Pengin Jalan Jalan Ke Luar Negeri Tapi Kantong Lagi Kempes? Ini Caranya…

0
140 views

Gulalives.com, JAKARTA – Pernah nggak anda berkhayal bisa jalan-jalan ke luar negeri tapi nggak ngeluarin banyak uang atau kalo bisa gratis? Tanpa perjalanan dinas atau embel-embel lain? Wow banget kalau memang bener ada. Khayalan itu bukan sebatas mimpi lho. Teman-teman yang bergabung dalam komunitas Backpacker Dunia sudah membuktikan dan menikmati sendiri. Mereka bisa jalan-jalan keliling dunia dengan biaya sangat murah.

Menjadi backpacker merupakan salah satu cara untuk bisa berpergian dengan biaya murah. Jangan salah persepsi dulu, biaya murah nggak berarti sengsara. Beberapa dari mereka pernah mencicipi hotel berbintang di Eropa. Sumpah, Gulalives aja ngiler dengernya.

Suatu waktu, Gulalives berkesempatan menemui Elok Dyah Messwati, pendiri sekaligus penggiat komunitas Backpacker Dunia. Semangat yang Elok bawa adalah ke luar negeri bukan lagi mimpi dan luar negeri itu tidak jauh.

Komunitas Backpacker Dunia berawal dari buku karya Elok berjudul Backpacking Hemat ke Australia yang diterbitkan akhir tahun 2009 lalu. Isinya tentang perjalanannya keliling Australia, mulai perjalanan dinas sampai sebagai backpaker. Buku tersebut Elok produksi secara indie. Semua ia kerjakan sendiri. Dari mulai penulisan, editing, promosi sampai publishing.

“Saya ingin merdeka berkarya, cover bukunya juga semau gue. Saya menyertakan foto-foto berwarna untuk menunjang tulisan. Karena tidak ada penerbit yang mau terima, maka saya kerjakan semuanya sendiri,” cerita penulis asal Surabaya ini.

Menggarap indie book tentunya membutuhkan tenaga lebih. Karena itu, Elok membuat forum diskusi berupa milis dan Facebook. “Saya buat 5 September 2009 baik milis maupun Facebook. Tujuan awalnya hanya untuk ngobrolin isi buku saya,” kata Elok.

Dari diskusi 1 tema itu kemudian berkembang ke perbincangan lainnya. Perlahan menyaring anggota-anggota yang se ideologi, tukang jalan dengan biaya murah. Latar belakang mereka sangat beragam, mulai mahasiswa sampai kaum profesional.

Di komunitas Backpacker Dunia, prinsip backpacker adalah pejalan mandiri, baik perorangan atau berkelompok. Mereka merencanakan dan mengurus perjalanan mereka sendiri tanpa jasa trip organizer atau travel agent. Mulai dari mengurus visa, mencari tiket murah, penginapan, sampai tempat makan yang terjangkau. Di sini, backpacker pun dituntut berpikir smart.

Menjadi backpacker berarti harus siap mengurus semua kebutuhan sendiri. Yang sangat diperlukan dari seorang backpaker adalah disiplin. Jika tidak disiplin, banyak risiko yang akan terjadi seperti cash flow yang kebobolan, ketinggalan pesawat atau kereta, dan masih banyak lagi. Elok berbagi sedikit cerita menjadi backpacker. Saat di Australia dan Eropa ia dapat tiket 0 persen. Jadi, ia hanya membayar airport tax saja. Tempat menginap pun bisa didapat dengan gratis. Caranya dengan menjadi member hospitality exchange seperti di couchsurfing. Ini bisa menghemat separuh biaya perjalanan.

 

“Kalau nggak mau menginap di rumah orang, kita bisa menginap di hostel yang biayanya murah. Di Eropa, saya pernah tidur di trotoar dengan sleeping bag. Yang lebih ekstrim lagi, saya bisa tidur di hotel bintang 4. Kalau tidak musim turis, hotel-hotel di Eropa banting harga. Saya dapat 50 Euro per malam untuk 2 orang. Seorang backpacker harus smart. Kalau bisa dapat hotel berbintang yang harganya terjangkau, kenapa tidak?,” ceplos Elok.

Seorang backpacker tidak hanya refreshing dalam menikmati perjalanan saja, mereka harus berinteraksi dengan local people. Pemahaman dan pertukaran budaya membuat seseorang memiliki pola pikir yang lebih luas lagi. Selain itu, sebenarnya backpacker adalah duta bangsa yang dalam lingkup kecil namun tepat.

Pengin Jalan Jalan Ke Luar Negeri Tapi Kantong Lagi Kempes Ini Caranya 2

Cerita semacam itu sekarang ini menjadi konsumsi sehari-hari untuk 8 ribu lebih anggota komunitas Backpacker Dunia. Selain aktif di dunia maya, mereka juga memiliki agenda rutin pertemuan bulanan. Jadi, kalau kamu ingin keliling dunia dengan biaya yang terjangkau, kamu bisa bertukar cerita dengan menjadi anggota Backpacker Dunia dengan bergabung di Facebook dan milis mereka. (BIZ/VD)

LEAVE A REPLY