Para Pria, Tolong Jangan Katakan Ini pada si Dia


Warning: imagejpeg(): gd-jpeg: JPEG library reports unrecoverable error: Output file write error --- out of disk space? in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 402
Saat bersama kekasihmu, jangan sampai kamu mengatakan beberapa hal (Foto: Girlslogic)

Gulalives.com, JAKARTA – Tindakan dan kata-kata yang baik mampu menjaga hubungan asmara kamu. Saat bersama kekasihmu, jangan sampai kamu mengatakan beberapa hal.

Olahraga tidak memiliki aturan tertulis. Aturan-aturan di dalamnya dibuat seiring kebutuhan dan perkembangan selama permainan. Aturan yang ada dibuat dan ditegakkan oleh pemain, pelatih, dan tim yang terlibat. Jika aturan tidak tertulis tersebut dilanggar, pemain dan lainnya akan menghadapi konsekuensi.

Hubungan asmara juga memiliki aturan tidak tertulis. Secara teknis, semua aturan dalam asmara tidak tertulis, tetapi ada aturan tertentu dalam hubungan yang begitu terang meski tidak perlu dijelaskan. Sayangnya, wanita harus secara gamblang menjelaskan aturan dalam cinta karena sebagian pria tidak mampu memahaminya.

Guys, ada beberapa pertanyaan, frase, ataupun tuntutan tertentu yang tidak sepatutnya kamu ucapkan pada seorang wanita. Apakah terkait berat badan, pakaian, mantan kekasih, dan sebagainya. Wanita mungkin bisa merumuskan daftar apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan atau dikatakan pria. Namun, mereka juga memberikan pria kesempatan untuk memahami mereka dengan cara pria.

Berikut bocoran tentang hal-hal yang sebaiknya tidak kamu katakan pada seorang wanita, atau kamu harus bersiap-siap menerima konsekuensinya, dilansir Askmen:

1. “Berapa banyak mantan kekasihmu?”

(Foto: Psychologies)
(Foto: Psychologies)

Pertanyaan tersebut tidak sepantasnya kamu sampaikan kepada wanita. Alasannya, kamu tentu sebenarnya tidak benar-benar ingin mengetahui jawabannya. Tidak masalah kalau mantan kekasihnya sedikit atau banyak, toh kamulah kini yang ada di hatinya.

Satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan adalah mengubah cara kamu dalam mencurahkan kasih dan sayang kepadanya. Jangan terpaku pada jumlah mantan karena kamu justru memberi kesempatan kepadanya untuk mengingat-ingat kembali memori bersama para mantan kekasihnya. Kalau jumlahnya terlalu banyak, kamu kemungkinan bisa minder atau kalau sebaliknya, kamu mungkin akan bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang salah dengan dirinya.

Sebaliknya, katakanlah “Kamu paling lama menjalin hubungan asmara berapa lama?”. Jawabannya bisa memberi kamu petunjuk bagaimana cara pandangnya terhadap sebuah hubungan, termasuk yang akan kamu jalin bersamanya nanti.

2. “Kamu harus menemui keluargaku”

(Foto: Newlovetimes)
(Foto: Newlovetimes)

Pertemuan keluarga adalah hal besar bagi wanita, yang seringkali dapat merekatkan ataupun menghancurkan hubungan. Kuncinya juga terletak pada seberapa baik keluarga kamu mampu menerimanya.

Wanita akan melihat hal tersebut sebagai langkah besar berikutnya dalam suatu hubungan. Sayang, sebagian pria tidak memahami pentingnya karena pria cenderung melakukannya lebih sering daripada wanita. Kamu tentu lebih sering datang ke rumah si dia daripada sebaliknya.

Pria memperkenalkan pasangan kepada keluarga, tidak selalu karena merasa sudah waktunya, tapi sering kali karena keluarga tidak berhenti bertanya tentang wanita yang sedang dikencani. Nah, kamu juga harus memahami perasaan wanita.

Terpenting, kamu mampu memastikan alasan mengapa ingin memperkenalkannya kepada keluargamu. Kemudian, minta dengan kalimat yang lebih baik, “Apakah kamu mau bertemu keluargaku?”. Dia harus bertemu keluargamu ketika dia merasa siap. Hanya karena kamu siap, bukan berarti dia siap. Dengan pertanyaan tersebut, dia memiliki pilihan untuk mengatakan ya atau tidak berdasarkan perasaannya.

3. “Kamu jelek kalau pakai baju itu”

(Foto: Youqeen)
(Foto: Youqeen)

Pria kadang membuat lelucon atau hanya secara terbuka mengeluh tentang lamanya waktu yang dihabiskan wanita saat bersiap-siap pergi. Bagi sebagian wanita, berpenampilan bukan sekadar memilih baju, bercermin, lalu lima menit berikutnya siap untuk pergi bersama kamu.

Menurutnya, berpenampilan yang tepat membutuhkan waktu, dan wanita menghabiskan banyak waktu untuk persiapan, mulai memilih pakaian, sepatu, tas, tatanan rambut maupun hijab, dan sebagainya. Bahkan, persiapan yang lama tidak menjamin dia akan senang dengan hasilnya. Tidak jarang dia mengaku terlihat buruk pada pakaian yang dipilihnya sendiri.

Sebaiknya katakanlah, “Aku hanya kurang suka dengan baju itu.” Kalau kamu harus menyampaikan rasa tidak suka dengan penampilannya, yang terbaik adalah menyalahkan pakaian dan bukan orang yang memakainya. Kalau kamu tidak suka penampilannya dalam gaun, kemeja, atau kaus tertentu, fokuskan kesalahan pada baju tersebut.

Kalau kamu ingin mengkritik secara halus, sampaikan berbarengan dengan pujian sehingga tidak membuatnya rendah diri dan kecewa. Misalnya, “Aku kira warna baju itu kurang cocok dengan warna kulit kamu” atau “Gaun itu membuat kamu terlihat sedikit berisi, padahal sebenarnya tidak begitu”.

4. “Kamu tambah gemuk?”

(Foto: Netdoctor)
(Foto: Netdoctor)

Yang satu ini hampir tidak membutuhkan penjelasan. Kalaupun berat badannya bertambah, kemungkinan dia sudah menyadari. Hal terakhir yang dia butuhkan adalah kamu menerimanya.

Sebaiknya katakanlah, “Yuk, kita mulai jogging lagi nanti sore. Aku mulai merasa kurang bugar.” Kalau kamu melihat berat badannya bertambah, maka yang harus kamu lakukan adalah mengajaknya menerapkan pola makan yang baik dan berolahraga.

Alih-alih membuatnya semakin sadar bahwa dia tambah gemuk, alihkan fokus untuk menjadi lebih sehat bersama-sama. Kebaikannya juga akan kamu rasakan, seperti dia menjadi lebih percaya diri, berpikir positif, dan sebagainya, selain bonus bahwa kamu akan menjadi lebih bugar.

5. “Aku tidak suka teman-temanmu”

(Foto: Rn-bff.tumblr)
(Foto: Rn-bff.tumblr)

Mungkin kamu memang tidak menyukai teman-temannya. Kenyataannya, si dia juga tidak benar-benar menyukai teman-temanmu, tapi dia bisa menyembunyikan perasaan tersebut di depan kamu.

Kecuali dia menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman-temannya atau melakukan hal-hal membahayakan pada hubungan kalian dan dirinya, kamu punya alasan kuat untuk tidak menyukai teman-temannya. Dan, ada baiknya katakan, “Kita harus bergaul dengan orang-orang baru.”

Teman baru memberi warna baru pada cara berpikir kamu dan dia. Mereka juga mungkin bisa menawarkan solusi lebih baik pada masalah yang kalian hadapi dalam hubungan. Selain itu, dia akan menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman-teman yang memberi pengaruh buruk baginya dan hubungan asmara kalian.

6. “Mantan kekasihku biasa melakukan kebiasaan itu. Bisakah kamu melakukannya?”

(Foto: Qooton)
(Foto: Qooton)

Kita semua punya obsesi. Tidak ada alasan untuk tidak mengungkapkan obsesi tersebut pada kekasihmu. Namun, saat kamu membandingkan pencapaian obsesi tersebut bersama mantan kekash, kamu jelas sangat menyakiti perasaannya.

Kalau ingin mengenalkan kebiasaan atau hal baru, yang sempat menjadi rutinitas bersama mantan kekasih, sebaiknya katakan, “Yuk, kita coba kegiatan itu minggu depan.” Tidak pernah ada alasan tepat untuk menyebutkan mantan kekasih, kecuali kamu diminta menjawab pertanyaan spesifik dari dia tentang hal tersebut.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY