Orang Berbadan Tinggi, Berisiko Kanker Lebih Tinggi?

0
34 views
nydailynews.com

Gulalives.co – Siapa sih yang tidak ingin memiliki tubuh tinggi semampai? Postur badan tinggi memang bisa menunjang kepercayaan diri seseorang, ya? Namun, tahukah kamu jika orang dengan postur badan tinggi, ternyata menyimpan banyak risiko kesehatan? Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa orang berbadan tinggi, juga berisiko kanker lebih tinggi.

Related image
ebay.com.au

Sebenarnya apa kaitan antara tinggi badan seseorang, dengan peningkatan risiko kanker? Begini, kaitan tersebut ditemukan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Setelah bertahun-tahun mengamati lebih dari 5 juta orang bertubuh tinggi dan berusia di atas 20 tahun.

Tim peneliti pun mengukur berapa pastinya tinggi badan mereka dan riwayat kesehatannya selama ini. Hasilnya? Risiko kanker meningkat hingga 10% untuk setiap 10 sentimeter pertambahan tinggi badan seseorang.

Peneliti menduga, bahwa peningkatan berisiko kanker, berkaitan dengan proses pertumbuhan orang-orang tinggi yang biasanya juga lebih pesat daripada mereka yang bertubuh lebih pendek.

Postur badan tinggi juga dianggap sebagai tanda pubertas dini, bahwa orang tersebut berhasil memenuhi kelengkapan nutrisinya, di awal masa pertumbuhan.

Nah, perubahan hormon dan asupan makanan tertentu yang memicu pertumbuhan di masa remaja awal inilah yang dipercaya ikut meningkatkan risiko seseorang terhadap perkembangan kanker di kemudian hari.

Baca Juga: 4 Gejala Kanker pada Wanita, Salah Satunya Haid Tidak Teratur?

Peneliti juga percaya bahwa orang-orang berbadan tinggi besar, biasanya memiliki lebih banyak sel dalam tubuh, begitupun dengan ukuran dan volume organ yang lebih besar, sehingga cenderung lebih rentan terhadap mutasi sel penyebab kanker.

Teori ini semakin kuat, karena hasil studi lain dari University of California yang dikepalai oleh Leonard Nunney, PhD, seorang pakar biologi.

Nunney berpendapat bahwa tubuh tinggi memiliki lebih banyak jumlah sel dengan ukuran yang juga lebih besar. Hal ini memungkinkan makin banyak genetik sel yang bisa terprogram secara eror, sehingga perkembangannya pun menjadi abnormal.

Penelitian pertama dari Karolinska Institute di Swedia, tidak secara spesifik menyebut kanker apa saja yang terkait dengan tinggi badan. Namun, mereka melaporkan tinggi badan tidak memengaruhi risiko beberapa jenis kanker.

Seperti kanker pankreas, kanker kerongkongan, kanker perut, dan kanker mulut. Sementara itu, penelitian yang dilakukan Nunney, menemukan peningkatan berisiko kanker terkait tinggi badan yang sangat besar akan terjadi pada kanker kulit.

“Risiko kanker kulit berkaitan dengan hormon. Pada orang berbadan tinggi yang lebih dari rata-rata, sirkulasi hormon pertumbuhan yang disebut IGF-1 sedikit lebih cepat. Ini dapat mempercepat proses pembelahan sel-sel tertentu di kulit sehingga meningkatkan risiko kanker kulit,” jelas Nunney.

Lain halnya dengan penelitian milik Oxford University yang diterbitkan di BMC Medicine. Mereka menemukan bahwa pria dengan badan tinggi besar berisiko kanker lebih besar, dan meninggal akibat kanker prostat ganas, daripada yang bertubuh pendek. Setiap 10 sentimeter tambahan pada tinggi seorang pria, meningkatkan risikonya terkena kanker prostat ganas hingga sebesar 21 persen.

Meski risikonya perlu diwaspadai, bukan berarti kamu harus panik ya jika punya badan yang tinggi. Meski tinggi badan dan risiko kanker memang sama-sama bisa dipengaruhi oleh genetik warisan orangtua, tapi gen bukan satu-satunya penentu takdir kesehatanmu.

Berbagai penelitian di atas tidak menghubungan kaitan risiko kanker dengan gaya hidup, seperti merokok, minum alkohol, paparan sinar matahari, radikal bebas dari polusi, atau faktor lainnya yang memengaruhi seseorang berisiko kanker.

Melainkan beragam faktor lingkungan luar, seperti kebiasaan harian, pola makan, dan tidak menerapkan prinsip seks yang aman, juga sangat mempengaruhi peningkatan risiko kanker. Termasuk jika kamu sudah lebih dulu memiliki kondisi medis lainnya, yang bisa memicu kanker. Seperti obesitas.

Risiko kanker untuk orang yang bertubuh tinggi, tenyata tidak lebih besar dari gaya hidup yang buruk kok. Jadi, kalau kamu memiliki tubuh yang tinggi, jangan cemas berlebihan, ya. Berisiko kanker tidak menjadi jaminan pasti bahwa kamu akan terkena kanker, tapi menjalani gaya hidup yang sehat tetap perlu kamu terapkan.

Related image
dunyanews.tv

Jika kamu memang bertubuh tinggi, tapi mampu menjaga gaya hidup tetap sehat dan selalu aktif, tidak perlu tenggelam dalam kecemasan. Apalagi kamu sudah menjaga pola makan, rutin olahraga, berhenti merokok, dan tidak konsumsi alkohol. Maka, risiko kanker pun bisa kamu kendalikan dengan maksimal.

LEAVE A REPLY