7 Penyakit yang Kerap Menyerang Para Traveler

0
20 views
traveler.marriott.com

Gulalives.co – Zaman sekarang, traveling sudah menjadi kebiasaan hidup yang sebisa mungkin rutin dilakukan. Entah untuk melepas stres, atau alasan lainnya. Hal ini juga menyebabkan anak muda zaman sekarang, lebih memilih jalan-jalan daripada menabung untuk rumah dan lain sebagainya. Tak ada yang salah dengan kebiasaan ini, hanya saja, jika kamu salah satu pelakunya, kamu perlu tahu penyakit yang kerap menyerang para traveler berikut ini, agar bisa menyikapinya dengan bijak.

Related image
mercurynews.com

Sebagian besar wisatawan cenderung mempersiapkan hal-hal yang bersifat kasat mata saja, seperti pakaian, tiket pesawat, reservasi hotel, dan akomodasi lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa selama traveling, bisa saja mereka tertular berbagai penyakit berbahaya. Lantas, apa saja penyakit yang kerap menyerang para traveler?

Hantavirus

Jika kamu suka berkemah saat traveling, kamu harus waspada dengan penyakit yang kerap menyerang para traveler satu ini. David Greuner, seorang ahli bedah dari NYC Surgical Associates mengatakan,

“Jika Anda tinggal di dalam kabin atau perkemahan di mana banyak hewan pengerat (tikus) datang dan pergi, Anda harus berhati-hati untuk menghindari hantavirus, penyakit berbahaya yang ditularkan melalui urin dan kotoran tikus,”

Ia menambahkan, menyapu kotoran tikus saja tidak cukup untuk menghindari seseorang dari penyakit berbahaya tersebut. Karena, dibutuhkan sarung tangan, pemutih, dan masker untuk menyingkirkannya seratus persen. Hantavirus sering ditemukan di negara bagian barat daya Amerika seperti di New Mexico, Colorado, Arizona, dan California.

Malaria

Merupakan penyakit endemic yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Menurut Thomas M. Miller, professor sekaligus direktur UNC Internal Medicine Travel Clinic mengatakan, orang-orang yang traveling ke Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia Tenggara, atau India, harus memastikan bahwa mereka telah membawa obat malaria profilaksis.

Karena ini salah satu cara terbaik untuk menghindari infeksi penyakit yang kerap menyerang para traveler, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles. Perlu diketahui, nyamuk anopheles paling aktif saat senja dan ketika matahari terbit. Selain itu, gunakan juga kelambu dan semprotan serangga, celana dan baju lengan panjang saat hendak memasuki hutan atau tempat-tempat yang lembap, ya.

Kanker Kulit

Dibandingkan kanker payudara, prostat, atau paru-paru, kanker kulit cenderung lebih mudah menggerogoti tubuh seseorang, terutama mereka yang selalu terpapar sinar matahari.

Baca Juga: Waspada, 6 Gejala Awal Kanker Kulit ini Kerap Diabaikan!

Maka itu, ia masuk ke dalam daftar salah satu penyakit yang kerap menyerang para traveler. Untuk menghindarinya, kamu bisa menggunakan tabir surya, dan tetap hati-hati jika ingin menggunakan obat-obatan yang dapat menyebabkan fotosensitifitas.

Diare

Lebih dari empat puluh persen wisatawan mengalami gangguan pencernaan saat mengunjungi negara-negara terbelakang. Penyakit ini biasanya dipicu oleh makanan yang tidak dibersihkan dengan benar.

Daging yang tidak dimasak dengan baik, meminum air yang terkontaminasi bakteri penyakit. Jadi, kalau sudah seperti ini, kamu bisa mengalami penyakit yang kerap menyerang para traveler, yakni diare dalam jangka waktu yang cukup lama (empat sampai lima hari).

Hepatitis A

Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan yang telah terkontaminasi, bisa dialami oleh seseorang yang lupa mencuci tangan setelah menyentuh toilet. Maka, cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi sebelum kamu berangkat liburan. Jangan anggap remeh virus yang dapat menyerang hati ini, ya.

Karena, mereka dapat mengakibatkan demam, sakit perut, kelelahan, hingga penyakit kuning. Bahkan, penyakit yang kerap menyerang para traveler bisa berdiam dalam tubuh selama berbulan-bulan, jika tidak ditangani dengan serius.

Flu

Penyakit yang kerap menyerang para traveler lainnya adalah influenza atau flu. Penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA ini, memiliki gejala paling umum yakni menggigil, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan batuk. Biasanya, influenza ditularkan melalui udara dengan batuk dan bersin.

Yellow Fever

Related image
popsci.com

Terakhir, penyakit yang kerap menyerang para traveler adalah sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut flavivirus. Jika sudah parah, penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi, pendarahan dalam kulit, kematian sel-sel ginjal, dan hati. Hingga akhirnya, penderita akan memiliki kulit yang berwarna kuning.

LEAVE A REPLY