Cara Terbaik untuk Pulih dari Trauma Pasca Keguguran

0
101 views
blikkruzs.blikk.hu

Gulalives.co – Wanita mana yang mengharapkan hal ini terjadi; keguguran? Ia yang baru menikah, sudah lama berusaha agar memiliki momongan, pun mereka yang sudah pernah hamil sebelumnya, akan tetap merasakan patah hati yang mendalam saat harus mengalami pilu yang satu ini.

Related image
finder6.com

Bahagia saat mengetahui bahwa ada jiwa yang kan tumbuh dalam tubuh kita, harus runtuh ketika kita tahu nyawanya sudah tak lagi ada. Kalau kamu adalah satu di antara sekian banyak wanita yang pernah bahkan sedang mengalami luka duka ini, kamu ada di tempat yang tepat. Kita kan saling bantu agar kamu bisa pulih dari trauma yang sangat menyiksa ini.

Berbagi Cerita

Related image
americansforprosperityfoundation.org

Mengapa harus berbagi cerita? Kadang, saat kita terluka dan patah hati, lalu memutuskan untuk menyimpannya sendiri, membuat kita merasa sepi dan depresi karena tak ada yang mengerti.

Maka, tak ada salahnya berbagilah pada mereka yang kamu percayai, mereka yang senantiasa mendengarkanmu tanpa interupsi, mereka yang tak akan menghakimimu begitu saja. Dengan berbagi dan mendapatkan peluk serta support, kamu akan kembali dapat menumbuhkan rasa percaya dan cinta pada dirimu sendiri.

Saling Support

Related image
elementsbehavioralhealth.com

Dalam pemulihan trauma pasca keguguran, peran suami sangatlah penting; fisik pun psikologis. Saat kita mengalami keguguran, bukan hanya seorang diri yang terluka, suami pun kan merasa duka, maka jangan sampai kamu dan dia justru saling menyalahkan atas musibah yang menimpa ini. Karena keguguran bukanlah salah istri pun suami.

Ini adalah jalan Tuhan yang bisa kalian percaya sebagai cerita dengan hikmah yang kan indah pada waktunya. Kembali bahagia secara perlahan dengan piknik bersama atau kencan adalah kegiatan yang sangat dianjurkan. Percayalah, jika bukan sekarang, masih ada esok, lusa, dan nanti. Setepatnya waktu.

Jangan Mencari Siapa yang Salah

Related image
delas.ig.com.br

Jangan salahkan pasanganmu dengan pemikiran dangkal, “Kamu terlalu sibuk kerja dan tak memperhatikanku, sampai ia harus menyerah dan pergi.” Jangan juga menyalahkan dirimu sendiri dengan pemikiran-pemikiran yang dapat membuatmu semakin stres dan depresi.

Jadi, daripada mencari siapa yang salah, lebih baik peluk pasanganmu, dan yakinlah bersama dia kamu akan bahagia meski terkadang luka mampir dalam rumah tangga yang kalian bangun untuk sampai ajal memisah, dan kembali bertemu di surga-Nya yang paling indah.

Sibukkan Diri

Image result for wanita olahraga
hellosehat.com

Daripada kamu mengurung diri dan terus larut dalam kesedihan, kamu bisa perlahan mencoba kembali pada dunia luar. Kamu bisa menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan bermanfaat yang bisa mengalihkan fokusmu dari kesedihan ini. K

amu bisa olahraga, bertemu sahabat, atau bahkan membesarkan hatimu dengan ikut bahagia atas kelahiran yang ada di sekitarmu, entah keluarga pun kerabat, ikutlah bahagia atas berkah yang mereka dapat, dengan begini kamu akan jauh lebih bisa menerima kenyataan jika akan selalu ada putih di balik abu. Badai pasti berlalu.

Biarkan Emosimu Tercurah

Related image
thejournal.ie

Gak ada yang perlu kamu tahan-tahan. Kalau kamu merasa ingin marah, kecewa, sedih, menangis, dan merasa menjadi orang paling terluka pun tak apa.Biarkan dirimu larut dalam beberapa saat, untuk kemudian kembali bangkit dan meminta maaf pada Tuhan. Kenapa meminta maaf?

Karena kita pasti sempat mempertanyakan, “Apa Tuhan tidak sayang sampai mengambil jabang bayi dari hidupku?” yang padahal kita sama-sama tahu segala pemberian Tuhan adalah yang terbaik dari yang baik. Jadi, berdukalah secukupnya untuk menyambut bahagia berikutnya.

Ikhlas

Related image
completewellbeing.com

Satu kata paling klise rasanya, tapi ikhlas memang menjadi kunci paling utama untuk kita bisa bangkit dari keterpurukan apa pun. Bagaimana trauma kita dapat pulih jika untuk ikhlas pun kita belum bisa melakukannya? Jadi, ikhlaskan apa yang sudah kembali pada-Nya, insya Allah Tuhan kan berikan anugerah setepatnya waktu; bukan secepat yang kita mau.

Dengan begini, semoga kamu dan orang terdekatmu bisa segera pulih dari trauma pasca keguguran, percayalah Tuhan Maha Baik, apa yang Ia tuliskan untuk kita adalah yang terbaik. Semangat terus, ya!

LEAVE A REPLY