Mengapa Selalu Ada Kamboja di Pemakaman?


Warning: imagejpeg(): gd-jpeg: JPEG library reports unrecoverable error: Output file write error --- out of disk space? in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 402
liveabout.com

Gulalives.co – Mengapa selalu ada kamboja di pemakaman? Banyak kisah mistis mengenai tumbuhnya pohon kamboja di pemakaman. Namun, kamu harus tahu jika keberadaannya memiliki penjelasan ilmiah. Kamboja, semboja, atau frangipani adalah kelompok tumbuhan dalam keluarga Plumeria. Pohon kamboja mulai mencapai masa dewasanya ketika tingginya telah melebihi satu meter.

Related image
dreamstime.com

Tanaman khas daerah tropis ini harus terpapar cahaya matahari langsung, minimal enam jam setiap hari. Pohon kamboja tumbuh dengan daun yang terbilang jarang, tapi tebal.

Dilansir dari plantcaretoday.com, bunga kamboja memiliki berbagai variasi warna mahkota, yakni putih, merah muda, merah, kuning, hingga merah keunguan. Biasanya, jumlah mahkotanya ini lima helai.

Bunga yang memiliki mahkota berjumlah empat atau enam helai, termasuk langka dan cenderung dipercaya memiliki energi gaib oleh masyarakat sekitar. Pohon ini memiliki akar serabut, dan bunganya tidak terlalu kasar, tapi juga tidak terlalu halus.

Sebenarnya, tumbuhan jenis ini berasal dari Amerika Tengah. Nama famili dari tumbuhan ini, Plumeria, ditetapkan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706). Ia adalah pakar botani asal Perancis yang pertama kali meneliti tanaman ini. Hingga akhirnya bibit pohon ini menyebar ke berbagai daerah tropis, untuk ditanam dan dirasakan manfaatnya.

Pohon ini bisa tumbuh di daerah bermusim dingin, lho. Selama dipelihara di dalam ruangan dengan pencahayaan sinar ultraviolet yang cukup. Setiap daerah tempat penyebaran pohon kamboja ini memanfaatkannya dengan cara berbeda-beda.

Lantas, mengapa selalu ada kamboja di pemakaman? Tidak juga kok, karena di Bali, pohon kamboja tidak hanya ditanam di tanah pemakaman. Pohon kamboja juga ditanam di hampir setiap pura, serta sudut kampung.

Dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Mayoritas tempat penanaman kamboja di Indonesia, memang di area pemakaman, tapi salah satu tujuannya adalah sebagai peneduh bagi pengunjung yang datang. Tapi adakah alasan lain mengapa selalu ada kamboja di pemakaman negeri kita?

Dilansir dari gardeningknowhow.com, pohon kamboja dapat diperbanyak dengan mudah, yakni hanya dengan stek batang. Apalagi iklim dan cuaca Indonesia sangat cocok untuk pertumbuhannya.

Uniknya, jika dibandingkan dengan pohon bunga lain, pohon ini akan merontokkan bunganya bahkan sebelum layu, yakni dalam kondisi masih menyimpan wanginya secara optimal.

Nah, keadaan ini yang akhirnya membuat kuburan penuh dengan taburan bunga secara berkala, dan memiliki wangi khas, meski tidak ada orang yang datang menaburkan bunga ke pemakaman.

Di lain sisi, alasan mengapa selalu ada kamboja di pemakaman adalah karena jasad dalam kuburan akan membusuk secara organik, dan membuat tanahnya sangat subur. Pohon kamboja sangat membutuhkan pemupukan yang intens dan kuat, untuk bisa terus hidup dan berbunga. Jadi, bisa dikatakan jika pohon kamboja di kuburan adalah bentuk siklus pemupukan dan pengendalian aroma yang terus berputar secara alami.

Baca Juga: 10 Pulau di Indonesia yang Menyimpan Misteri

Siklus ini tidak akan optimal jika menggunakan tumbuhan lain di area pemakaman, misalnya tumbuhan berbuah yang justru bisa menambah bau, saat buahnya jatuh dan membusuk, atau bunga yang rontok saat layu, juga akan memberikan aroma yang mengganggu.

Sedangkan, bunga kamboja yang telah rontok dan menjadi layu di tanah pun bisa dikumpulkan, untuk dikeringkan dan dijadikan wewangian. Dan, bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sekitar area pemakaman. Inilah alasan mengapa selalu ada kamboja di pemakaman Indonesia.

Image result for frangipani
animals.sandiegozoo.org

Jadi, tidak ada sangkut pautnya, ya. Antara alasan mengapa selalu ada kamboja di pemakaman, dengan aura mistis yang selama ini digembar-gemborkan. Kasian Kamboja, sudah memberikan aroma, yang melekat dalam ingatan hanya cerita angkernya saja.

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY