8 Penyakit yang Biasa Menyerang Pasca Bencana Alam

0
25 views
theconversation.com

Gulalives.co – Masalah kesehatan merupakan hal penting yang perlu segera ditangani, pasca bencana alam. Karena, penyakit pasca bencana alam juga bisa menjadi perenggut nyawa terbanyak. Hal ini biasanya terjadi karena daerah tersebut jauh dari kata bersih, dan makanan yang ada pun bisa saja terkontaminasi. Lantas, apa saja penyakit yang biasa menyerang para korban pasca bencana alam?

Related image
klikdokter.com

Balantidiasis

Penyakit yang biasa diderita korban pasca bencana alam adalah Balantidiasis. Terlebih jika mereka berada di dekat area peternakan atau pemeliharaan babi. Karena, banyak bakteri penyakit yang terbawa oleh babi, dan disalurkan lewat kotorannya, kemudian masuk ke dalam air, yang nantinya dikonsumsi orang sekitar.

Sejauh ini, wabah Balantidiasis terjadi di area-area yang pernah terlanda bencana Taifun. Hal mengerikan dari penyakit ini adalah terdapat beberapa kasus di mana tidak ada gejala yang ditunjukkan oleh penderita, hingga akhirnya penyakit menjadi semakin serius.

Disentri

Disentri menyebabkan penderitanya mengalami diare yang disertai darah, tapi penyakit ini bisa diatasi, jika dilakukan perawatan tepat. Meski sebagian besar kasus sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, tapi untuk kasus yang langka, penyakit ini dapat membunuh seseorang dalam kurun waktu 24 jam.

Perut sakit, tidak dapat menahan buang air, lemas, muntah-muntah dan dehidrasi, merupakan gejala-gejala dari penyakit ini. Penyakit ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.

Demam Tifoid

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang terkontaminasi pada makanan atau minuman. Melalui limbah pasca bencana alam inilah menyebabkan makanan dan minuman terkontaminasi bakteri ini.

Gejalanya adalah demam tinggi 39 hingga 40 derajat celsius, lemas, sakit perut, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Beberapa orang juga mengalami diare atau justru konstipasi (sembelit).

Hepatitis A dan E

Penyakit ini menyebar karena kebersihan manusia terganggu, yakni melalui kotorannya. Penyalurnya adalah makanan dan minuman. Tidak ada perawatan spesifik, pun antibiotik yang bisa menangani masalah ini. Mereka yang terkena Hepatitis A dan E sebaiknya beristirahat, tetap terhidrasi, dan makan makanan bernutrisi.

Baca Juga: Bencana Alam bisa Menimbulkan Gangguan Jiwa?

Kolera

Penyakit yang diakibatkan oleh bakteria Vibrio cholerae ini diakibatkan oleh minuman dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit yang paling mengancam para korban ini dapat berkembang dengan cepat.

Bahkan penyakit ini dapat membunuh seseorang hanya dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Penyakit pasca bencana alam satu ini juga merupakan infeksi usus, maka menyebabkan diare berat, sehingga memicu terjadinya dehidrasi secara cepat, dan menjadi ancaman bagi para pengungsi.

Leptospriosis

Leptospriosis adalah penyakit yang disebabkan karena terkontaminasi oleh air kencing hewan yang membawa bakteri, seperti tikus, sapi, anjing, dan hewan pengerat lainnya. Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala berat, menggigil, nyeri otot, dan muntah.

Orang yang terinfeksi juga dapat mengalami penyakit kuning, mata merah, sakit perut, dan muncul ruam. Jika tidak segera ditangani, maka bisa berlanjut pada kerusakan ginjal, meningitis, gagal hati, dan gangguan pernapasan.

Penyakit dari Gigitan Serangga

Malaria dan demam berdarah, merupakan penyakit-penyakit yang juga lumrah terjadi pasca bencana alam, karena tidak adanya pelindung diri, dari serangan serangga-serangga tersebut. Biasanya, ini diderita mereka yang tinggal di negara tropis. Demam, radang di persendian dan otot, serta sakit kepala adalah gejala-gejala dari dua penyakit ini.

Related image
kompas.com

Maka, selain sembako, pakaian, dan lain sebagainya. Penanganan dalam bidang kesehatan sangat dibutuhkan oleh mereka, para korban bencana. Agar bisa segera mendapatkan pengobatan, dan bisa mengupayakan kesembuhan semaksimal mungkin.

LEAVE A REPLY