Muhammad Hamzah Amirullah, Tukang Becak yang Berhasil Jadi Sarjana!

edukasi.rakyatku.com

Gulalives.co – Belum lama ini media sosial ramai dengan kisah seorang pemuda yang bekerja sebagai tukang becak, tapi tetap semangat kuliah, hingga berhasil menjadi seorang sarjana. Video Muhammad Hamzah Amirullah, warga Tanjung Batu, Majene, Sulawesi Barat ini beredar, saat ia datang ke wisuda dengan mengayuh becak, di mana ada wanita tercintanya (Ibu) di kendaraan roda tiga tersebut.

Related image
tekape.co

Jelas, Muhammad Hamzah Amirullah terlihat bahagia dan bersemangat sepanjang perjalanan. Dari komentar sejumlah pengguna media sosial, diketahui jika video ini direkam pada hari Minggu pagi kemarin, 18 November 2018.

Dalam video itu, Hamzah mengendarai becak menuju tempat wisudanya, yakni Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Sulbar. Pekerjaan sehari-harinya memanglah mengayuh becak, dan sudah ia lakoni sejak lama, agar dapat menyelesaikan kuliahnya.

“Alhamdulillah sarjana ini saudara terbaikku. Beliau punya kisah yang haru, berangkat dari sebuah becak sederhana, beliau menjadi seorang sarjana muda,” tulis rekannya yang diketahui bernama Abd Rahman.

Ia pertama kali memposting foto Muhammad Hamzah Amirullah, hingga mendapat banyak komentar. Abd Rahman pun mengaku jika ia sempat menghubungi sahabatnya itu, setelah menerima foto wisuda dari Hamzah.

“Pagi ini saya sempat menghubunginya, rasa haru nampak dari wajahnya, dia mengirimkan foto yang sangat indah, foto seragam wisuda, dan dengan becak beliau menuntun ibunya menuju gedung tempat di mana ijazah akan diberikan kepadanya. Sodaraku Muhammad Hamzah Amirullah Us dengan becaknya,” tulis Abd Rahman Wahab sebagai ucapan.

Ada selembar kertas yang Muhammad Hamzah Amirullah tempelkan pada becaknya, bertuliskan “PA’ BECAK BISA TONJI WISUDA,” yang mana artinya pengayuh becak juga bisa wisuda. Bahkan, terlihat sejumlah buku bacaan yang tersusun rapi di atas becaknya itu.

Image result for Muhammad Hamzah Amirullah becak wisuda
metrobatam.com

Dari akun Facebook Irwan fals, jelas pengakuan Muhammad Hamzah Amirullah, yang ternyata sebelumnya pernah menjadi nelayan, hingga buruh bangunan. Semua ia lakukan demi bisa menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah.

Baca Juga: Inspiratif! Ida Ayu Riski Susilowati, Jualan Cilok Demi bisa Sekolah!

“Ini bentuk kesyukuran, karena dari hasil becak itu saya bisa sekolah, menarik becak memang sudah saya lakukan sejak kelas lima SD. Saya juga pernah diajari orang tua saya menjadi nelayan, bahkan saya juga pernah menjadi buruh bangunan, menggantikan kakak saya,” ujar Hamzah di video itu.

Sebelumnya, menjadi prajurit TNI merupakan impian Hamzah. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Hamzah sudah bercita-cita mengabdi pada negara, sebagai prajurit TNI. Sayangnya, impian Hamzah tidak diresui orangtua. Maka, setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Majene, Hamzah harus mengurungkan niatnya mendaftar TNI.

Baca Juga: Hijrah Fest 2018: Ketika Artis Menginspirasi Kebangkitan Islam

“Orangtua tidak mendukung, sehingga saya tidak mendaftar waktu itu,” ungkap Hamzah.

Setelah gagal menjadi TNI, tahun 2014 lalu, Hamzah mendaftar di Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STITEK) Balik Diwa Makassar, dan sudah menerima panggilan melalui jalur beasiswa Bidik Misi. Namun, lagi-lagi rencananya harus dikubur. Hamzah juga tidak mendapatkan izin dari orangtuanya, untuk lanjut studi di Kota Daeng, julukan Makassar.

“Padahal wakil rektornya sudah pastikan saya lulus Bidik Misi. Tapi orangtua melarang, takut saya jauh dari orang tua,” katanya.

Akhirnya, pemuda asal Tanjung Batu, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae Timur, Majene itu, mendaftar di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Majene. Dan, setelah sebulan kuliah di UT, ayah Hamzah meninggal dunia.

“Mungkin di situ hikmahnya, saya bisa melihat orangtua saya meninggal,” ucapnya.

Kini, Hamzah telah dinyatakan lulus, dan menyandang gelar sarjana jurusan manajemen. Ia mengaku ingin fokus menjadi penggerak literasi. Kata Hamzah, saat wisuda dia memang sengaja membawa beberapa buku di atas becaknya. Sebagai penanda dirinya akan fokus menjadi penggerak literasi.

“Itu sebenarnya planning saya sejak lama,” katanya.

Hamzah juga berencana membuat lapak baca di rumahnya, di Tanjung Batu. Ia juga akan menyebarkan ‘virus’ literasi berjalan, dengan becaknya.

“Saya berinisiatif membuat lapak becak Mandar pustaka,” ujarnya.

Modal awalnya sebagai penggerak literasi adalah 20 lebih buku bacaan, yang ia kumpulkan dari bantuan teman-temannya. Bagi Hamzah, literasi sangat bemanfaat untuk masyarakat, juga relevan dengan status Majene sebagai kota pusat layanan pendidikan di Sulawesi Barat. Pemuda kelahiran 2 April 1995 itu pun bertekad untuk melestarikan bahasa dan budaya Mandar. Ia menganggap jika kedua hal itu mulai tergerus perkembangan zaman.

Rekannya, Saleh, sangat mendukung tekad Hamzah menjadi penggerak literasi. Ia juga telah mengetahui rencana itu langsung dari Hamzah. Saleh merupakan kakak kelas Hamzah di SMKN 2 Majene.

Kini, Saleh juga bergerak di Ontel Pustaka yang merupakan motivasi bagi Hamzah. Dan, Abdul Rahman kembali membagikan pengakuannya, yakni tentang kagumnya ia dengan semangat Hamzah. Menurutnya, Hamzah merupakan seorang pekerja keras yang pantang menyerah.

Image result for Muhammad Hamzah Amirullah
edukasi.rakyatku.com

“Sejak SMK sudah jadi tukang becak, dia juga biasa jadi buruh bangunan,” jelas Abdul.

Salut dengan kisah dan perjuanganmu. Semoga kita semua bisa terus menginspirasi sesama, ya. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here