Kamu Terbiasa Membandingkan Diri dengan Orang Lain di Media Sosial?

0
47
wheresmollie.com

Gulalives.co – Kamu salah satu orang yang kerap mengisi waktu luang dengan melihat media sosial? Apa kamu pernah merasa sengaja pun tidak, membandingkan diri dengan orang lain yang kamu lihat di sana? Jika iya, mengapa seseorang bisa sampai membandingkan diri dengan orang lain di dunia maya? Baca penjelasan Gulalives kali ini, yuk!

Related image
brit.co

Seiring berjalannya waktu, rasa iri dan ketidakmampuan untuk mengendalikan diri, membuat kebiasaan buruk membandingkan diri dengan orang lain pun terus tumbuh dan berkembang.

Kebiasaan ini memang tidak mengenal kata habis. Apalagi saat ini media sosial memudahkan kita untuk mengakses berbagai informasi seputar orang-orang yang kita kenal, pun yang tidak kita kenal sama sekali.

Istilah rumput tetangga selalu lebih hijau terdengar pas untuk menggambarkan kondisi ini, ya? Lantas, mengapa kita selalu memiliki keinginan untuk membandingkan diri dengan orang lain? Bagaimana caranya untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang satu ini?

Entah itu di Internet, papan reklame, majalah, televisi, pun toko kelontong, banyak gambar iklan yang memajang model-model rupawan, dengan fisik yang sempurna. Dan, tidak jarang hal ini membuat banyak orang, khususnya wanita, menjadi tidak percaya diri.

Bagi wanita, gambar-gambar yang memperlihatkan kemolekan wajah para model itu, secara tidak langsung sudah menimbulkan rasa tidak percaya diri, depresi, cemas, hingga perubahan perilaku yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Meski kebanyakan wanita tahu bahwa standar kecantikan para model yang ada di berbagai media tidak realitis, hal tersebut tetap tidak menghentikan mereka untuk terus membandingkan diri dengan orang lain.

Sebuah penelitian baru oleh para peneliti dari University of Syndey, Macquarie University, dan UNSW Austria menemukan bahwa, terlepas dari berapa banyak waktu yang dihabiskan wanita untuk menonton TV, video musik, dan dalam menggunakan Internet.

Baca Juga: 10 Bahaya Media Sosial

Mereka akan lebih sering membandingkan penampilan pribadi, dengan foto yang ada di majalah atau media sosial. Bahkan, media sosial sering dijadikan ajang perbandingan diri, terutama untuk mereka wanita muda. Lantas, apa penyebabnya?

Sebenarnya, alasan paling sederhana mengapa kita sering membandingkan diri dengan orang lain adalah karena kita mencari kepastian, bahwa diri kita lebih baik dibanding orang lain.

Mencari pengakuan atas kemampuan diri sendiri inilah yang akhirnya membuat seseorang terus membandingkan dirinya dengan orang lain. Selain itu, perasaan yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah ia capai selama ini pun membuat banyak orang sering membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.

Dalam dunia psikologi, kondisi ini disebut sebagai social comparison atau perbandingan sosial. Perbandingan sosial adalah kecenderungan seseorang untuk merasakan hal baik dan buruk dalam dirinya, berdasarkan perbandingan dirinya sendiri dengan orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang dapat menghadapinya dengan bijak. Bukan mendapatkan alasan untuk berbenah diri, hal ini justru membuat mereka menjadi merasa tertekan dan frustrasi. Karena, sebagian besar dari mereka terus membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa berusaha introspeksi diri. Dan, membuatnya terjebak.

Jadi, kalaupun kamu memang membutuhkan seseorang yang menginspirasi dan memacu diri untuk melakukan segala hal lebih baik lagi. Cobalah lihat kembali pada dirimu sendiri, dan kenali pribadimu yang sebenarnya.

Daripada kamu fokus memikirkan kelebihan orang lain, lebih baik memperbaiki diri, agar lebih mengenal segala kelebihan yang kamu miliki, dengan begini kamu akan lebih bisa menghargai dan mensyukuri apa yang sudah kamu miliki sekarang.

Jika kamu masih kesulitan untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini, kamu bisa coba untuk mulai mengurangi waktu main media sosial. Caranya, dengan menjadwalkan waktu khusus dalam sehari untuk mengecek media sosial.

Image result for comparing social media
everydaypowerblog.com

Misalnya, setelah pulang beraktivitas, yakni pada pukul 6 sore. Nah, di luar jam itu, jangan sesekali membuka media sosial, sekalipun berat rasanya, lawan rasa itu, agar kamu bisa keluar dari kebiasaan buruk yang tidak baik untuk kesehatan jiwamu ini.

LEAVE A REPLY