5 Penyakit Pengintai bagi Mereka yang Gemar Buang Sampah Sembarangan

validnews.id

Gulalives.co – Kita semua pasti tahu jika kebiasaan buang sampah sembarangan bukan hanya bisa membahayakan kesehatan lingkungan, tapi juga untuk kesehatan fisik manusia. Kesehatan kita akan ikut bermasalah, jika kebiasaan ini terus terjadi, karena sampah yang berserakan di mana-mana, akan menjadi awal kuman pembawa penyakit berkuasa. Seperti 5 penyakit yang paling rentan menyerang mereka yang gemar buang sampah sembarangan berikut ini:

Demam Berdarah

Related image
sci-news.com

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Dulu, penyakit ini disebut dengan “break-bone”, karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot, sehingga membuat tulang terasa retak.

Nyamuk demam berdarah sering berkembang biak dalam genangan air pada sampah yang dibuang sembarangan. Maka, jangan lagi buang sampah sembarangan di manapun kamu berada, demi mencegah terbentuknya sarang nyamuk.

Disentri

Related image
dettol.co.za

Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan seringnya buang air besar yang lunak atau cair. Kondisi ini disebabkan oleh amuba dan bakteri yang banyak ditemukan pada sampah yang berserakan.

Bakteri penyebab disentri juga dapat berpindah ke manusia, setelah melakukan kontak langsung dengan bakteri pada feses, yakni saat kamu tidak mencuci tangan dengan bersih sehabis buang air besar, dan lain sebagainya.

Bakteri ini juga bisa menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau saat kamu berenang di air yang tercemar. Penyakit ini sangat menular. Maka, jika tidak segera ditangani, disentri dapat menyebabkan dehidrasi berat yang mengancam jiwa.

Baca Juga: 22 Gambar ini Begitu Menyayat Hati, Akan kah Kita Berdiam Diri? Atau Segera Bergerak Menyelamatkan Bumi?

Hepatitis A

Related image
vibrasaude.com

Virus Hepatitis A dapat menyebar melalui kebiasaan buang sampah sembarangan. Karena, virus ini muncul dari sana, dan menyebabkan adanya gangguan fungsi hati akut. Penyebaran virus hepatitis A terjadi akibat kontaminasi makanan dan air, yang kemudian keduanya dikonsumsi oleh orang yang semula sehat.

Penyakit Pes

Related image
alodokter.com

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina Pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Biasanya, penyakit pes tersebar di daerah padat penduduk, dan pastinya memiliki tingkat kebersihan yang buruk, alias sampah tersebar di mana-mana.

Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis, bahkan kematian. Namun, kamu perlu memahami jika penyakit ini bukan hanya disebarkan lewat tikus.

Tapi hewan seperti kelinci, anjing, kucing berkutu yang sudah terinfeksi pes pun bisa menjadi sumber penularan penyakit ini. Dan, penularan terjadi jika kamu melakukan kontak langsung atau tergigit oleh hewan-hewan tersebut.

Salmonellosis

Related image
health24.com

Salmonellosis adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam perut dan usus. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu 4 hingga 7 hari, tanpa pengobatan.

Namun, penularan dapat terjadi ketika orang makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa orang dengan diare akut akan dirawat di rumah sakit, untuk diinfus dan mendapatkan antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin, berpolusi, dan kebanyakan dekat dengan lingkungan yang penuh sampah di mana-mana.

Maka, kualitas kebersihan makanan dapat meningkatkan risiko makanan menjadi beracun dan terjangkit infeksi lainnya. Selain itu, kamu juga berisiko tinggi terkena Salmonellosis, kalau melakukan kontak dengan orang yang sudah terinfeksi.

Image result for sick littering
dailytelegraph.com.au

Kebiasaan buang sampah sembarangan bisa mengakibatkan sampah menumpuk di kali atau aliran sungai. Akibatnya, ekosistem di dalamnya pun akan rusak. Hewan yang hidup di sana, kualitas air pun akan tercemar, jika sampah menumpuk.

Aliran sungai yang mampet akibat sampah, juga bisa menyebabkan bencana. Terdapat beberapa masalah kesehatan yang muncul jika seseorang mengonsumsi air sungai yang tercemar, yakni:

  • Kolera, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae saat kamu mengonsumsi air atau makanan yang sudah terkontaminasi oleh feses orang yang mengidap penyakit ini. Kamu juga bisa terjangkit kolera kalau mencuci bahan makanan dengan air yang terkontaminasi. Gejalanya antara lain:
  1. Diare,
  2. Muntah,
  3. Kram perut, dan
  4. Sakit kepala.
  • Amoebiasis atau diare turis, penyakit ini disebabkan oleh amoeba yang hidup pada air tercemar. Amoeba ini mengakibatkan infeksi pada usus besar dan hati. Gejalanya adalah diare berdarah dan berlendir, bisa ringan atau sangat parah.

Kalau sudah tahu bahaya buang sampah sembarangan untuk lingkungan dan kesehatan. Segera hentikan kebiasaan buruk tersebut, dan mulailah cara yang lebih aman untuk mengelola sampah, seperti:

  • Hindari pemborosan. Semakin banyak produk rumah tangga yang kamu beli, maka akan semakin banyak pula sampah yang akan ditimbulkan. Jadi, beli bahan makanan atau produk rumah tangga secukupnya, dan pilih produk dengan kemasan yang paling sederhana.
  • Penggunaan kembali. Untuk mengurangi jumlah sampah, kamu bisa menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai. Seperti, mengubah kaleng bekas menjadi pot tanaman atau celengan, pun mengubah baju bekas menjadi lap atau keset.
  • Daur ulang. Gunakan barang-barang bekas yang masih bisa digunakan dan didaur ulang, menjadi barang-barang baru yang ekonomis dan bermanfaat. Misalnya membuat keranjang atau tas dari kumpulan bungkus kopi, sampah koran menjadi kertas daur ulang, dan lain sebagainya.
  • Jadikan pupuk kompos. Jadi, daripada kamu membakar sampah dan menyebabkan pencemaran udara, kamu bisa lho menjadikan sisa-sisa bahan makanan dan daun-daunan sebagai bahan untuk pupuk kompos tanaman.
  • Membuang sampah dengan benar. Daripada buru-buru membakarnya, lebih baik kamu membuang sampah pada tempat pembuangan akhir. Sekarang juga sudah banyak tempat yang memfasilitasi daur ulang plastik rumah tangga menjadi produk rumah tangga yang lebih bermanfaat, kan?
Related image
airfilters.com

Jadi, apalagi sih alasan kamu masih malas buang sampah pada tempatnya? Apa harus kamu mengalami dampak buruk dari buang sampah sembarangan terlebih dulu, baru akan mengubah kebiasaan buruk ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here