam tifoid, atau lebih kita kenal dengan penyakit tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Dan, jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis (peradangan otot jantung), gagal jantung akut, bahkan kematian. Dan, penyakit ini pun semakin mudah menyerang, jika kamu tidak menjaga kesehatan tubuh saat musim hujan.

Diare

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan mengencernya feses yang dikeluarkan, dan frekuensi buang air besar yang menjadi lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum adalah rotavirus, shigella, E. coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya.

Penyakit ini bisa meningkat dari kondisi yang ringan dan sementara, hingga membahayakan nyawa. Jika kamu makan sembarangan, jangan salahkan musim hujan jika kamu terserang diare, ya.

Baca Juga: Yuk, Tetap Sehat di Musim Hujan!

Flu

Penyakit saat musim hujan yang paling sering terjadi adalah flu. Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C ini bisa menyebar melalui batuk, bersin, atau dari menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus tersebut.

Meskipun flu bersifat umum dan bisa sembuh dengan sendirinya, nyatanya kamu tetap perlu waspada dengan penyakit ini. Karena, beberapa orang dapat menderita komplikasi dari penyakit influenza, seperti pneumonia.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral, yang disebut Leptospira interrogans. Penyakit saat musim hujan ini cukup sering terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus.

Kamu bisa terkena penyakit penyakit ini jika menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang sudah terinfeksi. Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

Gejala dari penyakit ini beragam, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, hingga sakit perut. Bahkan, pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

Malaria

Terakhir adalah malaria, penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Persentase penularan penyakit ini biasanya akan meningkat, saat musim hujan dan berlanjut setelahnya.

Jika tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang, dan berisiko mengancam nyawa mereka yang mengalaminya. Malaria perlu diwaspadai, terutama di daerah timur Indonesia, seperti:

  • Provinsi Maluku,
  • Maluku Utara,
  • Nusa Tenggara Timur,
  • Papua, dan
  • Papua Barat.

Pada orang dewasa yang telanjur mengalami penyakit-penyakit di atas, kebutuhan cairan tubuhnya disarankan berkisar 2 hingga 2,5 liter per hari. Dan, jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka wanita dewasa disarankan untuk minum sekitar 1,6 liter.

Sedangkan, pria disarankan untuk minum 2 liter per hari. Cairan tubuh kita tidak hanya mengandung air, tapi juga ion. Jadi, jika ingin menjaga keseimbangan ion tubuh, penting untuk kamu memastikan metabolisme tubuh tetap optimal.

Related image
newsinfo.inquirer.net

Selain itu, kamu juga bisa menghindari penyakit akibat kontaminasi makanan dengan membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Semoga kita senantiasa sehat di musim yang menyenangkan ini, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here