Cara Mengatasi 8 Masalah Kulit yang Paling Sering Menyerang Bayi

0
5 views
thenewageparents.com

Gulalives.co – Kita semua tahu jika bayi rentan mengalami masalah kulit, karena kondisi kulitnya yang masih sangat sensitif. Sebenarnya, masalah kulit pada bayi biasanya tidak membahayakan, dan mudah ditangani di rumah. Lantas, apa saja masalah kulit yang paling sering menyerang bayi? Dan, bagaimana cara mengatasinya? Simak bersama Gulalives!

Related image
odishasuntimes.com

Biang Keringat

Biang keringat menyebabkan kulit bayi muncul bintik-bintik merah kecil dan gatal. Biasanya, biang keringat pada bayi muncul pada daerah kulit yang tertutupi dengan baju atau lipatan kulit, seperti pada punggung, leher, paha, dan lainnya. Cara mengatasinya:

Biang keringat bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang kepanasan, maka untuk mengatasinya, kamu bisa pilih bahan katun longgar untuk pakaian si kecil, dan hindari bayi dari terik matahari yang membuatnya kepanasan.

Jangan gunakan salep atau krim untuk dioleskan pada kulit bayi yang mengalami biang keringat, ya. Karena, hal ini hanya akan membuat biang keringat menjadi semakin parah, karena salep dan krim memerangkap kelembapan pada kulit.

Lebih baik kamu gunakan krim hidrokortison 0,5%, tapi harus atas saran dokter, ya. Jika biang keringat bayi sudah parah.

Biduran

Biduran adalah penyebab kulit gatal yang ditandai dengan kemunculan bentol merah melebar, menonjol, dan menyebar pada kulit. Dalam bahasa medis, biduran disebut dengan urtikaria. Kondisi ini dapat menyerang bagian wajah, badan, lengan, atau kaki.

Biduran pada bayi biasa terjadi sebagai reaksi alergi makanan, biasanya karena telur dan susu. Bisa juga karena keringat yang bergesekan dengan kulit. Biduran tidak membahayakan, tapi kondisi ini bisa membuat bayi akan merasa tidak nyaman saat tidur atau bahkan di sepanjang harinya. Cara mengatasinya:

Jika bayi sudah mengalami biduran kronis, maka segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Cradle Cap

Cradle cap adalah masalah kulit pada bayi yang ditandai dengan ruam merah di kulit kepala, yang lama-lama akan berubah menjadi kerak kering berwarna kuning bersisik serta berminyak.

Kondisi ini juga disebut dengan dermatitis seboroik, dan biasa terjadi pada tiga bulan pertama usia bayi. Cradle cap juga bisa terjadi di bagian wajah, telinga, dan leher. Kondisi ini tergolong aman, tidak membuat gatal, dan tidak menular. Tapi adanya kerak di kepala bayi kadang membuat rambut sulit tumbuh. Cara mengatasinya:

Cradle cap bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan. Kamu bisa mencuci rambut dan kulit kepala bayi dengan lembut menggunakan sampo khusus untuk bayi.

Eksim

Eksim termasuk masalah kulit pada bayi yang paling sering terjadi. Eksim menyebabkan kulit bayi menjadi kering, merah, dan terasa gatal. Biasanya, eksim muncul pada bagian wajah, siku, dada, atau lengan bayi.

Masalah kulit bayi ini biasa terjadi karena reaksi alergi terhadap sabun, lotion, atau bahkan deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaiannya. Cara mengatasinya:

Eksim pada bayi tidak ada obatnya. Namun, biasanya dapat dikendalikan dengan baik dan akan hilang setelah beberapa bulan atau tahun.

Perawatan yang paling efektif untuk mencegah kulit menjadi kering dan gatal, serta menghindari pemicu yang menyebabkan kondisi kambuh, kamu bisa gunakan pelembap kulit untuk bayi, guna mengurangi kulit kering akibat eksim, dan menjaga kulit bayi tetap lembap.

Baca Juga: 4 Hal yang Menyebabkan Bibir Sumbing pada Bayi Baru Lahir

Jerawat

Jerawat pada bayi biasanya muncul di bagian pipi, hidung, atau dahi dalam waktu satu bulan sejak bayi lahir. Jerawat bayi bisa hilang dengan sendiri, biasanya tiga sampai empat bulan setelah kemunculannya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir karena jerawat hanya muncul sementara. Cara mengatasinya:

Cuci wajah bayi dengan air dan berikan pelembap khusus untuk mengatasi jerawat pada bayi. Hindari obat jerawat yang digunakan untuk anak-anak atau orang dewasa, ya.

Selain itu, jangan mencoba untuk mencubit atau memecahkan jerawat bayi, karena ini akan memperburuk kondisi jerawatnya. Jika jerawat terus bertambah atau tidak hilang setelah tiga bulan, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Kulit Kering

Kulit bayi yang kering hingga bersisik adalah masalah yang biasa terjadi. Bahkan, beberapa bayi bisa sampai kulitnya mengelupas karena terlalu kering. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kulit bayi menjadi kering.

Contoh, karena suhu lingkungan yang panas, kering, atau justru terlalu dingin, sehingga menyebabkan kulitnya kehilangan cairan. Hal yang paling sering menjadi penyebab dari kulit bayi kering adalah mandi atau main air terlalu lama. Sabun mandi yang digunakan juga bisa menjadi penyebab kulit bayi mengering. Cara mengatasinya:

Jangan mandikan bayi terlalu lama. Setelah memandikan bayi, sebaiknya biasakan untuk mengoleskan pelembap untuk bayi, agar kelembapan kulitnya terjaga. Pastikan juga si kecil mendapatkan cukup cairan.

Biasanya kuit kering pada bayi akan hilang setelah beberapa hari. Namun, jika kondisi ini menganggu atau membuat bayi tidak nyaman, segera diskusikan dengan dokter bayimu, ya. Karena, nantinya dokter akan memberikan perawatan yang tepat untuk kondisi ini.

Milia

Kurang lebih, setengah dari semua bayi yang baru lahir akan mengalami bintik-bintik putih kecil di wajah yang disebut milia. Kondisi ini tidak perlu diobati, karena akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan.

Ruam Popok

Ruam popok adalah masalah kulit pada bayi yang paling umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan iritasi kulit merah mengkilap dan rasa gatal di area bokong karena tertutup popok. Penyebabnya adalah karena popok basah atau jarang ganti popok.

Gesekan antar kulit bayi dan bahan kain popok ini juga bisa menyebabkan ruam. Ruam popok bukan kondisi serius, tapi jangan dibiarkan, karena bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau bahkan infeksi bakteri. Cara mengatasinya:

Gunakan krim pelembap atau lotion yang mengandung zinc untuk meredakan ruam kulit, serta mencegah iritasi semakin parah. Pastikan juga kamu menjaga area bokong bayi tetap kering untuk mencegah ruam popok muncul kembali.

Biarkan bayi memiliki waktu untuk tidak menggunakan popok setelah bangun tidur. Selain itu, pastikan juga popok bayi tidak terlalu ketat, tapi pas dengan bokongnya.

Image result for skin problems in babies
adayinmomlife.com

Jika masalah kulit pada bayi tidak kunjung hilang dan menetap dalam waktu lama, hingga membuat kamu khawatir, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter. Karena, dokter dapat mencari tahu apa penyebab pasti penyebab masalah kulit bayimu, dan memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi anak.

LEAVE A REPLY