Ketahui 7 Mitos Gangguan Bipolar ini Agar Tidak Asal Bicara

health.com

Gulalives.co – Gangguan bipolar atau yang juga dikenal dengan manic depression, adalah penyakit mental yang membawa suasana hati ke dalam keadaan naik turun, dan perubahan pola tidur, energi, berpikir, hingga perilaku. Orang-orang yang mengalami gangguan bipolar dapat mengalami masa-masa di mana mereka merasa sangat bahagia dan bersemangat, kemudian di periode lain akan merasa sangat sedih, putus asa, dan lamban.

Related image
health.com

Dan di antara periode-periode tersebut, mereka akan merasa normal. Perubahan suasana hati inilah yang disebut dengan gangguan bipolar. Namun, meskipun gangguan bipolar bukan lagi hal baru, nyatanya masih banyak kesalahpahaman yang kerap terjadi di masyarakat, seperti 7 mitos gangguan bipolar berikut ini:

Dapat Disembuhkan dengan Diet dan Olahraga

Fakta: Gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup, dan hingga saat ini belum ada obatnya. Namun, dapat dikelola dengan baik dengan obat-obatan dan terapi bicara, menghindari stres, serta mempertahankan pola tidur, makan, dan olahraga yang teratur. Jadi, jelas jika salah satu mitos gangguan bipolar adalah pernyataan dapat disembuhkannya dengan diet dan olahraga.

Dapat Disembuhkan dengan Lingkungan yang Menyenangkan

Fakta: Dalam beberapa kasus, seorang bipolar mungkin merasa baik pada awalnya di lingkungan yang normal, tapi tanpa perawatan kondisi yang stabil, hal ini bisa berubah menjadi buruk. Pengidapnya bisa saja tiba-tiba menjadi terlalu cemas atau sangat mudah tersinggung, kesal karena hal-hal kecil, atau merasa patah hati pada orang yang ia cintai. Seorang mania juga dapat kehilangan kendali atas pikiran dan tindakan mereka sendiri, bahkan kehilangan kontak dengan kenyataan. Maka, jelas jika dapat disembukannya dengan lingkungan yang menyenangkan pun masuk ke dalam salah satu daftar mitos gangguan bipolar.

Hanya Ada Satu Jenis

Fakta: Bukan hanya satu, melainkan ada empat tipe gangguan bipolar yang memiliki pengalaman berbeda bagi pengidapnya.

  • Bipolar I, didiagnosis ketika seseorang memiliki satu atau lebih episode depresif, dan satu atau lebih episode manik, kadang-kadang dengan fitur psikotik, seperti halusinasi atau delusi.
  • Bipolar II, memiliki episode depresif sebagai fitur utamanya dan setidaknya satu episode hipomania. Hipomania adalah jenis mania yang kurang parah. Seseorang dengan gangguan bipolar II mungkin mengalami suasana kongruen atau gejala psikotik mood-kongruen.
  • Gangguan cyclothymic (cyclothymia) ketika pengidap gangguan ini mengalami banyak periode gejala hipomania serta banyak periode gejala depresi yang berlangsung setidaknya selama dua tahun (1 tahun pada anak-anak dan remaja).
  • Gangguan bipolar sebaliknya tidak mengikuti pola tertentu dan didefinisikan oleh gejala bipolar dari tiga kategori sebelumnya.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Gangguan Mental pada Anak, Orangtua Harus Peka!

Hanya Perubahan Suasana Hati

Fakta: Tinggi atau rendahnya gangguan bipolar sangat berbeda dari perubahan suasana hati pada umumnya. Orang dengan bipolar akan mengalami perubahan yang ekstrim dalam energi, aktivitas, dan tidur yang tidak biasa bagi mereka.

Kondisi Langka

Fakta: Bipolar disorder sudah mempengaruhi 2 juta orang dewasa di Amerika Serikat. Dan satu dari lima orang Amerika pun memiliki kondisi kesehatan mental.

Selalu Maniak atau Depresi

Fakta: Orang-orang dengan bipolar dapat mengalami periode panjang, bahkan suasana hati seimbang yang disebut euthymia. Sebaliknya, kadang mereka dapat mengalami apa yang disebut sebagai episode campuran, yakni kondisi yang memiliki fitur mania dan depresi pada saat yang bersamaan.

Seniman dengan Bipolar Akan Kehilangan Kreativitas

Fakta: Perawatan sering kali memungkinkan pengidap bipolar untuk berpikir lebih jernih, yang kemungkinan akan meningkatkan pekerjaannya. Penulis nominasi Pulitzer, Marya Hornbacher, mengalaminya langsung. Mereka sempat berpikir tidak akan bisa menulis lagi setelah didiagnosis menderita bipolar. Apalagi mereka pun membutuhkan perawatan intensif terkait penyakitnya. Namun, nyatanya setelah menjalani perawatan, mereka justru menemukan bahwa pekerjaannya menjadi lebih baik dengan perawatan.

Related image
news.psu.edu

Jadi, mulai sekarang jangan lagi meneruskan mitos tentang gangguan bipolar yang sudah diklarifikasi tadi, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here