Waspada dengan 11 Pemicu Asma ini Agar Tidak Mudah Kambuh

0
24 views
besthealthmag.ca

Gulalives.co – Penyakit pernapasan kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus) ini mengakibatkan bronkus menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir berlebih. Asma tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan dengan mengetahui, menghindari, dan waspada terhadap pemicu asma. Lantas, apa saja pemicu asma yang bisa kita hindari?

Related image
whitakerwellness.com

Alergi

Alergi merupakan salah satu pemicu asma yang paling umum terjadi. Karena, alergi dan asma saling berkaitan satu sama lain. Pada orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibodi histamin, untuk melawan zat-zat yang sebenarnya tidak membahayakan.

Contohnya yakni makanan atau bulu binatang. Histamin kemudian akan beredar ke seluruh organ tubuh, seperti kulit, mata, hidung, saluran napas, paru-paru, dan saluran pencernaan, melalui aliran darah. Akibatnya, tubuh akan memunculkan beragam reaksi berlebihan. Salah satunya yakni sesak napas.

Olahraga

Pada orang-orang tertentu yang sudah punya asma sebelumnya, gejala mereka bisa bertambah parah akibat melakukan olahraga. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi orang yang tidak pernah punya asma (termasuk atlet), justru mengalaminya hanya saat mereka berolahraga.

Kenapa? Karena saat berolahraga atau beraktivitas berat, seperti naik tangga contohnya, tanpa sadar mungkin kamu akan menarik dan buang napas lewat mulut. Cara bernapas seperti ini bisa menjadi pemicu asma itu muncul.

Batuk

Batuk juga bisa jadi salah satu penyebab asma. Biasanya, peradangan pun infeksi di saluran pernapasan, seperti karena flu, rhinitis kronis dan sinusitis (radang sinus), pun bronkitis.

Infeksi saluran pernapasan merupakan penyebab asma paling umum pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Infeksi pernapasan yang memicu asma ini dapat disebabkan karena virus atau bakteri.

Obat Tertentu

Kebanyakan orang tidak pernah menyadari jika obat-obat tanpa resep tertentu bisa memperburuk gejala asmanya. Obat antinyeri NSAID seperti aspirin dan ibuprofen, hingga obat penyakit jantung beta blocker, bisa memperburuk gejala asma yang dimiliki seseorang. Bahkan tidak jarang, efek samping obat-obatan tersebut juga dapat berakibat fatal pada penderita asma.

Asam Lambung Naik

Lebih dari 80 persen orang pengidap asma ternyata juga memiliki riwayat penyakit GERD parah. Nyatanya, orang dengan penyakit asma hampir dua kali lebih rentan terkena GERD dibanding mereka yang bukan penderita asma.

GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang ditandai dengan kenaikan asam lambung lebih dari 2 hingga 3 kali setiap minggu. Penyebabnya adalah katup berotot (sfingter) di ujung paling atas lambung tidak bisa menutup dengan baik untuk menjaga asam lambung tetap ada di dasar lambung.

Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan. Jika asam lambung naik ke kerongkongan atau saluran napas, maka akan menyebabkan iritasi dan peradangan bronkus yang dapat menjadi pemicu asma.

Merokok

Orang yang merokok lebih cenderung terkena asma dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Jika kamu memiliki asma dan merokok, maka hal tersebut dapat membuat gejala asma menjadi semakin memburuk.

Baca Juga: Sayuran ini Dipercaya Ampuh Perbaiki Paru-paru yang Rusak Akibat Merokok

Wanita yang merokok selama hamil juga dapat meningkatkan risiko mengi pada janinnya. Selain itu, bayi yang ibunya merokok selama kehamilan juga memiliki fungsi paru-paru yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak merokok.

Pekerjaan Tertentu

Pemicu yang biasa hadir pada lingkungan kerja, seperti zat kimia, serbuk kayu, debu konstruksi, dan asap limbah pabrik. Menjadikan orang yang paling rentan mengalami asma okupasi adalah para pekerja konstruksi, peternak hewan, perawat, tukang kayu, petani, dan pekerja lain yang dalam kesehariannya mengalami paparan polusi udara dan zat kimia, serta rokok yang bisa menimbulkan gejala asma.

Malam Hari

Kasus kematian akibat asma paling banyak terjadi pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena meningkatknya paparan alergi, suhu udara, posisi tidur yang berbaring, atau bahkan produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis tubuh. Selain itu, biasanya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam hari, terutama apabila lendir paru menyumbat saluran napas, dan memicu gejala batuk khas asma.

Penyebab Lainnya

Selain yang sudah disebutkan di atas, penyebab asma lainnya juga bisa karena hal-hal remeh, yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, seperti:

  • Bau-bauan yang kuat, misalnya parfum, bahan pembersih, dan lain sebagainya,
  • Udara dingin, perubahan suhu, dan kelembapan dapat menyebabkan asma, dan
  • Rasa cemas, menangis, berteriak, stres, marah, atau tertawa terlalu keras juga dapat memicu serangan asma.

Kamu juga harus tahu gejala yang mirip asma, padahal bukan asma:

Related image
mehilainen.fi
  • Mengi adalah satu dari sekian gejala asma yang dapat dikenali. Meski begitu bukan berarti orang yang mengalami mengi pasti memiliki asma. Pasalnya, mengi juga dapat menjadi gejala dari penyakit lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia (infeksi paru-paru).
  • Asma jantung adalah bentuk dari gagal jantung yang gejalanya mirip dengan beberapa gejala asma biasa.
  • Disfungsi pita suara.

LEAVE A REPLY