Gulalives.com, JAKARTA – Pulang dari Inggris, Maudy Ayunda jadi sering menangis. Ada apa gerangan? Ternyata ini salah satu wujud totalitas mahasiswi Universitas Oxford ini di dunia yang baru. Penyanyi dan aktris film ini didaulat menjadi dubber untuk film animasi bertajuk Battle of Surabaya.

Menurut cewek kelahiran 19 Desember 1994 itu, menjadi dubber nggak semudah yang dibayangkan. Ia harus mengulang beberapa kali suaranya demi menyamakan dengan karakternya sebagai Yuma dalam film animasi tersebut.

“Saya butuh belajar berbulan-bulan untuk menjadi dubber di film ini. Selama beberapa hari, saya masuk sendirian ke ruang recording. Saya harus mendapatkan emosi yang bagus untuk tokoh yang saya perankan. Karakter suaranya harus saya dalami sampai matang. Kadang saya suka tertawa sendiri, berdialog tanpa ada lawan mainnya,” kenang Maudy saat ditemui Gulalives beberapa waktu lalu di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.

Nggak hanya mengulang beberapa kali dan harus mendapatkan karakter suara yang diinginkan produsernya, pemilik album Panggil Aku dan Moments ini sampai harus menangis saat melakukan pengambilan suaranya.

Nggak Ada Hujan dan Petir, Kenapa Maudy Ayunda Menangis 1

“Ini yang sulit. Di studio recording saya sendirian, nggak ada lawan main, tapi harus bisa menangis sejadi-jadinya. Ternyata, saya bisa meneteskan air mata sendiri lho. Mungkin karena saya terlalu menghayati dialognya, jadi emosinya terbawa. Itu saya lakukan beberapa kali,” tutur pemeran Kugy di film Perahu Kertas ini.

Buat Maudy, ini pengalaman yang sangat berharga. Selama ini ia nggak pernah membayangkan bisa menjadi seorang dubber.

“Saya pulang ke Jakarta kan karena liburan studi. Eh, malah dapat job sebagai dubber. Happy banget bisa dapat sesuatu yang beda dari yang saya jalani selama ini. Aku memang selalu tertantang untuk melakukan sesuatu yang baru,” beber Maudy. (RIA/VD)

LEAVE A REPLY