Kenali 7 Gejala Tak Biasa dari Penyakit Kanker Paru

0
7 views
hellosehat.com

Gulalives.co – Kanker paru merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang paling banyak diderita manusia, terutama pada pria. Gejala kanker paru pun dapat bermacam-macam, dan ada beberapa gejala yang mungkin belum kamu ketahui. Kanker paru seringkali terlambat terdeteksi, sehingga angka keberhasilan terapi terhadap penyakit ini masih rendah. Hal ini terjadi karena pengidap kanker paru kurang peka dengan gejala-gejala kanker paru yang mungkin sudah dialami sejak lama.

Apa saja gejala kanker paru?

Related image
grid.id

Kanker paru menimbulkan berbagai gejala, baik gejala pada sistem pernapasan maupun gejala tubuh secara umum. Gejala kanker paru yang umum terjadi meliputi batuk lama, batuk berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Akan tetapi, selain gejala-gejala umum tersebut, terdapat beberapa gejala kanker paru yang tidak biasa. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

Kelelahan

Ketika kamu sering merasa lelah tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah tanda dari kanker paru-paru. Hal ini terjadi ketika zat kimia yang dilepaskan sel kanker ke dalam darah yang kemudian mempengaruhi kadar oksigen dalam darah.

Tingginya Kadar Kalsium

Jika kamu melakukan tes kesehatan dan mendapati bahwa kadar kalsium tubuhmu tinggi, waspadalah. Sebab beberapa bentuk kanker paru-paru bisa membuat kadar kalsium naik. Terlalu banyak kalsium dalam darah akan membuatmu mengantuk. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan koma dan bahkan kematian.

Napas Berbunyi

Banyak yang beranggapan napas berbunyi hanya terjadi pada penderita asma. Padahal, napas berbunyi juga dapat terjadi pada penderita kanker paru. Hal ini terjadi disebabkan oleh penyempitan saluran napas oleh sel kanker. Akibatnya, terkadang pengidap kanker paru dapat mengalami suara napas berbunyi ‘ngik-ngik’ atau suara napas yang terdengar kasar dan berlendir seperti ‘grok-grok’.

Suara Serak

Tidak hanya infeksi saluran napas, kanker paru juga dapat menyebabkan suara serak. Kanker paru pada saluran napas dapat menjalar atau menyebar hingga pita suara, sehingga menyebabkan suara serak. Bedanya, suara napas akibat infeksi saluran napas pada umumnya akan hilang setelah proses infeksi berakhir. Sementara itu, suara serak akibat kanker biasanya berlangsung dalam jangka waktu lama dan semakin berat dari waktu ke waktu.

Penurunan Berat Badan

Selain gejala di atas, penurunan berat badan secara drastis juga perlu diwaspadai. Berbagai penyakit kanker, termasuk kanker paru, dapat menyebabkan penurunan berat badan karena menurunnya nafsu makan, yang diakibatkan oleh reaksi peradangan dari sel kanker. Selain itu, konsumsi energi tubuh pada orang dengan penyakit kanker juga lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kanker, sehingga cadangan nutrisi tubuh lebih cepat habis dan berat badan dapat menurun dengan cepat.

Dada Tidak Simetris

Dada yang tidak simetris baik saat bernapas maupun dalam posisi diam dapat terjadi pada kanker paru, terutama kanker paru dengan ukuran besar. Adanya massa kanker dalam salah satu rongga dada membuat sisi dada tersebut tertinggal saat kamu menarik napas karena udara yang harusnya masuk mengisi rongga paru terhambat oleh massa kanker. Sebaliknya, pada posisi menghembuskan napas, sisi dada yang memiliki kanker akan cenderung lebih tinggi karena adanya massa kanker yang mengisi rongga dada tersebut.

Nyeri pada Tulang

Mungkin kamu berpikir, mengapa kanker paru justru menyebabkan gejala nyeri tulang. Apa hubungannya? Ternyata nyeri tulang pada penderita kanker paru disebabkan oleh penyebaran sel kanker paru ke tulang yang merupakan tempat penyebaran terfavorit kanker paru. Itulah sebabnya, salah satu gejala kanker paru adalah nyeri pada tulang.

Baca Juga: Begini Cara Tepat Tangani Nyeri Sendi

Nah, kini kamu telah mengetahui apa saja gejala kanker paru, baik gejala yang sering terjadi maupun gejala yang tidak biasa. Waspadalah jika kamu mengalami gejala-gejala di atas. Lakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk deteksi dini kanker paru sebelum stadium lanjut. Dengan demikian, kemungkinan keberhasilan terapi akan lebih besar.

LEAVE A REPLY