Buang Air Kecil Terasa Panas? Ketahui 7 Penyebabnya di Sini

0
72 views
infomediaire.net

Gulalives.co – Cairan saat kamu buang air kecil terasa panas? Pada beberapa kasus, kencing yang selalu terasa panas tiap kali kamu ke toilet, bisa menjadi pertanda masalah kesehatan tertentu. Ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab kencing terasa panas, seperti terbakar, dan nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini disebut disuria. Namun, masih ada 7 lain, mengapa penyebab buang air kecil terasa panas, yakni:

Related image
parkinson.org

Infeksi pada Kelamin

Infeksi pada kelamin dapat menyebabkan kencing terasa panas. Pada wanita, gejala ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur atau infeksi bakteri pada vagina, vaginitis (peradangan vagina), atau vulvodynia. Sementara pada pria, hal ini biasa disebabkan oleh prostatitis (peradangan prostat) atau epididimitis (peradangan epididimis).

Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing (ISK) adalah penyebab lainnya, mengapa kencing terasa panas seperti terbakar. Memang, wanita yang paling rentan mengalami infeksi ini, tapi pria juga memiliki risiko. Infeksi ini terjadi saat bakteri E. coli masuk ke saluran kemih, seperti Eschericia coli.

Selain rasa sakit terbakar saat buang air kecil, ISK juga menyebabkan kamu lebih sering bolak-balik buang air kecil, urine memiliki aroma busuk, hingga kencing berdarah. Jika tidak diobati segera, maka infeksi dapat menyebar ke ginjal atau bagian tubuh lainnya.

Interstitial Cystitis

Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih. Bahkan, kadang sakit pada panggul bisa terasa ringan, hingga parah. Orang dengan kondisi ini mungkin akan mengalami sensasi tidak biasa saat buang air kecil, seperti kencing terasa panas. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, dibandingkan pria.

Luka di Sekitar Uretra

Air kencing bersifat asam, maka saat aliran urin mengenai luka atau cedera di kulit sekitar lubang kencing, buang air kecil pun akan terasa perih dan panas. Bahkan, untuk luka yang kecil sekalipun.

Luka di dekat uretra biasanya terjadi karena mencukur bulu kelamin, gesekan dari hubungan intim, jerawat kecil, hingga goresan lainnya yang bisa membuat kencing terasa panas.

Cedera kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika uretra terasa sakit, atau lukanya besar dan terinfeksi sampai menyebabkan demam, sebaiknya segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut dan jelas.

Nyeri Pasca Bersalin

Setelah melahirkan, banyak wanita yang akan mengalami robekan pada area antara vagina dan anus. Kondisi ini dikenal sebagai robekan perineum. Maka, jika air kencing bersentuhan dengan luka ini, dapat menyebabkan rasa sakit seperti terbakar, selama beberapa minggu setelah melahirkan.

Baca Juga: Hati-hati, 8 Penyakit Kelamin ini Sering Menyerang Wanita!

Penyakit Kelamin

Penyakit kelamin dapat menyebabkan masalah pada saluran kemih. Rasa sakit dan panas saat buang air kecil adalah gejala paling umum dari penyakit kelamin yang menular menular melalui hubungan intim.

Salah satunya, Klamidia. Siapapun yang sudah pernah berhubungan intim, memiliki kemungkinan tertular penyakit kelamin, sekalipun jika sebelumnya telah diuji negatif.

Karena, gejala penyakit kelamin biasanya berkembang dalam waktu yang lama. Maka, untuk mencegah hal ini secara total, jangan sekali-kali terjebak dalam gaya hidup dan pergaulan yang salah.

Baca Juga: Wanita dengan Pola Makan Buruk Akan Lebih Cepat Menopause

Perubahan Vagina Pasca Menopause

Setelah menopause, tubuh akan memproduksi lebih sedikit estrogen. Hal inilah yang akhirnya mengubah jaringan vagina, dan membuat vagina menyusut serta melemah.

Related image
gohealthuc.com

Vagina juga akan terasa kering, dan dapat membuat kulit serta jaringan lainnya terasa sensitif dan nyeri. Ketika air kencing bersentuhan dengan vagina atau uretra, akan menimbulkan rasa lebih panas dari biasanya, karena perubahan ini.

LEAVE A REPLY