Mitos Tentang Kucing Yang Tersebar di Indonesia

0
645 views
Mitos Tentang Kucing

Mitos Tentang Kucing – Kamu seorang pecinta kucing? Hewan yang bernama latin Felis catus, yang bisa kamu temui di rumah atau jalanan, ternyata punya latar belakang sejarah yang mengagumkan. Kucing dikenal sebagai binatang peliharaan kesayangan Nabi Muhammad juga ratu Mesir Cleopatra.

Di Jepang dikenal Maneki Neko, kucing yang menjadi simbol keberuntungan. Maka dalam bahasa jepang, neko artinya adalah kucing. Selain itu dikenal juga Muezza, kucing favorit Nabi Muhammad.

Kucing sudah dipelihara oleh manusia setidaknya sejak zaman mesir kuno. Terdapat mitos yang terkenal, Pada kebudayaan mesir kuno, perihal seorang dewi berbentuk kucing bernama Bast. Bast adalah dewi pelindung rumah, pelindung ladang dari serangan tikus, kadang-kadang mempengaruhi beberapa aspek dalam peperangan dan menjelma dalam bentuk singa betina.

Pada zaman mesir kuno kucing dikisahkan telah menyelamatkan kehidupan banyak dari kelaparan akibat serangan tikus. Mitos Dewi Bast muncul dari kekaguman manusia terhadap kucing sebagai hewan kesayangan. Bast adalah anak dari dewa matahari Ra dan banyak berperan penting dalam kepercayaan mesir kuno.

Karakter dan sifat kucing yang misterius membuat orang menyukainya. Kucing memiliki mitos yang beragam di Indonesia. Pada abad ke 13 pengadilan penyihir mulai dilakukan di Eropa. Di abad ini kucing mendapat reputasi jelek, karena dianggap sebagai roh yang membantu para penyihir. Gulalives merangkum untuk kamu terkait mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kucing. Terserah Anda percaya atau tidak.

 

Mitos Tentang Kucing Memiliki 9 Nyawa

Mitos tentang kucing yang memilikin nyawa berjumlah sembilan ini bahkan terkenal di seluruh dunia. Pada tahun 1854, ditulis pada sebuah buku, yang menyatakan bahwa seorang penyihir mampu berubah berntuk menjadi seekor kucing paling banyak 9 kali. Bisa jadi inilah asal muasal istilah kucing mempunyai 9 nyawa. Faktanya kucing kucing tidak memiliki nyawa sebanyak itu. Kenapa Mitos itu jadi ada? karena kucing adalah hewan yang sangat cerdas, lincah dan gesit, jadi kadang kala ia terlihat sebagai hewan yang “lebih beruntung” daripada hewan lain. Kucing pun punya refleks yang bisa membuatnya terhindar dari bahaya.

 

Mitos Tentang Kucing Hitam

Kucing hitam jadi ditakuti. Padahal Kucing dengan bulu warna hitam sejatinya terlihat lebih elegan. Kucing hitam dianggap berhubungan erat dengan sihir-menyihir. Mitos tentang kucing hitam yang berkembang adalah jika ada  yang memotong jalan kamu, maka segala urusan dan usahamu akan sia-sia. Atau jika ada kucing yang mau menyeberang jalan, tapi tiba-tiba tidak jadi menyeberang itu artinya usaha kamu juga tidak akan bisa terwujud. Mitos tentang kucing hitam lainnya adalah jika melompati mayat, maka mayat tersebut akan terbangun dan memeluk orang yang ada didekatnya. Tapi sampai sekarang sepertinya belum ada bukti, mayat bisa hidup lagi berkat dilompati kucing hitam. Bener kan?

 

Mitos Jika Menjahati Kucing

Walaupun tergolong sebagai hewan yang lucu, Tidak semua orang menyukai kucing, tak jarang kucing pun jadi sasaran penyiksaan oleh manusia. Mitos tentang kucing yang berkembang adalah jika menjahati hingga terluka tetapi tidak mengobatinya, maka kesialan dan musibah dalam waktu 2 bulan berturut-turut akan menimpamu. Beda lagi jika kamu menabrak kucing hingga tewas, tapi kamu tidak menguburnya kamu akan terkena sial hingga 2 bulan.

Buat kamu yang suka ngebut, hati-hati ya kalau ada kucing yang tiba-tiba nyelonong melewati depan kamu. Lebih baik menghindar, Tapi kalau terlanjur nabrak kucing, kamu harus tanggung jawab lho

 

Mitos Tentang Kucing Menjilat Tangannya, Pertanda Hujan

Katanya Kucing bisa meramalkan kapan bakal turun hujan? Mitosnya, apabila kamu melihat kucing sedang menjilati tangannya, berarti sebentar lagi akan turun hujan. Badai akan datang bila ada seekor kucing menjilati ekorya. Benar gak ya? Coba deh cek, atau cuma karena belum mandi aja ya? hehehe

 

Mitos Tentang Kucing Pergi Dari Rumah Sebelum Mati

Ada mitos yang menyebutkan, seekor kucing bisa meramalkan kapan dia akan mati. Saat mendekati ajalnya kucing akan menjauh dari rumah majikan, dan akan mencari tempat untuk menjemput ajalnya. Makanya jarang sekali kita melihat kucing yang mati dengan wajar. Biasanya kucing akan mati di tempat yang jarang di kunjungi orang. Sepertinya kucing tersebut tidak mau membuat sang majikan bersedih bila menemukannya mati di dekat rumah. So sweet gak sih?

Mitos Tentang Kucing Kucing Belang Tiga

 

Mitos yang berkembang soal Kucing belang tiga jantan karena kerap dimakan induknya. Ada juga yang mengatakan bahwa kucing belang tiga jantan tak bisa hidup lebih dari tiga bulan. Faktanya, hampir semua kucing belang tiga berkelamin perempuan. Sangat jarang sekali ada yang jantan.

Ternyata secara ilmiah, kucing jantan memiliki kromosom Y, sementara kucing betina adalah X. Kucing jantan yang normal memiliki kromosom XY, sedangkan betina normal adalah XX. Kucing belang tiga 99,9 persen pasti betina. Jika muncul yang berkelamin jantan, hanya dua warna saja yang dominan. Warna satunya tidak terlihat jelas.

Genetik kucing yang menyebabkan warna bulu berwarna oranye atau hitam terkandung dalam kromosom X. Setiap kucing betina normal memiliki dua kromosom X, yaitu XX. Tak heran kalau kucing betina bisa memiliki dua warna sekaligus. Adapun, kucing jantan normal yang memiliki kromosom XY, maka kucing jantan biasanya hanya dapat memiliki satu warna saja.

 

Itulah beberapa mitos soal kucing yang selama ini berkembang di masyarakat. Namun, namanya juga mitos tentu saja semua itu belum tentu benar adanya. Jadi, apa cerita kamu soal kucing? Pernah dengar mitos lain tentang kucing? Yuk sharing!

LEAVE A REPLY