5 Mitos Tentang Perselingkuhan

0
119 views
her.ie

Gulalives.co – Siapa bilang perselingkuhan hanya terjadi di tengah-tengah hubungan yang kacau? Atau seseorang yang selingkuh selamanya tidak akan bisa berubah menjadi lebih baik? Semua orang pasti tidak ingin pernikahannya diterjang badai satu ini. Namun, kamu juga perlu tahu kebenaran dari mitos tentang perselingkuhan secara mendalam. Seperti yang akan Gulalives bahas kali ini.

Image result for cheating myths
msn.com

Mitos Tentang Perselingkuhan Pertama: Pria Lebih Sering Selingkuh daripada Wanita

Kenyataannya pria dan wanita sama-sama memiliki peluang untuk menduakan cintanya dari pasangan. Namun, mengutip dari laman Psychology Today, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset dari University of Washington di Amerika Serikat, berhasil mengumpulkan survei seputar perselingkuhan selama 15 tahun.

Hasil survei tersebut menunjukkan data bahwa terjadi peningkatan jumlah perselingkuhan dari 5 persen menjadi 15 persen pada wanita, dan dari 20 menjadi 28 persen di kalangan pria.

Dan mendukung hasil penelitian tersebut, para peneliti dari University Kinsey Institute dan University of Guelph di tahun 2011, mengambil kesimpulan terbaru bahwa ada sekitar 19 persen perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita, dan 23 persen kasus perselingkuhan oleh pria.

Meskipun jumlah kasus perselingkuhan tersebut memang dimenangkan oleh pria, tapi nyatanya penelitian tersebut juga menunjukkan jika semakin banyak wanita yang menduakan pasangannya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Sesal Pasca Berselingkuh dari Pasangan?

Mitos Tentang Perselingkuhan Kedua: Perselingkuhan Hanya Hadir di dalam Hubungan yang Tidak Sehat

Faktanya, hubungan yang manis, adem ayem, atau berantakan dan tidak bahagia sama sekali, sama-sama rentan diuji oleh pahitnya perselingkuhan, dari salah satu atau kedua pasangan. Sebab, ada berbagai motif mendasar yang menjadi alasan terjadinya perselingkuhan.

Entah karena memang ada kesempatan yang tidak ingin dilewatkan, jenuh dengan hubungan yang itu-itu saja, merasa ada yang lebih bisa membahagiakan dirinya daripada pasangan saat ini, dan alasan lainnya. Namun, apa pun dan bagaimanapun alasannya, perselingkuhan akan tetap menjadi duri perusak dalam suatu hubungan.

Menurut Foojan Zeine, PsyD, seorang terapis pernikahan dan keluarga di California, Amerika Serikat, pelaku perselingkuhan biasanya membutuhkan semacam perubahan yang menarik dalam rumah tangganya, guna membangkitkan semangat dalam menjalin suatu hubungan.

Hal inilah yang kemudian membuat mereka merasa seolah tertantang untuk melakukan hal yang tanpa sadar dapat mengkhianati serta menyakiti pasangannya.

Baca Juga: Kenapa Terjadi Perselingkuhan di dalam Rumah Tangga yang Harmonis?

Mitos Tentang Perselingkuhan Ketiga: Pelaku Perselingkuhan Tidak bisa Berubah

Hal ini masuk ke dalam mitos tentang perselingkuhan karena setiap orang punya kesempatan untuk menyadari dan mengubah kesalahannya, termasuk bagi si pelaku perselingkuhan. Maka, jika ia mau berubah, berjanji, dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya, tentu masih ada peluang besar baginya untuk berubah ke jalan yang lurus.

Selingkuh adalah pilihan yang tentu bisa diabaikan. Jadi kalau kamu pernah atau sering selingkuh dari pasangan, mencari tahu akar permasalahan dan mengendalikan sikap merupakan salah satu kunci penting, agar kamu tidak perlu lagi mengulangi kesalahan di masa lalu.

Baca Juga: Benarkah Suami Lebih Rentan Selingkuh saat Istri Hamil?

Mitos Tentang Perselingkuhan Keempat: Sulit Kembali Percaya pada Pasangan Setelah Diselingkuhi

Perasaan sedih dan kecewa yang mendalam setelah mengetahui kebohongan besar pasangan di belakang kita, pasti bisa meruntuhkan kepercayaan yang selama ini sudah dibangun. Sebagian besar dari korban kasus perselingkuhan mungkin lebih memilih untuk berpisah.

Namun, tidak sedikit pula korban perselingkuhan yang bisa kembali percaya pada pasangan, karena meski pernah menelan pahitnya kenyataan diselingkuhi. Mereka punya pertimbangan matang sampai akhirnya bisa kembali percaya dan membuka hati untuk memaafkan kesalahan pasangan.

Sebab terkadang, proses pemulihan diri bisa membangun hubungan baru yang justru semakin harmonis. Meskipun perlu ditekankan jika perselingkuhan bukanlah hal yang benar, ya!

Baca Juga: Kenapa sih Wanita Selingkuh? Ini 5 Alasan Terbesarnya

Mitos Tentang Perselingkuhan Kelima: Setelah Diselingkuhi, Pasti Berpisah

Kebanyakan kasus perselingkuhan biasanya akan berakhir pada perpisahan. Namun, ternyata mitos tentang perselingkuhan yang satu ini tidak sepenuhnya benar. Karena sama seperti ujian hidup, perselingkuhan juga bisa mengubah hubungan ke arah yang lebih baik atau lebih buruk, tergantung dari bagaimana korban dan pasangan menyikapinya.

Image result for forgive couple
news.yale.edu

Perselingkuhan bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan, bisa saja menjadi awal hubungan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Saling terbuka dan sama-sama mengutarakan unek-unek yang mungkin selama ini belum bisa tersampaikan, sampai akhirnya terjadi perselingkuhan.

Tapi semoga kamu dan pasangan tidak perlu merasakan pahitnya perselingkuhan, ya.

LEAVE A REPLY