Waspada, 5 Penyakit Berbahaya ini Disebabkan oleh Tikus

0
22 views
newsweek.com

Gulalives.co – Sebenarnya, tikus adalah hewan yang patut dikasiani. Karena, ia kerap dibenci oleh manusia. Alasannya pun beragam, ada yang karena jijik, takut, hingga menghindari risiko penyakit berbahaya yang ternyata disebabkan oleh mereka; tikus. Kamu sudah tahu apa saja penyakit berbahaya tersebut? Ini dia 5 di antaranya:

Related image
decodedscience.org

Hantavirus

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyakit berbahaya ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Ia menular saat kamu menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara. Kamu juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang sudah bersentuhan atau pernah terkena tikus. Kalau kamu pernah digigit tikus, hal ini juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya.

Gejala awal HPS sangat mirip dengan gejala flu, yakni demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena penyakit ini juga akan mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS). HFRS termasuk penyakit berbahaya seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia.

Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus. Ia berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 hingga 8 minggu setelah terkena. Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Bisa juga ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Bahkan, jika sudah parah, gejalanya juga bisa merupakan tekanan darah rendah, syok akut, hingga gagal ginjal akut.

Baca Juga: 5 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia

Penyakit Pes

Penyakit berbahaya ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Biasanya, penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis dan bahkan kematian.

Penyakit ini bukan hanya disebarkan lewat tikus, tapi juga hewan seperti kelinci, anjing, kucing, yang kutunya sudah terinfeksi pes. Mereka bisa menjadi sumber penularan penyakit tersebut, saat seseorang mengalami kontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.

Lymphocytic Chorio-Meningitis (LCM)

Lymphocytic chorio-meningitis adalah penyakit berbahaya dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae. LCM bisa dibawa oleh tikus yang biasanya ada di rumah-rumah.

Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat peliharaan seperti hamster. Kalau kamu tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, maka kamu akan lebih berisiko mengalami penyakit satu ini. Gejala pun baru akan timbul setelah 8 hingga 13 hari setelah teserang virus.

Kamu akan merasakan gejala seperti demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala lain yang muncul bisa termasuk sakit tenggorokan, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, nyeri testis, dan nyeri parotid (kelenjar ludah).

Rat bite fever (RBF)

RBF adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan tikus. Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis. Penyakit ini cukup banyak terjadi di wilayah Asia dan Amerika utara.

Related image
muymascotas.es

Penyakit lewat tikus ini juga bisa ditularkan lewat makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus. Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit yang serius atau bahkan fatal.

LEAVE A REPLY