Mengenal Sosok Grace Natalie, Ketua Umum Partai Politik Termuda di Indonesia

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Suara.com

Gulalives.com, JAKARTA – Grace Natalie dalam setahun belakangan menjadi perbincangan hangat di kancah politik karena menjadi ketua umum partai politik termuda yang pernah ada di Indonesia.

Grace, perempuan keturunan Tionghoa yang lahir pada 4 Juli 1982, dipilih menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di usia relatif muda.

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka

Sejak menamatkan kuliah di Institut Bisnis Indonesia, Grace berkiprah di industri televisi. Memulai karier sebagai reporter di SCTV, lalu dipercaya menjadi news anchor tayangan Liputan6 milik SCTV.

Kecintaannya pada media televisi berlanjut ke antv lalu terakhir di tvOne. Berbagai tokoh internasional pernah diwawancarainya, seperti George Soros, Steve Forbes, Ramos Horta, dan Abhisit Vejjajiva.

Beberapa tahun lalu, Grace dipercaya sebagai CEO di sebuah lembaga survei, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Beberapa momentum politik penting dilewatinya bersama SMRC, termasuk pemilihan umum legislatif dan presiden 2014 sebagai kiprah terakhirnya di SMRC.

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Gatranews
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Gatranews

Pengalaman sebagai jurnalis, menjadi CEO sebuah lembaga survei politik, dianggapnya cukup menjadi alasan, mengapa Grace ditunjuk oleh para koleganya di PSI sebagai ketua umum.

Ketua Umum Partai Politik Termuda

Grace ditahbiskan sebagai ketua umum partai politik termuda di Indonesia. Menurut LKBN Antara, ini merupakan kali pertama dalam sejarah, seorang generasi 80-an menjadi ketua umum partai politiik.

Grace mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 16 November 2014. Grace mengklaim partainya akan menjadi jawaban atas apatisme anak muda terhadap dunia politik di Indonesia.

Grace menyadari persepsi publik terhadap partai politik seolah terbelenggu pada stigma korupsi dan nepotisme. Seseorang harus membayar mahar yang mahal bila ingin berkontribusi dalam sebuah partai politik.

Menurut perempuan berparas cantik ini, kondisi seperti inilah yang membuat anak muda menjadi antipati dan apatis terhadap kegiatan politik. Padahal, menurut dia, politik itu sebenarnya merupakan pekerjaan mulia yang mengatur kepentingan hidup orang banyak.

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: psi.id
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: psi.id

“Politik itu kan pekerjaan yang menghasilkan kebijkan-kebijakan publik, maka sangat disayangkan bila orang-orang baik justru menjauhi dunia ini,” ujar Grace.

Keprihatinan Grace membuatnya bertekad untuk mengubah persepsi anak muda terhadap dunia politik. Menurutnya, anak muda penting untuk dilibatkan karena mereka mampu menghentikan kultur korupsi di negeri ini.

Partai yang ia dirikan bersama rekan-rekan jurnalisnya ini bertekad untuk menjadikan anak muda sebagai poros utama kegiatan partainya. Hal ini dibuktikan dengan hanya menerima anak muda yang usianya maksimal 45 tahun sebagai pengurus partai.

Syarat ini khusus hanya untuk mereka yang akan menjadi pengurus. Syarat ini tidak berlaku untuk anggota, relawan, donatur atau calon-calon kepala daerah yang akan didukung oleh PSI.

Sebelum mendirikan partai sendiri, Grace mengaku sudah sering ditawari bergabung dengan partai-partai politik yang sudah ada. Namun ia menolak.

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Psi.id
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Psi.id

Grace mengakui dirinya pun kehilangan kepercayaan terhadap partai-partai lama sehingga ia mendirikan partai yang baru. Grace pun berkomitmen untuk tidak menerima seseorang yang pernah menjadi bagian dari parpol lain bergabung ke dalam partainya.

Tujuannya tak lain agar partainya benar-benar bersih dari pengaruh kultur lama partai politik di Indonesia dan mampu menciptakan kultur politk yang benar-benar baru.

“Saya jengkel terhadap partai-partai politik saat ini yang tidak mendengarkan suara anak muda atau perempuan, tapi saya sadar kalau saya hanya bisa kecewa dan protes di media sosial keadaan tidak akan pernah berubah,” ujarnya.

Siap Hadapi Tantangan dan Cibiran

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Suara.com
Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Suara.com

Keputusan Grace mendirikan partai menghadapkan dirinya pada tantangan dan cibiran. Perempuan berdarah Melayu, Tionghoa dan Belanda ini mengakui posisinya sebagai warga minoritas membuatnya berada dalam posisi sulit untuk mendapatkan dukungan masyarakat banyak. Namun itu semua justru membuatnya semakin bersemangat untuk membuktikan bahwa ia bisa mewujudkan apa yang orang kebanyakan pikir mustahil untuk ia capai.

“Bikin partai itu memang butuh modal ide yang visioner dan juga modal nekad, tapi yang paling penting sebuah tujuan tulus merubah negara ini menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya bijak. (VW/berbagai sumber)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY