Mitos Salah Tentang Nyamuk Penyebab DBD

0
86 views

Gulalives.com – Tingginya angka kejadian DBD di Indonesia masih belum juga dapat diatasi. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini tetap menjadi ketakutan di banyak negara tropis termasuk Indonesia. Virus Dengue merupakan virus yang termasuk dalam kategori membahayakan, karena penyakit yang ditimbulkannya dapat berujung kepada kondisi yang fatal bagi penderitanya. Sedangkan penyebaran Virus ini merupakan andil dari nyamuk Aedes Aegypti.

Dikarenakan masih banyaknya persepsi dan mitos yang salah mengenai Aedes Aegypti yang merupakan alat penyebaran virus dengue ini, maka ada 4 hal yang harus kita ketahui mengenai nyamuk yang terkenal berbahaya ini:

  • Habitat. Sebenarnya nyamuk ini lebih suka hidup dan berkembang biak pada lingkungan air bersih, maka untuk melakukan eradikasi nyamuk ini anda harus lebih memperhatikan genangan air bersih yang ada di lingkungan ketimbang air kotor. Lakukan pembersihan teratur pada wadah-wadah yang mengandung air bersih seperti bak air mandi, wadah tanaman air, akuarium, wadah minum hewan peliharaan dan lain-lain.
  • Ukuran. Masih beredar di masyarakat bahwa semakin besar ukuran nyamuk maka nyamuk tersebut lebih berbahaya. Padahal ukuran nyamuk Aedes ini tergolong paling kecil dibanding spesies lainnya. Ciri khas yang membedakannya adalah adanya spot atau titik putih di sepanjang badan bawah dan kakinya.
  • Waktu aktif. Persepsi berjaga-jaga saat malam hari ternyata kurang tepat, karena sesungguhnya nyamuk ini aktif pada pagi dan siang hari sekitar pukul 10 pagi hingga 2 siang. Dan lebih suka melakukan aksinya didalam ruangan dibandingkan luar ruangan.
  • Pencegahan dan Eradikasi. Cara fogging yang biasa dilakukan untuk eradikasi sesungguhnya tidaklah efektif, dikarenakan saat pengasapan dilakukan nyamuk dengan mudah terbang dan pindah ketempat lain dikarenakan suara bising yang timbul dan rasa terancam terhadap lingkungan sekitarnya.

Gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) terbukti lebih efektif dibandingkan cara fogging. Anda juga bisa menambahkan pelindung pribadi seperti penggunaan baju tidur lengan panjang dan celana panjang saat tidur, menggunakan jaring nyamuk di tempat tidur anda dan keluarga, serta menggunakan repellent nyamuk yang saat ini sudah banyak dipasaran agar terhindar dari gigitan nyamuk ini.

Semoga informasi terhadap kesalah pahaman di tengah masyarakat tentang penyebab DBD ini dapat merubah mindset dan tindakan dalam menghadapi nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan penyebar virus dengue. – HZ

LEAVE A REPLY