Mayoritas Penduduk di 9 Negara ini Memiliki Usia Panjang

0
12 views
rd.com

Gulalives.co – Fasilitas dan campur tangan pemerintah, memang sangat berpengaruh dengan kualitas hidup masyarakatnya. Maka, semakin baik fasilitas dan pelayanan yang diberikan, maka semakin baik pula kualitas dan harapan hidup para penduduk. Seperti laporan yang dicatat oleh lembaga survei, World Happines Report, tentang rata-rata usia panjang manusia mencapai 71 tahun.

Related image
smartlifebites.com

Hasil ini disimpulkan dari penelitian pada 155 negara di dunia. Dan uniknya lagi, negara-negara berikut juga memiliki harapan hidup di atas rata-rata. Sementara survei yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF), memperlihatkan negara dengan kualitas hidup terbaik dengan penduduk yang memiliki angka harapan hidup terpanjang. Lantas, penduduk negara mana saja yang memiliki usia panjang?

Australia

Related image
businessinsider.com.au

Penduduk di negara Australia memiliki usia panjang rata-rata mencapai 82,3 tahun. Hal ini disebabkan karena gaya hidup mereka yang sehat, serta fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga membuat warga negara di negara ini memiliki angka harapan hidup yang panjang. Namun, pria asli Australia rata-rata memiliki usia lebih pendek yaitu 69 tahun.

Jepang

Related image
tokyotimes.com

Di Okinawa, Jepang, memiliki ratusan penduduk yang masih hidup meski usianya sudah lebih dari 100 tahun. Kondisi yang semakin langka di muka bumi ini membuat Okinawa dijuluki sebagai “the land of immortals”. Pada 2017, jumlah penduduk yang menginjak usia panjang 90 tahun atau lebih di Jepang, mencapai angka dua juta jiwa.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, rata-rata tingkat harapan hidup di Jepang adalah 84,2 tahun. Sementara, untuk laki-laki, tingkat harapan hidup rata-ratanya mencapai 81,1 tahun, dan 87,1 tahun pada perempuan.

Hong Kong

Related image
scmp.com

Di negara ini, penduduknya rata-rata bisa bertahan hidup hingga 84 tahun. Berbagai jurnal medis mengungkapkan bahwa ritual tradisional Hong Kong yang dikenal dengan Tai Chi, berpengaruh pada usia panjang yang mereka miliki.

Indonesia

Image result for old people in indonesia
techinasia.com

Lantas, bagaimana dengan negara kita, Indonesia? Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2010-2017, Indonesia mampu mendongkrak usia panjang harapan hidup. Pada 2010, usia harapan hidup penduduk Indonesia adalah 69,8 tahun. Namun pada 2017, angka itu sudah naik menjadi 71,0 tahun.

Baca Juga: Tanpa 10 Makanan Khas Indonesia ini Hidup Terasa Hampa

Italia

Image result for old people in italia
hiveminer.com

Italia memiliki penduduk dengan rata-rata usia panjang mencapai 82,7 tahun. Ini karena penduduk Italia sering mengonsumsi makanan dengan diet yang seimbang. Sehingga membantu mereka untuk terhindar dari penyakit kardiovaskular.

Prancis

Image result for old people in prancis
campaigntoendloneliness.org

Di Prancis, penduduknya memiliki rata-rata usia 82,4 tahun. Ternyata penyebabnya adalah penduduk di negara ini memiliki tingkat obesitas terendah di Eropa Barat. Masyarakat di Prancis juga lebih memilih makan sayur dibanding daging dan bir, lho.

Singapura

Image result for old people in singapore
population.sg

Penduduk Singapura memiliki rata-rata usia 82,6 tahun. Dan, selain angka harapan hidup yang panjang, Singapura juga memiliki angka kematian bayi terendah di dunia. Ini disebabkan warganya lebih fokus pada pencegahan penyakit, sebelum mereka menginjak usia tua.

Spanyol

Related image
electricianjobsonline.co.uk

Sebagian besar pria dan wanita Spanyol memiliki semangat hidup yang tinggi. Mereka juga sangat menyukai seni, mulai dari drama, hingga bermain piano. Banyak juga penduduknya yang menikmati waktu sembari bertani atau justru memilih untuk merawat anak. Ternyata, hal tersebut berpengaruh dalam membantu mereka untuk memiliki umur yang panjang.

Swiss

Related image
helveticnews.com

Pada 2018, rata-rata angka harapan hidup di negara ini mencapai 83,3 tahun. Laki-laki mencapai 81,2 tahun, sedangkan perempuan mencapai 85,2 tahun. Kehidupan dengan harapan usia panjang di negeri ini salah satunya diyakini karena kekuatan komunitas yang terbangun di sana.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan rasa terisolasi dan kesepian, memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan. Bahkan, kondisi itu sama buruknya dengan obesitas.

Sekitar 94 persen penduduk di Swiss mengaku setidaknya memiliki satu orang yang bisa dijadikan tempat bergantung di kala mereka membutuhkan. Jadi, terhindari dari perasaan sepi atau terisolasi tadi.

LEAVE A REPLY