Bukan Hanya Cinta, Memaafkan juga Penting dalam Pernikahan!

0
11 views
kumparan.com

Gulalives.co – Selain cinta dan rasa saling memahami, nyatanya memaafkan juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah pernikahan. Mengapa hal ini menjadi krusial dalam bahtera rumah tangga? Karena, kita menikah bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya. Dan, rasanya tidak mungkin jika kita bisa menjalani hidup tanpa melakukan kesalahan. Maka itu, memaafkan adalah hal yang penting, agar pernikahan tidak mudah retak.

Related image
viva.co.id

Pada buku berjudul The Science of Trust, Dr. John M. Gottman menjelaskan, bahwa hanya dengan memaafkan, pasangan suami istri mampu membuat sebuah masalah selesai, dan beralih dari peristiwa yang kurang baik menuju ikatan yang lebih kuat lagi.

Para ilmuwan dan psikolog juga sepakat bahwa memaafkan adalah hal paling penting di dalam sebuah hubungan yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang tidak sulit memaafkan, akan lebih mudah menikmati hubungan romantis yang lebih lama dan memuaskan. Menariknya lagi, penelitian bahkan menemukan bahwa orang yang mampu memberi maaf tanpa syarat, akan bisa menikmati hidup bahagia lebih lama.

Begitu juga dengan studi yang dilakukan pada tahun 2011, yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology, menunjukkan bahwa kurangnya kata maaf dalam sebuah hubungan, akan memicu lebih banyak emosi negatif, yang pada akhirnya menimbulkan lebih banyak konflik. Pasangan yang tidak terbiasa memaafkan dalam pernikahan, akan lebih sulit untuk berkompromi dan menyelesaikan masalah.

Baca Juga: 8 Kunci Pernikahan Langgeng Agar Terhindar dari Perceraian!

Mereka juga akan cenderung menyimpan kebencian dan tidak termotivasi lagi untuk berpikir positif terhadap pasangannya satu sama lain. Para ahli bahkan menyebutkan, jika sulit memaafkan hanya akan membuat hubungan rusak perlahan, terlibat dalam percekcokan, bahkan saling menghindari satu sama lain, dan bukan tidak mungkin melampiaskan segala hal dengan mengundang orang ketiga masuk ke dalam rumah tangganya.

Memaafkan diri sendiri dan orang lain sama dengan mengakui bahwa kita bisa terluka, dan bersedia mengambil alih hidupmu untuk tidak selamanya menjadi korban dari sebuah peristiwa.

Maka, hanya maaf yang bisa membebaskanmu dari rasa sakit dan kecewa, untuk kembali fokus pada hubungan yang saat ini sedang kamu dan pasangan jalani. Namun, sebaliknya jika kamu terbiasa menyimpan dendam, maka hanya akan menimbulkan dampak negatif seperti berikut ini:

  • Membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam hubunganmu,
  • Kamu dan pasangan akan semakin sulit mensyukuri berkah pernikahan,
  • Meningkatnya risiko depresi dan gangguan kecemasan,
  • Munculnya perasaan bahwa kamu tidak memiliki makna atau tujuan pada kebersamaan kalian, dan
  • Hilangnya ikatan batin terhadap pasangan yang sebenarnya kamu cintai.

Memang tidak semua orang bisa dengan mudah memaafkan. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak bisa, kan? Kalau memang kesalahan pasangan masih bisa diterima dengan akal sehat, dan dia tidak mengulanginya lagi, maka ia layak untuk kamu maafkan

Related image
suara.com

Ingat bagaimana dulu kalian saling cinta dan berjanji menjaga satu sama lain, maka pahit sepercik akan segera hilang dengan cinta yang senantiasa kalian rawat dan tumbuh.

LEAVE A REPLY