Inilah 15 Maskapai Penerbangan Terburuk di Dunia

Inilah 15 maskapai penerbangan terburuk di dunia (Foto: Cnn)

Gulalives.co, JAKARTA – Sebanyak 15 maskapai penerbangan mendapat predikat terburuk di dunia. Apa saja maskapai tersebut?

Kita hidup di zaman modern di mana perjalanan kini hanya dalam hitungan jam untuk terbang ke sisi lain dunia. Sampai sekian jam ke negara tujuan tidak lagi cukup memuaskan karena penumpang mendambakan perjalanan yang aman dan nyaman.

Bepergian dan liburan harus memberikan pengalaman mengesankan. Karena itu, mereka mencatat maskapai mana yang bisa menyuguhkan hal tersebut maupun sebaliknya. Kehilangan bagasi, pramugari galak, kabin sempit, layanan yang buruk, penundaan (delay) maupun pembatalan, dan sebagainya menjadi realitas yang sering dihadapi oleh penumpang di seluruh dunia.

Sebanyak 15 maskapai penerbangan terburuk di dunia, atas “reputasi”nya terhadap delay, layanan pelanggan, dan lainnya. Sebagian di antaranya menerima rating bintang 1 dan bintang 2 dari Skytrax Global Airline, yang mendasarkan penilaian pada kualitas standar produk dan layanan. Berikut peringkat 15 maskapai penerbangan terburuk di dunia, dilansir Escapehere:

15. US Airways

US Airways (Foto: Escapehere)
US Airways (Foto: Escapehere)

Salah satu operator maskapai penerbangan terbesar di Amerika, US Airways, telah melakukan upaya-upaya untuk mengubah reputasinya terhadap masalah kehilangan bagasi maupun layanan pelanggan. Menurut flightstats.com, perusahaan global yang meranking performa tepat waktu, untuk kuartal pertama 2015 rata-rata tepat waktu maskapai ini adalah 75,34% sedangkan pada Februari 2016 turun menjadi 73,15%. Kabar baiknya, statistik terbaru mereka mengklaim bahwa masalah kehilangan bagasi, seperti dilaporkan US Department of Transportation, sebesar 2,7 klaim per 1.000 penumpang.

14. Frontier Airlines

Frontier Airlines (Foto: Escapehere)
Frontier Airlines (Foto: Escapehere)

Operator kecil di Amerika, Frontier Airlines, telah menerima rating bintang 3 dari Skytrax. Namun, lebih rinci di banyak daerah ternyata maskapai ini hanya diberi rating bintang 2, untuk waktu tunggu, standar pelayanan, standar layanan pelanggan, dan efisiensi pelayanan bagasi. Bahkan, untuk menangani delay ataupun pembatalan penerbangan, maskapai ini mendapat nilai yang sangat rendah. Statistik menunjukkan masalah bagasi hilang sebesar 2,21 klaim per 1.000 penumpang.

13. United Airlines

United Airlines (Foto: Escapehere)
United Airlines (Foto: Escapehere)

Operator besar di Amerika ini telah membangun reputasi layanan pelanggan yang buruk, bahkan mungkin sangat buruk karena sempat ada kasus pelanggan yang ditinggalkan di landasan selama berjam-jam. Hal ini menyebabkan US Department of Transportation menjatuhkan denda lebih dari USD1 juta kepada pihak maskapai.

Untuk kuartal pertama 2015, performa tepat waktu maskapai ini rata-rata 75,39% yang menurun lagi pada Februari 2016 sebesar 72,96%. Tidak hanya masalah penundaan penerbangan, kehilangan bagasi adalah kejadian yang relatif umum dengan 3,66 klaim bagasi per 1.000 penumpang menurut statistik terbaru US Department of Transportation.

12. Tigerair

United Airlines (Foto: Escapehere)
United Airlines (Foto: Escapehere)

Tigerair memiliki level yang sama seperti maskapai bujet atau murah lainnya asal Eropa, yakni Ryanair. Layanan maskapai asal Singapura ini dimulai pada 2004, dengan memperluas jangkauan hingga ke Australia pada 2007. Oleh pelanggan, kedua maskapai dianggap buruk dalam hal layanan pelanggan dan produk murahnya yang sebenarnya memakan biaya tambahan. Perusahaan ini bahkan dikenal “menutupi” reputasi buruk dan rekor keluhan pelanggan dengan predikat maskapai yang menawarkan harga tiket murah.

Namun, tampaknya Tigerair sedang mencoba untuk memulai reputasi baru yang lebih baik karena pada 2013, mereka mengubah nama dari Tiger Airways menjadi Tigerair. Selanjutnya, mereka melakukan lebih banyak perubahan dibanding sekadar namanya.

11. EasyJet

EasyJet (Foto: Escapehere)
EasyJet (Foto: Escapehere)

Eropa terkenal memiliki beberapa maskapai bujet, dan dari Inggris adalah EasyJet. Tidak ada yang benar-benar mengharapkan kemewahan dengan operator bujet, tetapi itu tidak berarti penumpang harus mengorbankan layanan hanya untuk mendapatkan harga murah.

Dalam penilaian Skytrax terhadap kualitas, maskapai ini menerima bintang 2 atau lebih rendah terhadap hiburan dalam penerbangan dan penanganan keterlambatan atau pembatalan. Maskapai ini juga hanya menerima bintang 2,5 untuk informasi produk, informasi layanan dalam penerbangan, dan bantuan kedatangan.

10. Pakistan International Airlines

Pakistan International Airlines (Foto: Escapehere)
Pakistan International Airlines (Foto: Escapehere)

Jika kamu adalah tipe orang yang menghargai ketepatan waktu, sebaiknya pertimbangkan sebelum terbang dengan Pakistan International Airlines. Sejauh ini pada 2015, performa tepat waktu mereka rata-rata 37,53%. Jam terbang hanya sekitar 3.000 penerbangan per bulan dibandingkan dengan operator besar seperti US Airways yang beroperasi hampir 90.000 setiap bulan.

Saat banyak orang akan berpikir bahwa penerbangan sedikit akan membuat maskapai lebih mudah untuk tepat waktu, yang terjadi justru sebaliknya pada maskapai ini. Peringkat Skytrax menunjukkan bintang 2 untuk masalah-masalah penting, seperti layanan check-in, bantuan kedatangan, jasa transfer, dan kemampuan bahasa para staf.

9. RyanAir

RyanAir (Foto: Escapehere)
RyanAir (Foto: Escapehere)

operator asal Irlandia ini bukan hanya sebuah maskapai bujet, juga ultra-bujet. Mereka telah mengambil frase “Anda mendapatkan apa yang Anda bayar” pada titik ekstrem karena dengan tarif murahnya, mereka juga menawarkan layanan yang “murah”. Layanan pelanggannya cukup mengerikan. Kursi penumpang tidak bisa dibaringkan, karena itu penumpang akan duduk tegak selama penerbangan, tidak memiliki kantong sandaran, dan sebagainya.

8. China Eastern Airlines

China Eastern Airlines (Foto: Escapehere)
China Eastern Airlines (Foto: Escapehere)

Maskapai lain yang patut dihindari jika kamu tidak tahan delay adalah China Eastern Airlines yang berkantor pusat di Shanghai, China, dan beroperasi sebagai maskapai penerbangan murah. Menurut flightstats.com yang mengukur performa tepat waktu, perusahaan ini terkendala masalah penundaan dan pembatalan penerbangan.

Rata-rata penerbangan tepat waktu pada 2015 sebesar adalah 53,87%. Angka tersebut tidak hanya buruk, tapi juga diperparah oleh kenyataan bahwa maskapai ini mengoperasikan sekitar 50.000 penerbangan per bulan. Beberapa ulasan pelanggan terkait maskapai ini menunjukkan kualitas produk yang rendah, bahkan layanan pelanggan hampir tidak ada.

7. Lion Air

Lion Air (Foto: Escapehere)
Lion Air (Foto: Escapehere)

Didirikan pada 1999, maskapai penerbangan Lion Air yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan layanan ke Singapura, Malaysia, Vietnam, Arab Saudi, China daratan, dan Hong Kong. Meskipun terbesar, maskapai murah ini bukan yang terbaik. Maskapai ini memiliki masalah dengan keterlambatan yang terbilang kronis hingga kasus penggunaan narkoba oleh pilot dan kru.

Pada 2011, perusahaan ini menempati posisi ke-13 sebagai maskapai dengan kinerja terburuk dalam hal performa tepat waktu, dan pada 2012 ada beberapa insiden pilot dan awak yang ditemukan menggunakan narkoba jenis shabu. Dalam satu kasus, seorang pilot Lion Air ditangkap setelah positif mengonsumsi methamphetamine saat seharusnya dijadwalkan terbang ke Surabaya beberapa jam kemudian.

6. SmartWings

SmartWings (Foto: Escapehere)
SmartWings (Foto: Escapehere)

SmartWings adalah maskapai bujet Eropa yang berbasis di Praha, Republik Ceko. Maskapai ini didirikan pada 2008 dan dimiliki oleh perusahaan induk Travel Service Airlines. Banyak ulasan memperlihatkan maskapai ini menipu dengan harga tiket murah dan beberapa praktek bisnis yang buruk, bahkan secara tiba-tiba membatalkan penerbangan sepekan sebelum keberangkatan tanpa memberikan pilihan re-book.

Skytrax hanya memberi maskapai ini dengan bintang 2 secara keseluruhan, bahkan hanya bintang 1 di beberapa wilayah, dalam hal informasi produk, informasi layanan, dan check-in secara online. Maskapai ini juga hanya menerima bintang 2 di bidang bantuan kedatangan, kebersihan kabin, dan waktu check-in.

5. Spirit Airlines

Spirit Airlines (Foto: Escapehere)
Spirit Airlines (Foto: Escapehere)

Spirit Airlines adalah satu-satunya maskapai yang beroperasi di Amerika yang mendapatkan bintang 2 pada daftar ini. Maskapai ini mendapatkan reputasi yang kuat untuk maskapai murah, tetapi bukan dalam cara yang baik, seperti pengisian barang di bagasi dan kebijakan tidak ada pengembalian biaya yang semakin memperburuk pengalaman pelanggan.

Kursi tidak bisa dibaringkan hingga penumpang sering mengeluh tentang kabin yang sempit. Skytrax memberi peringkat rendah untuk maskapai ini di bidang hiburan dalam penerbangan, kebersihan kabin, antusiasme dan sikap staf, serta respons staf untuk permintaan dan penanganan keterlambatan atau pembatalan penerbangan.

4. Nepal Airlines

Nepal Airlines (Foto: Escapehere)
Nepal Airlines (Foto: Escapehere)

Maskapai asal Nepal ini berbasis di Kathmandu, dan hanya memiliki tujuh armada pesawat. Akibatnya, jarak antar penerbangannya jauh.

Skytrax hanya memberi bintang 2 untuk rating keseluruhan produk serta bintang 1 untuk kualitas layanan seperti kenyamanan kabin, hiburan dalam penerbangan, fasilitas shower (washroom), dan situs perusahaan. Maskapan bisa secara tiba-tiba melakukan pembatalan penerbangan, seperti laporan banyak penumpangnya.

Kinerja tepat waktu maskapai ini pada Februari 2015 hanya 34%, hampir setara dengan pembatalan penerbangan sebesar 32%. Nepal Airlines pun dilarang terbang di Uni Eropa pada 2013.

3. Pegasus Airlines

Pegasus Airlines (Foto: Escapehere)
Pegasus Airlines (Foto: Escapehere)

Pegasus Airlines adalah maskapai penerbangan murah dan terbesar kedua di Turki. Pegasus hanya mengoperasikan satu kelas tanpa hiburan dalam penerbangan atau makanan. Peringkat Skytrax memberi peringkat tidak ada yang lebih tinggi dari bintang 3, untuk kategori standar pelayanan pelanggan, penanganan keterlambatan atau pembatalan, hiburan dalam penerbangan, maupun keterampilan bahasa para stafnya.

2. Bulgaria Air

Bulgaria Air (Foto: Escapehere)
Bulgaria Air (Foto: Escapehere)

Sebuah operator yang relatif baru, Bulgaria Air didirikan pada 2002 di Sofia, Ibu Kota Bulgaria. Terdapat banyak laporan terkait insiden pada maskapai ini, misal pesawat selip dari landasan pacu, hingga mendapatkan sanksi terbang di wilayah udara Amerika karena kurangnya keamanan peralatan dokumen. Skytrax memberikan peringkat maskapai ini dengan bintang 2 pada kategori hiburan dalam penerbangan, respons staf terhadap permintaan, jasa transfer, dan bantuan kedatangan.

1. Air Koryo

Air Koryo (Foto: Escapehere)
Air Koryo (Foto: Escapehere)

Operator milik Korea Utara ini adalah satu-satunya maskapai yang menerima bintang 1 pada sistem rating Skytrax. Air Koryo menempati posisi pertama sebagai maskapai terburuk di dunia pada produk dan layanan pelanggan, layanan check-in, layanan transfer, bantuan kedatangan, kenyamanan, kemampuan bahasa dan respons para staf.

Alhasil, Air Koryo dilarang terbang di Uni Eropa pada 2006 karena buruknya keamanan dan pemeliharaan armada. Pada 2010, maskapai ini pun diizinkan terbang di Uni Eropa dengan pesawat Tu-204s setelah memperbaiki fitur keselamatannya, namun armada lain yang dimiliki perusahaan ini tetap dilarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here