Gulalives.com, JAKARTA- Memiliki tubuh ramping merupakan impian banyak wanita, karena dengan tubuh langsing Ladies dapat menentukan jenis bentuk pakaia, lebih percaya diri, tetap sehat, dan memeberikan daya tarik terhadap lawan jenis.  Lalu Ladies mengapa pria tertarik dengan perempuan yang bertubuh langsing? Belajar dari novel “kebugaran evolusi” model yang memprediksi mengapa laki-laki yang modern mencari pasangan wanita, menarik secara fisik dan ramping.

Prediksi para peneliti mengemukakan pria rela mengejar-ngejar wanita yang memiliki massa tubuh antara 24 sampai 24,8 karena  mereka menilai lebih atraktif secara fisik dan lebih sehat. Penelitian tersebut melibatkan 1.300 orang-orang baik pria maupun wanita dari Inggris dan sembilan negara lainnya. Para partisipan diperlihatkan 21 gambar yang menampilkan wanita dari berbagai tingkat kegemukan. Mereka kemudian diminta mengurutkan dari yang paling tidak menarik sampai yang paling menarik.

Tahukah kamu Ladies? Hasilnya, wanita paling kurus dengan indeks massa tubuh sekitar 19 dinilai paling menarik. Semakin meningkat bobot tubuh, maka semakin tidak menarik label yang didapat. Tentu saja ini di luar prediksi para peneliti yang menduga angka massa tubuh 24 sampai 24,8 sebagai paling menarik.

“Hal ini menunjukkan bahwa semakin kurus seorang wanita, semakin menarik wanita tersebut di mata pria karena kurus identik dengan ‘muda’,” kata pemimpin peneliti Profesor John Speakman dari Institut Genetika dan Biologi Perkembangan.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang tidak jauh beda pada koresponden asal Eropa, Afrika, maupun Asia. Hasil ini tentunya jauh berbeda karena pada zaman dulu, wanita gemuk justru lebih menarik karena dinilai lebih sejahtera dan mampu bertahan dari penyakit.

“Meskipun hasilnya tidak mengejutkan bagi banyak orang, hal penting untuk digaris bawahi adalah bahwa persepsi terhadap kecantikan wanita telah berevolusi,” kata Lobke Vaanholt dari the University of Aberdeen.

Penelitian ini didanai oleh National Science Foundation of China dan melibatkan peneliti dari 10 institusi berbeda di dunia. Hasil penelitian dimuat dalam jurnal PeerJ, seperti yang dikutip dari Timesofindia awal September kemarin. (IB/VD)

LEAVE A REPLY