Tokophobia, Ketakutan Seorang Wanita untuk Hamil dan Melahirkan

0
24 views
Gambar Via: parenting.firstcry.com

Gulalives.co – Sebenarnya sangat wajar jika seorang wanita merasa takut untuk hamil dan melahirkan. Namun, jika rasa takut yang dialami sudah berlebihan dan sangat parah serta mengganggu, maka bisa jadi kamu mengalami kondisi yang dinamakan Tokophobia. Apa itu Tokophobia?

Related image

Tokophobia adalah kondisi di mana seseorang memiliki ketakutan yang berlebih untuk hamil dan melahirkan. Rasa takut yang dirasakan pun bisa sampai membuat wanita tersebut tidak mau hamil dan melahirkan.

Melansir data dari sebuah penelitian yang menyatakan bahwa ada 20 hingga 78 persen wanita hamil yang merasa ketakukan selama masa kehamilannya, pun proses persalinan.

Namun, hanya sebanyak 13 persen yang mengalami rasa takut berlebih, hingga memutuskan untuk menunda atau bahkan menghindari kehamilan. Kamu juga perlu tahu jika ada dua jenis Tokophobia, yakni primer dan sekunder.

Tokophobia primer adalah kondisi di mana rasa takut muncul pada wanita yang belum pernah hamil sama sekali. Dan biasanya rasa takut muncul setelah menikah atau bahkan di awal-awal masa remaja. Maka, banyak wanita yang akhirnya melakukan aborsi hingga adopsi anak, karena tak ingin hamil serta melahirkan.

Sementara Tokophobia sekunder adalah kondisi yang justru terjadi pada wanita yang sudah pernah hamil serta melahirkan. Dan biasanya kondisi ini disebabkan karena kehamilan serta kelahiran anak pertama cukup traumatis, sehingga membuat ia punya ketakutan berlebih.

Kelahiran normal, keguguran, atau melahirkan buah hati dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa, menjadi penyebab paling umum seseorang terkena Tokophobia sekunder. Dan berikut gejala seseorang mengidap Tokophobia sekunder:

  • Mengalami insomnia,
  • Serangan panik, hingga
  • Kerap mengalami mimpi buruk

Gejala-gejala ini biasanya akan muncul dan terpacu saat melihat orang lain hamil atau membaca, mendengar, serta menonton hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Jika dibiarkan, tentu kondisi ini akan sangat memengaruhi kesehatan fisik serta mental sang ibu pun janin di dalam kandungan.

Dan bukan tidak mungkin justru akan mengakibatkan pengidapnya mengalami persalinan yang lama juga menyulitkan.

Karena, hormon adrenalin akan dilepaskan saat kamu merasa stres. Sedangkan hormon adrenalin ini disebut-sebut bisa memperlambat kontraksi rahim. Sebenarnya semua wanita bisa mengalami rasa takut yang begitu besar, tapi ada beberapa orang yang lebih berisiko, seperti:

  • Memiliki masalah reproduksi,
  • Pernah mendengar pengalaman hamil dan melahirkan yang cukup menakutkan,
  • Memiliki gangguan kecemasan,
  • Memiliki pengalaman traumatis di kehamilan dan persalinan sebelumnya,
  • Pernah mengalami pelecehan seksual saat anak-anak,
  • Pernah mengalami pemerkosaan, dam
  • Mengalami depresi.

Jadi, kalau kamu mengalami Tokophobia, konsultasi dengan dokter kandungan adalah cara terbaik. Karena nantinya, dokter akan membantu merujuk kamu pada pihak yang tepat untuk mendapatkan perawatan tambahan. Wenzel, seorang ahli terapi perilaku kognitif menyatakan bahwa mengatasi fobia ini hanya bisa dengan cara dihadapi, bukan dihindari.

Caranya?

  • Menonton video persalinan,
  • Mendengar cerita wanita lain tentang perjalanan kehamilan mereka, dan
  • Menuliskan harapan akan kelahiran yang diinginkan.

Hal ini bisa menjadi alternatif strategi yang mungkin dianjurkan. Cara ini dilakukan agar wanita yang mengalami Tokophobia bisa menolerir kecemasannya. Dan dengan begitu, lambat laun mereka akan menyadari bahwa kenyataan yang akan dihadapi tidak seburuk apa yang selama ini ada dalam pikirannya.

Baca Juga: Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Kalaupun kamu masih sangat takut melahirkan bahkan saat mendekati tanggal persalinan, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan operasi caesar, ya. Dokter akan membantu kamu memberitahu risiko dan manfaat operasi caesar, dibandingkan dengan melahirkan normal.

Selain itu, dokter dan terapis biasanya juga akan memberikan perawatan tambahan, termasuk psikoterapi dan obat untuk membantu mengatasi kecemasan. Hypnobirthing juga bisa menjadi cara yang direkomendasikan untuk bisa membantumu mengatasi ketakutan.

LEAVE A REPLY