Sebenarnya, Kapan Waktu yang Tepat Seseorang Harus Memasang Kawat Gigi?

0
111 views
sflhealthandwellness.com

Gulalives.co – Selain berlubang, masalah karang dan warna gigi yang menguning, hingga bentuk yang tidak teratur adalah masalah yang perlu segera diatasi. Salah satunya dengan menggunakan kawat gigi. Namun, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk seseorang harus memasang kawat gigi?

Image result for orthodontic treatment
greenorthodontics.com

Sebenarnya, tujuan utama penggunaan behel atau kawat gigi adalah menyelaraskan gigi dan rahang untuk kesehatan. Dan, kawat gigi juga berfungsi agar gigi tumbuh di tempat yang semestinya, dan tidak mengganggu gigi lainnya serta gusi. Pemakaian behel juga bisa menyelaraskan struktur gigi yang berimbas pada kesehatan dan kebersihan gigi.

Jarak gigi yang terlalu renggang juga bisa menjadi tempat sisa makanan menempel dan berkembang menjadi bakteri pun kuman, yang pada akhirnya membuat gigi infeksi. Kondisi gigi yang tidak teratur juga menjadi halangan untuk mengunyah makanan secara maksimal, dan peradangan gigi juga bisa dicegah melalui jika seseorang tepat waktu memasang kawat gigi.

Lantas, bagaimana kita bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk seseorang perlu memasang kawat gigi?

Saat Posisi Gigi Bagian Depan Maju

Salah satu cara untuk mengembalikan posisi bagian atas pun bawah gigi yang maju adalah dengan memasang kawat gigi. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan posisi gigi maju, salah satunya yakni kebiasaan mengisap jempol. Sebenarnya secara fungsi, kondisi gigi yang maju tidak menjadi masalah, hanya saja jika dibiarkan dan keadaannya semakin parah, tentu saja akan membuat pemiliknya kesulitan bicara.

Bentuk Gigi Berantakan Hingga Menimbulkan Radang pada Gusi

Posisi gigi yang berantakan sehingga pertumbuhannya menekan gusi dan menyebabkan radang adalah waktu yang tepat untuk kamu memasang kawat gigi. Karena, jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, bisa membahayakan gusi dan pertumbuhan gigi berikutnya. Salah satu penyebab bentuk gigi berantakan adalah kurangnya perawatan saat kecil dulu.

Membiarkan gigi yang goyang dan sudah waktunya dicabut tapi tidak dicabut juga akan membuat pertumbuhan gigi menjadi tidak teratur. Menunda pencabutan gigi hingga gigi baru tumbuh sebelum gigi lama dicabut juga membuat gigi tumbuh tumpang tindih. Nah, jika kamu mengalami situasi seperti ini, segera pergi ke dokter gigi untuk konsultasi perihal kawat gigi.

Masalah Artikulasi Bicara

Kondisi gigi yang maju dan berantakan, tumbuh tidak rata dan tidak sempurna, membuat artikulasi bicara menjadi terganggu. Kalau kamu salah satu yang mengalami masalah dengan artikulasi, hingga tidak jelas saat mengucapkan sesuatu karena pertumbuhan gigi yang tidak baik, artinya kamu perlu untuk segera memasang kawat gigi.

Sebenarnya, pemasangan kawat gigi lebih baik dilakukan saat masih muda, mengingat pada usia muda tulang wajah dan rahang masih dalam masa perkembangan. Sehingga, masih bisa mengalami perubahan ke posisi yang lebih baik. Namun, bukan berarti saat usia sudah dewasa, kamu terlambat untuk memasang behel, ya.

Dari segi medis, kawat gigi berfungsi memperbaiki:

Image result for orthodontic treatment
appelortho.com
  • Jarak antar gigi yang terlalu renggang,
  • Masalah rahang lain yang menyebabkan gigitan menjadi tidak rata,
  • Gigi yang berdesakan atau tumbuh bengkok, dan
  • Gigi depan rahang atas yang tumbuh tidak sejajar (lebih ke depan atau ke belakang) dibandingkan gigi depan rahang bawah.

Selain memperbaiki penampilan, gigi yang rata dapat membuat seseorang mengunyah atau menggigit makanan lebih baik. Untuk mendapatkan hasil maksimal, setiap orang membutuhkan jenis kawat gigi yang berbeda, sesuai kebutuhan masing-masing.

Jenis Kawat Gigi

Related image
appelortho.com

Pemasangan kawat gigi umumnya dilakukan oleh ortodontis, yaitu dokter gigi yang telah menjalani pelatihan khusus dalam melakukan pengencangan dan perataan deretan gigi. Dan, dokter akan menentukan jenis kawat gigi yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien. Berikut ini adalah jenis-jenis kawat gigi yang paling umum:

  • Kawat gigi permanen. Kawat gigi permanen terdiri dari kotak-kotak yang dilekatkan pada setiap gigi dan terhubung satu sama lain oleh kawat. Jenis ini merupakan sarana ortodontik yang paling umum digunakan. Kawat ini digunakan untuk mengoreksi letak beberapa gigi sekaligus atau untuk mencegah masalah di kemudian hari. Kawat gigi permanen umumnya mudah terlihat karena terbuat dari logam. Namun, kini banyak ditawarkan kawat yang terbuat dari keramik atau plastik tembus pandang yang terlihat lebih samar, tapi dengan harga yang lebih mahal.
  • Kawat gigi lepas-pasang. Kawat jenis ini berupa penampang plastik yang dipautkan pada beberapa gigi dan menutup langit-langit mulut. Jenis kawat ini biasanya digunakan untuk mengoreksi masalah minor, misalnya gigi yang bengkok. Kawat lepas-pasang biasanya dilepas saat akan melakukan olahraga tertentu, saat akan membersihkan mulut, atau ketika menggosok gigi.
  • Kawat gigi fungsional. Jenis ini berupa sepasang kawat plastik lepas-pasang yang dipadukan dan ditempatkan pada gigi bagian atas dan bawah. Jenis ini dapat digunakan untuk menangani masalah posisi rahang atas atau rahang bawah yang tidak sejajar dengan gigi atas atau bawah. Alat ini harus digunakan sepanjang waktu untuk mendatangkan manfaat maksimal dan hanya dilepas saat makan dan ketika dibersihkan.
  • Headgear adalah pengait yang tersambung dari kawat gigi ditempatkan pada kepala untuk menarik posisi gigi depan. Pengguna tidak dapat makan atau minum saat mengenakan headgear. Biasanya, alat ini digunakan saat tidur atau dalam waktu beberapa jam pada malam hari.
  • Retainer biasanya jenis ini digunakan menjelang akhir masa perawatan ortodontis. Retainer berfungsi menstabilkan posisi baru pada gigi, gusi, dan tulang, termasuk mencegah posisinya kembali seperti semula. Alat ini dapat bersifat permanen atau lepas-pasang. Posisi gigi yang akan terus berubah dari waktu ke waktu sebagai proses alami membuat retainer mungkin perlu digunakan pada beberapa waktu dalam sehari.
  • Kawat tidak tampak adalah kawat lingual yang tidak tampak dari luar dan ditempatkan pada bagian belakang gigi. Kawat ini berbiaya lebih mahal dari jenis lain.

Selain pilihan di atas, terdapat pilihan lain yang sekarang banyak digunakan oleh orang dewasa sebagai pengganti kawat gigi. Produk yang biasa disebut sebagai Kawat gigi tembus pandang (Clear Aligner) ini memang dikhususkan pada pasien dengan pertumbuhan gigi dan gusi yang telah berhenti.

Baca Juga: Efek yang Akan Dirasakan Ketika Memakai Kawat Gigi

Clear Aligners berbentuk dan digunakan seperti pelindung gigi dan dapat dicopot saat penggunanya akan makan atau membersihkan gigi. Meskipun membutuhkan biaya lebih besar, produk ini banyak dipilih karena dinilai lebih praktis dan tidak mengganggu penampilan.

Cara Memasang Kawat Gigi

Related image
healthmag.gr

Konsultasi dengan ortodontis merupakan langkah pertama yang perlu kamu lakukan, untuk menentukan apakah pemasangan kawat gigi memang diperlukan. Pada anak, pemasangan kawat gigi biasanya dilakukan saat gigi permanen telah muncul karena pada saat inilah kelainan susunan gigi mulai terlihat. Hal tersebut biasa terjadi saat anak berusia sekitar 6-12 tahun. Setelah mendapat kepastian, maka pasien akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan tahapan umum sebagai berikut:

  • Ortodontis akan mengajukan pertanyaan seputar kesehatan pasien.
  • Pasien akan menjalani pemeriksaan gigi, rahang, dan mulut.
  • Pemeriksaan dengan X-ray untuk menentukan posisi gigi-gigi pada rahang atas dan bawah. Pemeriksaan kepala dengan X-ray juga diperlukan untuk melihat posisi rahang dan gigi.
  • Ortodontis akan meminta pasien untuk menggigit sebuah bahan yang kemudian menjadi bahan pembuatan model plester. Ini adalah cetakan bentuk rahang dan posisi gigi pasien untuk menentukan perawatan apa yang dianjurkan untuk diberikan.
  • Pada kasus tertentu, pencabutan gigi mungkin diperlukan sebagai bagian dari rangkaian perawatan. Proses ini diperlukan untuk mengoreksi posisi gigi dan membuat ruang agar gigi-gigi di sekitarnya dapat tumbuh dengan baik.
  • Setelah kawat terpasang, pasien perlu memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya sebulan sekali untuk memastikan kawat terpasang dengan baik. Pasien juga perlu segera memeriksakan diri jika merasakan rasa sakit atau kondisi yang sangat mengganggu akibat pemakaian kawat gigi. Dalam tiap pemeriksaan selanjutnya, ortodontis akan mengencangkan kawat untuk menambah tekanan pada gigi agar berubah ke posisi baru.
  • Waktu yang diperlukan untuk menggunakan kawat gigi berbeda-beda pada setiap orang berdasarkan tingkat keparahan, kondisi gigi, dan kepatuhan pasien. Rata-rata kawat gigi akan digunakan selama 1-3 tahun dan kemudian dilanjutkan dengan pemakaian retainer setiap hari selama 6 bulan. Jika setelah itu masalah gigi sudah tertangani, pasien akan disarankan untuk tetap menggunakan retainer hanya saat tidur.

Aman, tapi Tetap Berisiko

Masa-masa awal penyesuaian memakai kawat gigi memang menimbulkan rasa sakit dan ‘ngilu’ yang dapat sangat mengganggu. Rasa sakit ini diakibatkan oleh pergeseran posisi gigi.

Rasa sakit biasanya muncul setelah kawat gigi dikencangkan pada setiap kunjungan rutin. Namun, teknologi dan bahan yang makin modern membuat pemasangan kawat gigi ini tidak lagi terasa sakit seperti dulu.

Selain itu obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas dapat membantu meredakan sakit, jika diperlukan. Kamu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak sementara waktu.

Penggunaan kawat gigi merupakan prosedur yang sangat aman jika dijalankan oleh ortodontis. Meski demikian, tetap ada risiko jangka pendek dan panjang yang wajib diketahui.

Risiko Jangka Pendek:

  • Sariawan atau iritasi akibat gesekan antara bibir dengan kawat gigi. Obat kumur antiseptik dapat menghambat luka menjadi makin parah.
  • Penggunaan kawat gigi dapat membuat sikat gigi lebih sulit menjangkau sisa-sisa makanan yang terselip di sela gigi. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan lubang pada gigi dan sakit gusi, serta hilangnya mineral pada lapisan luar gigi.

Risiko jangka panjang:

  • Memendeknya akar gigi yang terjadi saat gigi bergerak ke arah tertentu akibat tekanan kawat. Akar gigi yang memendek dapat membuat gigi menjadi tidak kokoh.
  • Tidak menaati instruksi ortodontis sehingga setelah kawat gigi dilepas, susunan gigi kembali ke posisi semula.
  • Untuk mengurangi risiko akibat pemakaian kawat gigi, pastikan Anda menanyakan dan mendapat informasi di atas dari dokter sebelum memasang kawat gigi. Setelah kawat gigi dipasang, Anda perlu memberikan perhatian ekstra untuk merawat gigi seperti menggunakan sikat gigi khusus dan teratur memeriksakan gigi. Selain itu, kurangi konsumsi gula dan makanan keras yang dapat merusak kawat gigi.

Jadi, kamu sudah memasang kawat gigi atau justru akan segera melakukannya?

LEAVE A REPLY