6 Obat Bisul ini bisa Kamu Beli di Apotek

0
69 views
patienttalk.org

Gulalives.co – Bisul, benjolan berisi nanah pada kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus Aureus. Benjolan ini biasanya muncul di area sekitar wajah, leher, ketiak, bokong, dan paha. Sebenarnya, bisul bisa disembuhkan dengan kompres air hangat, untuk meringankan nyerinya. Namun, kalau cara ini tidak ampuh, kamu bisa membeli obat bisul di apotek terdekat.

Related image
essentialoilbenefits.com

Bisul memang bukan masalah kulit yang serius, dan mudah disembuhkan. Tapi tidak bisa disepelekan juga. Biasanya, apoteker atau dokter akan meresepkan antibiotik untuk meringankan infeksi, dan mencegah terjadinya penyebaran. Apalagi kalau bisul tersebut terletak pada wajah, dan menyebabkan demam.

Maka, antibiotik adalah solusi yang tepat. Karena, infeksi bisul yang sudah telanjur parah dan tidak segera disembuhkan, akan berisiko memicu komplikasi. Lantas, apa saja obat bisul yang bisa membantu mempercepat proses penyembuhan benjolan meradang ini?

Benzocaine

Benzocaine termasuk obat bisul berbentuk salep yang bisa membantu meredakan sakit. Karena, cara kerja salep ini mirip seperti bius lokal yang dapat meredam sinyal rasa sakit pada kulit.

Hanya dengan mengoleskan sedikit salep ini, sudah mampu mengurangi rasa sakit yang kamu alami. Tapi kalau kamu menggunakannya secara berlebihan, maka salep benzocaine dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit, kemerahan, bengkak pada wajah atau lidah, dan ruam.

Cephalexin

Cephalexin merupakan jenis antibiotik oral yang termasuk dalam kelas cephalosporins. Jika digunakan sesuai aturan pakai, maka salep yang satu ini sangat efektif menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Sama seperti jenis antibiotik lainnya, salep cephalexin juga memiliki efek samping yang perlu kamu waspadai, yakni dapat berupa diare, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, ruam, hingga demam. Jadi, pastikan kamu benar-benar mengikuti aturan pemakaian dari dokter pun yang tertera pada kemasan obat bisul ini, ya.

Clindamycin

Clindamycin adalah obat oral yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi serius, termasuk juga benjolan berisi nanah karena bisul. Obat bisul ini bekerja dengan cara menghambat kemampuan bakteri untuk memproduksi protein, yang digunakan untuk menginfeksi tubuh.

Karena termasuk obat golongan antibiotik, maka sebaiknya patuhi aturan pakainya, dan lanjutkan sesuai resep. Menghentikan penggunaan obat yang terlalu cepat, terutama antibiotik, dapat membuat bakteri kembali berkembang, hingga pada akhirnya membuat bisul tidak kunjung sembuh.

Baca Juga: 4 Cara Mengobati Cantengan ini Ampuh Hilangkan Nyut-Nyutan

Gentamicin

Gentamicin adalah jenis salep antibiotik spektrum luas yang ampuh mengobati bisul pada kulit. Salep bisul yang satu ini termasuk dalam kelas aminoglikosida, yang efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Namun, pastikan kamu menggunakan salep ini sesuai dengan aturan pakai, ya. Karena, jika kamu salah menggunakan obat ini, dan tidak sesuai dosis, maka akan menurunkan efektivitas obat, hingga menyebabkan bisul tidak kunjung sembuh, atau bahkan semakin meluas.

Sebelum mengoleskan salep, cuci dulu tanganmu hingga benar-benar bersih. Setelah itu, cukup oleskan salep tipis-tipis pada benjolan sebanyak 3 hingga 4 kali sehari. Gunakan pada waktu yang sama di setiap harinya, agar hasil efektif kamu dapatkan, dan penyembuhannya lebih cepat.

Mupirocin

Mupirocin adalah salah satu salep antibiotik yang bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul. Salep yang satu ini sering digunakan untuk melawan infeksi bakteri Staphylococcus Aureus, yakni bakteri penyebab berbagai masalah kulit, seperti impetigo, eksim, psoriasis, herpes, dan sebagainya.

Mupirocin juga bekerja efektif dengan menghalangi aktivitas enzim isoleusil-tRNA sintetase. Enzim ini digunakan bakteri untuk membuat protein yang kemudian menginfeksi tubuh manusia. Tanpa enzim ini, bakteri akan mati secara perlahan, hingga proses penyembuhan bisul menjadi lebih cepat.

Selain itu, mupirocin juga mengandung polyethylene glycol yang mudah diserap oleh kulit yang terinfeksi. Namun, kamu harus gunakan salep sesuai petunjuk dokter atau yang tertera pada label kemasan, ya. Karena, kandungan bahan kimia pada obat bisul ini dapat memengaruhi kinerja ginjal, jika digunakan secara berlebihan.

Efek samping lainnya berupa kulit gatal dan panas di sekitar area bisul, bengkak di wajah atau bibir, sakit kepala, hingga sesak napas. Maka, pastikan kamu mengikuti petunjuk pemakaiannya dengan baik dan benar, ya.

Paracetamol atau Ibuprofen

Jika infeksi bisul sudah menyebar ke jaringan yang lebih dalam, atau meluas. Maka, kamu memerlukan antiperadangan tertentu seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat minum ini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat benjolan berisi nanah yang sedang meradang.

Related image
homeremediesweb.com

Namun, kalau bisul terus melebar hingga lebih dari 1 cm, mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening, sakit yang tidak tertahankan, atau bisul tidak kunjung kempes dan mengering setelah diberi obat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, ya. Karena, dokter mungkin akan menyuntikkan bius lokal, untuk mengeluarkan nanah pada bisul, dan mencegah infeksi terjadi lebih lanjut.

LEAVE A REPLY