Hati-hati, Mengomentari Fisik Seseorang bisa Menyeretmu ke Penjara!

Gulalives.co – Siapa sih di antara kita yang tidak pernah mendengar sesama mengomentari fisik seseorang dengan begitu ringannya? Sebenarnya, tujuan mereka beragam. Ada yang memang benar-benar saling bercanda, beberapa di antaranya kebingungan ingin basa-basi apa, hingga tidak sadar jika dia sudah melakukan body shaming.

Related image
eva.ro

Tidak sedikit selebriti Indonesia yang juga mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari pengguna media sosial. Mereka yang bukan penggemar, tidak pernah bertemu, bersikap seolah paling dekat dengan keseharian artis tersebut. Sehingga merasa ber-HAK mengomentari apa pun tentang kehidupan mereka, termasuk fisiknya.

Image result for komentar body shaming
lifestyle.okezone.com

Tapi, fakta baru yang mengerikan bisa menjadi pembatas, karena sekadar, “Kok gendutan sih?” Nyatanya bisa menyeret pengucapnya ke penjara! Mengutip pernyataan dari psikolog Universitas Indonesia, Bona Sardo, MPsi, komentar semacam itu memang dikenal sebagai body shaming yang sifatnya mengolok bentuk fisik seseorang.

“Body shaming kan berarti bentuk ujaran atau ungkapan yang ditunjukkan kepada orang tertentu dengan tujuan menjelek-jelekkan atau mendiskreditkan kondisi fisik seseorang secara keseluruhan atau spesifik, mulai dari wajah, rambut, sampai ke bagian tubuh yang lebih di bawah lagi, seperti torso, pinggul, paha, kaki, pokoknya semuanya deh,” ucapnya pada detikHealth, Kamis, 22 November 2018, kemarin.

Sementara, dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Adi Deriyan, mengatakan jika korban body shaming bisa melaporkan perbuatan body shaming pada kepolisian, dan pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

“Bahwa yang diarahkan itu bentuknya harus mengandung unsur penghinaan, menjatuhkan harkat dan martabatnya, diketahui oleh orang banyak sehingga dia merasa tercemarkan dengan kalimat body shaming itu, dia menjadi bahan bully-an, sehingga orang itu merasa tidak enak,” tutur Adi.

Menurut Bona, UU ini akan berdampak positif, karena akan memagari dan membatasi penggunaan kata-kata yang tidak pantas digunakan, khususnya terkait body shaming, baik secara langsung pun melalui media sosial.

“Ini akan membuat kita semakin teredukasi juga untuk berbicara dan bersikap secara sopan kepada orang lain, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal,” pungkasnya.

Bahkan, gara-gara body shaming, pelatih fitnes di Singapura, diberhentikan sementara. Pria ini terancam kehilangan pekerjaannya. Ia diberhentikan sementara dari pekerjaannya di sebuah pusat pelatihan fitnes ternama, karena melakukan body shaming. Shah Cutler, kedapatan mengejek wanita yang sedang membeli es krim dan mem-posting pada Instagram Story pribadinya.

Related image
Shah Cutler

“Wtf so fat still wanna ice cream? Disgusting,” tulis Shah, ketika mem-posting foto seorang wanita bertubuh gemuk yang sedang mengantre di sebuah toko es krim.

Image result for Shah Cutler singapore
coconuts.co

Postingannya mengenai fisik seseorang ini memang telah dihapus, tapi tidak menutup protes dari netizen. Akibatnya, pihak fitnes tempatnya bekerja pun memberhentikan sementara influencer dan atlet binaraga itu sebagai pelatih fitnes.

Baca Juga: 9 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Perwakilan dari pusat pelatihan fitnes tempatnya bekerja menyatakan bahwa mereka menyesali perbuatan salah satu staf-nya tersebut. Permintaan maaf pun dilayangkan melalui surat terbuka di Facebook.

Dalam postingannya, Senin, 19 November 2018 lalu, mereka menulis, “Postingan pelatih (menyebutkan nama tempat fitnes) kami di media sosial telah menjadi perhatian kami dan kami melihat dia sudah melontarkan pernyataan yang tidak sensitif terhadap orang lain dan kami minta maaf atas apa yang telah terjadi. Kami telah melakukan investigasi internal dan memberhentikan dia dari tugas-tugasnya hingga waktu yang belum ditentukan. Dia telah minta maaf secara terbuka atas perilakunya di postingan Instagram dan paham dengan komentarnya yang tidak peka,” tulisnya.

Pusat pelatihan fitnes ternama itu juga menindak tegas dan melihat kasus body shaming tersebut dengan serius. Dan, mereka memastikan tidak ada lagi staf pun karyawannya yang berperilaku tidak pantas di ranah publik. Sementara itu, Shah juga telah meminta maaf lewat Instagram pribadinya. Sebelum dinonaktifkan, ia sempat menuliskan permohonan maaf.

“Aku dengan tulus meminta maaf atas postingan ig-story baru-baru ini. Aku terlalu kasar dan paham bahwa pernyataanku yang tidak sensitif ini menyakitkan hati. Aku benar-benar minta maaf jika komentarku menyakiti atau menyinggung semua orang,” tulisnya, seperti dikutip dari Daily Mail.

Setelah mengucapkan permohonan maaf, Shah menghapus akun Instagram, dan semua akun media sosial miliknya. Namun, meskipun sudah meminta maaf, netizen tetap menyerang Shah dengan kritikan pedas.

“Tidak semua hal harus di-posting di media sosial…Tubuh besar tapi otak kecil,” tulis seorang netizen.
“Kelakuan yang menjijikkan,” komentar netizen lainnya.

Bagaimana kalian memandang positif dan negatif dari UU ITE? Dan, apa kalian setuju jika mengomentari fisik seseorang bisa menyeret pelaku ke penjara? Atau justru kalian punya pendapat sendiri tentang yang satu ini?

Related image
jornalboavista.com.br

Apa pun itu, semua makhluk kan ciptaan Tuhan, ya? Jadi, merendahkan sesama, siapapun mereka, sama saja merendahkan apa yang sudah Tuhan ciptakan. Setuju gak? Jadi, daripada sibuk ngurusin fisik seseorang, lebih baik waktunya digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here