5 Fakta Penyakit Batu Empedu yang Harus Kamu Tahu

0
60 views
booboone.com

Gulalives.co – Batu empedu, sesuai namanya, penyakit ini terjadi karena terbentuknya batu di dalam kantung empedu. Kamu pasti sudah sering dengar tentang penyakit satu ini, kan? Namun, tahukah kamu apa yang sebenarnya dimaksud dengan batu empedu? Dan, bagaimana batu tersebut bisa terbentuk? Apa saja gejala dan dampak dari penyakit ini? Simak penjelasan Gulalives hingga tuntas!

Related image
symptomsofpravi.blogspot.com

Bentuk dan Ukuran

Jangan membayangkan batu ini sama seperti batu pada umumnya, ya. Karena, batu empedu adalah gumpalan material atau kristal padat yang terbentuk pada saluran empedu. Batu ini terbuat dari campuran senyawa tertentu, pun kolesterol.

Terbentuknya batu ini biasanya disebabkan karena kandung empedu atau saluran empedu tersumbat. Ukuran batu pun akan sangat beragam. Mulai dari sekecil butiran pasir, hingga sebesar bola ping pong.

Jumlah batu yang terbentuk dalam kandung empedu pada tiap pengidap pun berbeda-beda. Misalnya, ada orang yang hanya memiliki satu buah batu, tapi ada juga yang kandung empedunya dipenuhi oleh banyak batu.

Nah, batu yang muncul ini bisa menyumbat bagian ujung empedu kamu, sehingga membuat pengidapnya akan mengalami rasa sakit yang sangat parah, secara tiba-tiba. Nyeri seperti ini juga disebut dengan nyeri kolik, dan bisa berlangsung selama berjam-jam.

Hati-hati dengan Nyeri Perut Mendadak

Penyakit satu ini belum akan menimbulkan gejala, sampai ukuran batu sudah cukup besar, sehingga menyumbat saluran kandung empedu, pun saluran pencernaan lainnya. Jadi, saat kondisi tersebut sudah terjadi, maka gejala yang akan dirasakan penderitanya adalah nyeri perut secara tiba-tiba, dengan rasa yang cukup hebat.

Nyeri perut ini bisa terasa pada perut bagian kanan atas, tengah, pun di bawah tulang dada. Selain nyeri perut, masih ada beberapa gejala yang umumnya terjadi jika seseorang memiliki batu empedu, antara lain:

  • Nyeri punggung di antara tulang bahu,
  • Nyeri di bahu kanan,
  • Demam,
  • Tinja berwarna pucat,
  • Mual dan muntah.

Baca Juga: 6 Penyebab Stroke Menyerang di Usia Muda

Hubungan Antara Pengambilan Empedu dan Kesehatan Tubuh

Tindakan pengobatan untuk penyakit ini memang berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan gejala yang timbul. Jika gejala tidak terlalu parah dan ukuran batu yang terbentuk tidak terlalu besar, maka penggunaan obat-obatan sudah dirasa cukup untuk mengatasi penyakit tersebut.

Biasanya, dokter akan memberikan obat pereda rasa nyeri dan obat asam empedu. Namun, jika kondisi kamu tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat-obatan, dan gejala yang dialami semakin serius, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan kantung empedu.

Tapi kamu tidak perlu khawatir dengan prosedur medis yang satu ini. Sebab, pengambilan kantung empedu tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan kamu.

Hal ini karena kantung empedu bukan termasuk organ penting yang harus kamu miliki agar bisa bertahan hidup. Selain itu, walaupun kantung empedu nantinya akan diambil, cairan empedu tetap akan mengalir langsung dari hati ke usus kecil kamu.

Pengaruh Berat Badan

Tahukah kamu jika orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas lebih berisiko mengidap penyakit empedu satu ini? Karena orang yang obesitas biasanya cenderung memproduksi kadar kolesterol tinggi.

Akibatnya, empedu tidak mampu membantu tubuh untuk mencerna kolesterol yang berlebih tersebut, sehingga batu empedu akan terbentuk.

Namun, orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis juga akan berisiko besar mengalami penyakit ini. Karena diet ketat bisa menyebabkan garam empedu dan kolesterol dalam kantung empedu menjadi tidak seimbang.

Wanita Lebih Berisiko

Selain orang dengan berat badan berlebih atau menurun drastis, nyatanya risiko wanita terkena penyakit empedu satu ini jauh lebih tinggi dibandingkan pria. Karena, hormon estrogen yang dimiliki wanita dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam empedu, dan mengurangi kontraksi untuk mengosongkannya kembali.

Related image
drweil.com

Apalagi pada wanita yang pernah melahirkan. Hal ini disebabkan karena wanita yang pernah melahirkan biasanya memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi, akibat dampak perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan.

LEAVE A REPLY