Cara Mudah Memilih Pembalut yang Aman dan Nyaman

0
94 views
eleconomista.es

Gulalives.co – Sebagai wanita, kita harus super duper waspada dengan berbagai hal yang menyangkut kesehatan, apalagi jika sudah berkaitan langsung dengan organ intim. Sseperti saat menstruasi, kalau kita lalai menghadapinya, akan berdampak serius pada kesehatan. Maka, kali ini Gulalives akan membagikan cara memilih pembalut yang aman dan nyaman.

Related image
mmgazette.com

Ketika membuat pembalut, ada satu proses yang disebut bleaching atau pemutihan. Dalam proses bleaching ini dibutuhkan zat yang bernama klorin. Zat tersebut dapat menghasilkan senyawa dioksin yang bersifat karsinogenik (dapat memicu kanker). Untungnya, tidak sembarang pembalut yang bisa dijual bebas di Indonesia. Pembalut yang beredar adalah pembalut yang aman serta telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Untuk memberikan izin edar, Kementerian Kesehatan Indonesia mewajibkan setiap produk pembalut harus lulus uji dan memenuhi persyaratan. Syaratnya, harus memiliki daya serap minimal 10 kali dari berat produk, dan tidak ada fluoresensi yang menunjukkan kontaminasi klorin. Fluoresensi merupakan uji yang dilakukan untuk melihat adanya kandungan klorin yang terdapat dalam pembalut.

Metode bleaching yang dilakukan pun sangat diawasi, yaitu hanya boleh menggunakan teknik Elemental Chlorine-Free (ECF) atau Totally Chlorine-Free (TFC). EFC adalah proses bleaching yang menggunakan klorin dioksida sebagai zat pemutih dan dinyatakan bebas dioksin. Sedangkan, TCF merupakan metode bleaching yang biasanya menggunakan hidrogen peroksida dan juga dinyatakan bebas dioksin.

Dan tidak hanya proses pembuatannya yang dikontrol oleh pemerintah, kita sebagai pemakai juga harus jeli dalam memilih pembalut yang aman untuk dipakai. Caranya, beli pembalut yang tidak mengandung parfum, deodoran, atau wewangian. Karena, pembalut jenis itu dapat menyebabkan iritasi pada vagina dengan memunculkan reaksi alergi.

Related image
alodokter.com

Selain itu, rutinlah mengganti pembalut ketika sedang haid. Apa pun merek dan jenis yang kamu gunakan, disarankan untuk mengganti pembalut setiap 3 atau 4 jam sekali, bahkan ketika darah menstruasi yang keluar sudah tidak deras sekalipun. Namun, ketika darah haid yang keluar sedang banyak-banyaknya, kita harus mengganti pembalut lebih sering, karena sudah pasti pembalut tersebut juga menjadi lebih cepat penuh.

Sering mengganti pembalut secara berkala bisa mencegah penumpukan bakteri, menghilangkan bau menstruasi, dan mencegah kita terkena penyakit langka dan sangat berbahaya, yakni Toxic Shock Syndrome (TSS). TSS disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun berbahaya. TSS bisa terjadi saat kamu menggunakan pembalut atau tampon dengan daya serap super dan jarang menggantinya.

Gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba, dan makin memburuk dalam waktu yang cepat, seperti demam di atas 39°Celcius, sakit kepala, menggigil, tidak enak badan, diare, sakit tenggorokan, nyeri otot, susah bernapas, ruam, mata merah, pusing hingga pingsan. Jika tidak segera ditangani, TSS dapat menyebabkan kematian. Maka, segera larikan diri ke unit gawat darurat terdekat jika kamu mengalami gejala di atas saat sedang menstruasi. Dan, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan selama haid dengan mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut.

Dan, tak sedikit produsen yang berpikir, pembalut wanita yang merupakan produk sekali pakai, membuat mereka tak segan mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp, untuk kemudian dijadikan bahan dasar pembuatan pembalut wanita, untuk menghemat biaya produksi. Bahan baku yang dipakai tersebut pasti penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau. Hal inilah yang membuat kita harus jeli dalam memilih pembalut.

Baca Juga: ‘Miss V’ Terasa Gatal? Ini 8 Penyebabnya! Hati-hati

Karena dalam proses daur ulang, pastinya banyak bahan-bahan kimia mengandung khlor yang digunakan untuk proses pemutihan bahan baku, proses sterilisasi kuman-kuman, serta untuk menghilangkan bau pada bahan baku hasil daur ulang. Proses pemutihan tersebut akhirnya menimbulkan senyawa baru yang dinamakan dioxin yang membuat pembalut wanita menjadi berbahaya.

Saat menstruasi, apabila darah haid jatuh ke atas permukaan pembalut wanita, zat dioxin pada pembalut wanita akan dilepaskan melalui proses penguapan. Dan yang pertama pasti akan mengenai permukaan ini adalah vagina (vulva), kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, masuk ke dalam uterus, melewati Fallopian tubes, dan berakhir di rahim. Meski belum ada data yang akurat mengenai pembalut wanita berbahaya yang mengandung zat dioksin, tapi kita harus tetap teliti dalam memilih pembalut, demi mencegah diri tidak terkena kanker serviks.

Lantas, bagaimana cara memilih pembalut yang aman? Ini dia:

Related image
tribunnews.com
  • Pilihlah pembalut dengan daya serap yang tinggi dan permukaannya halus.
  • Pilihlah pembalut yang tidak lembab pada permukaannya ketika dipakai.
  • Pembalut harus nyaman dipakai agar tidak mengganggu aktivitas.
  • Pilihlah pembalut yang tidak mempunyai aroma tertentu.
  • Saat membeli pembalut, pastikan kemasan dalam keadaan baik dan tertutup rapat dan ada exp date-nya.
  • Pilih pembalut dari bahan sangat lembut dan lentur. Ini akan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina.
  • Pastikan pembalut bukan terbuat dari kertas daur ulang (pulp). Caranya:
  1. Sobek produk pembalut, ambil bagian inti dalamnya,
  2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas,
  3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut, dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit,
  4. Lihat perubahan warna air (karena jika higienis dan bersih, seharusnya air akan tetap jernih),
  5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp,
  6. Jika hancur dan airnya keruh, artinya kamu menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih.

Selain memilih pembalut dengan benar, kamu juga harus membersihkan diri dengan cara yang tepat, yakni basuhlah dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Karena, jika dari arah sebaliknya, justru bisa memindahkan bakteri yang banyak bersarang di anus, ke wilayah organ reprduksi kita, akibatnya bisa timbul gatal-gatal. Hindari juga memakai celana dalam yang terlalu ketat. Karena hal ini akan menekan otot luar organ intim dan menciptakan kelembaban. Lebih baik, pakailah celana dalam yang tidak ketat dan berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

Ketika berada di toilet umum, jangan gunakan air di ember atau penampungan untuk membersihkan. Gunakan saja air dari keran yang mengalir, ini akan lebih aman. Karena menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans penyebab keputihan. Sedangkan, air yang mengalir dalam keran mengandung kurang lebih hanya 10-20%.

Jangan terlalu sering memakai cairan pembersih organ intim (anti bakteri), sebab penggunaannya yang rutin justru akan mengganggu keseimbangan flora di sekitar alat kelamin, dan bisa membunuh mikroba “baik” yang memicu tumbuhnya jamur.

Image result for washable menspad
tokopedia.com

Sebagai jalan keluar dalam memilih pembalut, kini sudah banyak pembalut kain modern. Pembalut wanita ini bisa dicuci dan dipergunakan kembali, biasa disebut washable menspad. Bahan penyerap cairan yang digunakan bernama microfiber, sedangkan lapisan kain yang menyentuh permukaan kulit dibuat dari bahan microfleece, yang menjadikan kulit senantiasa kering dan tidak lembab.

LEAVE A REPLY