PBB: 50 Ribu Perempuan di Dunia Meninggal Dibunuh Orang Terdekat

khaleejtimes.com

Gulalives.co – Pilu. Tahukah kamu jika dalam setiap jam, ada enam perempuan yang meninggal dibunuh oleh anggota keluarganya sendiri? Menurut laporan terbaru dari PBB, pada tahun 2017, dari 87 ribu perempuan di seluruh dunia, terdapat lebih dari setengahnya meninggal dibunuh oleh orang terdekat. 30 ribu di antaranya dibunuh oleh pasangannya sendiri, dan 20 ribu lainnya dibunuh oleh kerabat dekatnya. Fakta ini tentu membuat rumah menjadi tempat yang paling tidak aman bagi perempuan. Mengapa demikian?

Related image
indiatvnews.com

PBB mengungkapkan, jika perempuan banyak mengalami kekerasan dalam rumah tangga karena adanya stereotip berbasis gender dan isu ketidaksetaraan yang terjadi di seluruh dunia.

Sebagian dari kematian tersebut dikaitkan juga dengan adanya adat budaya pemberian mahar, dan membunuh demi mendapat kehormatan (honor killing). Di India, kematian akibat mahar mampu menewaskan hingga setengah dari jumlah kasus pembunuhan terhadap perempuan. Sementara di Afganistan, tercatat ada 243 kasus perempuan meninggal dibunuh karena honor killing, pada rentang waktu mulai dari April 2011 hingga Agustus 2013.

Honor killing atau shame killing adalah sebuah pembunuhan seorang anggota keluarga, karena keyakinan pelaku bahwa korban telah membuat malu atau mencemarkan nama baik keluarga, atau telah melanggar prinsip-prinsip komunitas pun agama.

Pembunuhan ini biasanya dipicu oleh adanya penolakan perjodohan, berada dalam hubungan yang tidak disetujui oleh keluarga, berhubungan intim di luar nikah, menjadi korban pemerkosaan, berpakaian dengan cara yang dianggap tidak pantas, terlibat dalam hubungan non-heteroseksual, atau bahkan melepaskan iman. Mirisnya, tindakan ini sudah lama menjadi bagian dari ‘tradisi’ di Afghanistan.

Baca Juga: 7 Kasus Kejahatan dan Kematian yang Disebabkan oleh Makanan

Sementara di Indonesia sendiri, pada tahun 2017 lalu, terjadi kasus pembunuhan seorang perempuan bernama dr. Letty, yang tak lain meninggal dibunuh oleh suaminya sendiri, yakni dengan cara ditembak sebanyak enam kali. Kasus itu terjadi, karena sang suami merasa tidak terima saat dr. Letty melayangkan gugatan cerai untuknya.

Angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia memang semakin tinggi, ini adalah fakta yang begitu mengiris hati. Terutama yang dilakukan oleh pasangan atau orang-orang terdekat.

Menurut Catatan Tahunan dari Komnas Perempuan, sepanjang tahun 2018 ini saja, telah terjadi 5.167 kasus kekerasan terhadap istri, dan kemudian terdapat 1.873 kasus kekerasan perempuan dalam hubungan pacaran.

Beberapa negara seperti di Amerika Latin dan Karibia telah menerapkan hukum untuk menangani kasus pembunuhan terhadap perempuan. Namun, perempuan di seluruh dunia masih saja mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses ke tempat-tempat yang aman dari situasi berbahaya yang masih kerap terjadi.

Di Indonesia pun tidak sedikit lembaga-lembaga yang memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Namun, tetap dibutuhkan peran dari berbagai pihak dan lapisan masyarakat, untuk bisa memberikan tempat dan rasa nyaman secara menyeluruh bagi perempuan.

Related image
streenews.com

PBB mengungkapkan bahwa peran laki-laki juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekerasan berbasis gender. Mereka juga menyarankan agar anak-anak perempuan dan laki-laki diberikan pendidikan sejak awal, terlebih pendidik agama yang sudah pasti menentang perilaku biadab seperti ini.

Kamu lebih memilih diam, atau mau ikut memperjuangkan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here