gempa nepal_www.voaindonesia.com

Gulalives.com, KATHMANDU – Pemerintah Nepal melalui Menteri informasi Nepal, Minendra Rijal menyatakan bahwa pihaknya tidak siap dalam menghadapi bencana gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (25/4/15) pekan lalu. Kepada BBC, Minendra Rijal menyatakan terlalu banyak waktu dihabiskan untuk seminar mengenai kesiapan menghadapi bencana, yang tidak banyak manfaatnya dalam menghadapi bencana sesungguhnya.

Komentarnya disampaikannya menyusul kritik yang ditujukan kepada pemerintah Nepal, bahwa pemerintah terlalu lambat dalam mengedarkan bantuan internasional kepada para korban. Penduduk yang tinggal di dekat pusat gempa menyatakan mereka belum menerima bantuan, hampir sepekan setelah guncangan terjadi.

gempa nepal_print.kompas.com
gempa nepal_print.kompas.com

Sementara para penduduk di sebuah desa kecil berkata bahwa mereka harus mengutang beras dari kota terdekat. Seorang wartawan yang bisa mencapai desa tersebut melihat hampir semua rumah telah hancur; dan ia juga menyaksikan kehancuran serupa di beberapa desa lainnya.

Sementara itu Pemerintah Nepal telah meminta kepada dunia internasional agar mengirimkan lebih banyak helikopter untuk menyebarkan pasokan ke daerah-daerah terpencil di pegunungan. Sementara itu pihak berwenang masih berupaya menemukan sekitar 1.000 warga negara-negara anggota Uni Eropa yang masih belum ditemukan di Nepal.

Seorang pejabat Uni Eropa berkata, sebagian besar dari mereka sedang mendaki gunung Everest atau di gunung Langtang yang terpencil. Masih ada harapan bahwa mereka masih bertahan hidup di daerah-daerah yang terisolasi akibat gempa. Gempa terjadi saat puncak musim pendakian gunung yang amat populer di kalangan para pendaki. Sejauh ini, sebanyak 12 orang warga negara Uni Eropa telah dinyatakan tewas karena longsoran salju yang diakibatkan oleh gempa menimpa kemah mereka di kaki gunung Everest. (DP)

LEAVE A REPLY