Kenali Glomerulonefritis dan Cara Mengobatinya

healthjade.com

Gulalives.co – Glomerulonefritis atau yang juga dikenal sebagai penyakit glomerulus, adalah kondisi peradangan yang terjadi pada hati. Dalam hati manusia, terdapat filter kecil yang terdiri dari pembuluh darah kecil, menyaring darah jika terjadi kelebihan cairan, elektrolit, dan limbah, kemudian membawa mereka ke dalam urin. Maka, jika glomeruli hancur, ginjal tidak dapat bekerja dengan baik lagi, dan membuat penderitanya dapat mengalami gagal ginjal.

Related image
practicalpainmanagement.com

Lantas, apa saja gejala dari glomerulonefritis yang paling umum terjadi?

  • Urin berwarna merah muda atau seperti cola (karena sel-sel darah merah terbawa ke dalam urin).
  • Urin berbusa karena kelebihan protein.
  • Tekanan darah dan kolesterol tinggi.
  • Retensi cairan yang ditandai dengan pembengkakan di wajah, tangan, kaki, dan perut.
  • Kelelahan akibat anemia atau gagal ginjal.
  • Obesitas.
  • Cacat lahir pada ginjal.

Meski penyebab glomerulonefritis beragam, kadang tidak dapat diketahui, seperti:

  • Strep throat (radang tenggorokan).
  • Lupus eritematosus sistemik (LES) yang juga dikenal sebagai lupus.
  • Sindrom goodpasture.
  • Amiloidosis, yang terjadi ketika protein abnormal menumpuk dalam organ dan jaringan.
  • Granulomatosis wegener menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.
  • Poliarteritis nodosa, penyakit di mana sel-sel menyerang arteri.

Faktor risiko untuk glomerulonefritis antara lain:

  • Menggunakan bahan kimia dan obat-obatan yang berbahaya bagi ginjal dan bisa menyebabkan glomerulosklerosis
  • Penggunaan non-steroid anti-inflammatory (NSAID) berlebihan, seperti ibuprofen dan naproxen

Bagaimana glomerulonefritis diobati? Ini semua bergantung pada jenis penyakitnya. Salah satu pengobatannya adalah untuk mengontrol tekanan darah tinggi, terutama jika tekanan darah tinggi menjadi penyebab penyakit tersebut.

Baca Juga: Adakah 1 dari 7 Gejala Kanker Hati ini Kamu Alami?

Kalau tekanan darah tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan memberikan obat tekanan darah, termasuk inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE inhibitor) seperti captopril, lisinopril, perindopril.

Jika sistem kekebalan tubuh menyerang ginjal, kortikosteroid juga bisa membantu dalam menurunkan respon imun. Cara lain untuk mendapatkan hasil yang sama adalah dengan plasmapheresis.

Metode ini membantu menghilangkan bagian cairan dari darah (plasma) dan menggantikannya dengan intravena (IV) cairan atau plasma yang didonorkan (tanpa antibodi).

Jumlah protein, garam, dan kalium dalam diet juga perlu dipertimbangkan untuk mengobati penyakit ini. Berapa banyak cairan minum kebutuhan juga tidak boleh diabaikan.

Jika kondisi semakin memburuk dan menyebabkan kamu mengalami gagal ginjal, maka dokter akan menggunakan teknik yang disebut dialisis. Karena mesin yang digunakan dalam prosedur ini dapat membantu untuk menyaring darah. Hingga akhirnya, perlu dilakukan transplantasi ginjal.

Tapi gaya hidup dan pengobatan rumahan juga bisa kamu terapkan untuk membantu mengatasi glomerulonefritis, antara lain:

Related image
health.com
  • Batasi asupan garam untuk mencegah atau meminimalkan retensi cairan, pembengkakan, dan hipertensi.
  • Mengurangi protein dan konsumsi potasium untuk memperlambat penumpukan limbah dalam darah.
  • Jaga berat badan agar tetap sehat.
  • Kontrol tingkat gula darah, jika kamu memiliki diabetes.
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here